istrinya hanya kontribusi 100jt. suaminya kepincut menggelontorkan sebanyak 7.3 M. salahkan istrinya, sama seperti kita menyalahkan hawa.
perlu di rajam ndak yah ? kan perlu dihukumi secara islam...atau cukup dengan potong tangan saja, karena mencuri ? On 11/3/06, Al-Badruuni Enterprise <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Secara individu dan organisasi,saya kira rekan2 dari FPI tahu bahwa > transaksi di VALAS mengandung resiko yang besar dan juga diharamkan oleh > syariah. Saya melihat kemungkinan bahwa istri anggota FPI tersebut yang > tidak tahu menahu mengenai transaksi VALAS. > Jadi yah ini jadi bahan introspeksi bagi kita semua agar berhati-hati dan > menanyakan setiap anggaran usaha yang ditanamkan.Kemana usaha itu > dijalankan dan dalam bentuk apa. Kejadian ini sering terjadi terutama > didaerah yang termakan untung besar. > > (Ahmad) > > aris solikhah <[EMAIL PROTECTED] <fm_solihah%40yahoo.com>> wrote: > Saya kira ini masukan bagus untuk FPI, adakah yang bisa menyampaikannya? > Sebuah organisasi yang mau maju, hendaknya terbuka dan legowo menerima > setiap kritikan serta masukan? Berarti banyak orang yang perhatian? > > Ehm... yang saya pahami valuta asing adalah transaksi non real, tidak > termasuk didalam transaksi ekonomi yang diperbolehkan dalam Islam, salah > satunya di dalamnya terdapat cacat dalam ijab kabul transaksinya. CMIIW. > > Namun demikian kita perlu juga mengetahui fakta valuta asing > tersebut,sebelum mengklaim. Adakah yang bisa mengurainya.. ini keahliannya > mbakyu Fau.just curious juga. > > salam, > aris > > Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED] <ndewanto%40mail.tempo.co.id>> > wrote: > bisnis apa ya, sehingga ketua fpi yogya/jateng itu punya > duit segitu banyak? > > just curious. > > At 08:29 AM 11/3/2006, you wrote: > > >Nah ini berita lain dari biasa. Saya kira mereka hanya "membela" > >Islam. Eh ternyata hobi spekulasi valas juga. > > > >FPI juga manusia...... > > > >Salam :) > > > >< > http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/03/time/071322/idnews/703456/idkanal/10 > > > http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/03/time/071322/idnews/703456/idkanal/10 > > > >Tertipu Rp 7,4 Miliar, Anggota FPI Yogya Geruduk Kantor Valas > >Bagus Kurniawan - detikcom > > > >Yogyakarta - Ternyata pengurus Front Pembela Islam (FPI) tak luput > >juga dari penipuan. Kali ini nasib apes dialami Wakil Ketua FPI > >DIY-Jateng Muhammad Medy Romansyah. Ia tertipu Rp 7,4 miliar oleh > >sebuah kantor perdagangan valas PT Panca Dana Mas Futures di > >Yogyakarta. > > > >Karena sudah dirugikan miliaran, Selasa (31/10/2006) puluhan anggota > >FPI DIY-Jateng menggeruduk kantor perdagangan valas di Wisma Hartono, > >Jalan Sudirman, Yogyakarta. > > > >Massa yang datang mengenakan atribut FPI dengan pakaian baju koko > >putih-putih, bersorban serta pada bagian belakang bertuliskan FPI Jawa > >Tengah-DIY. > > > >Saat datang di kantor PT Panca Dana Mas Futures di lantai 4 Wisma > >Hartono, kehadiran massa sempat membuat bingung para pengunjung gedung > >tersebut. Sebab, di lantai 1 hingga 3 digunakan untuk resto fastfood > >dan perdagangan handphone. > >Pimpinan cabang PT Panca Dana Mas Futures, Siska Budiyarti, tidak ada > >di tempat dengan alasan tidak diketahui. Mereka hanya ditemui dua > >orang karyawannya. > > > >Muhammad Medy Romansyah yang mengaku menjadi korban penipuan ini > >menuturkan, sekitar 6 bulan lalu istrinya tertarik untuk > >menginvestasikan uang di PT Panca Dana Mas Futures. > > > >Mula-mula dia menyetor uang Rp 100 juta. Kemudian Rp 900 juta dan > >beberapa kali ratusan juga hingga mencapai mininal Rp 7,4 miliar. > > > >Enam bulan setelah mencapai kesepakatan, ketika hendak menarik uang > >lagi, betapa kagetnya Medy karena uang miliknya tinggal Rp 30 juta. > > > >Keluarga Medy sempat shock dan sempat menanyakan ke kantor cabang PT > >Panca di Yogya, tetapi tidak ada jawaban yang memuaskan. Ia sempat > >mendatangi kantor pusat di Bandung yang terletak di Wisma Lippo, Jalan > >Gatot Subroto. Namun, dua orang komisaris utama bernama Robin Sitaba > >dan Iwan Wahyudi sudah kabur dan tidak diketahui keberadaanya. > > > >"Karena hari ini kami tidak ketemu pimpinan cabang, besok kami akan > >laporkan ke Polda karena ini jelas-jelas penipuan. Kami juga sudah > >melapor kepada Habib Rizieq mengenai kasus ini, karena ada anggota FPI > >Bandung juga tertipu," jelasnya. > >(jon/nrl) > > > >Baca juga: > > > >* Menhan Bantah Sebut Partai Islam Disusupi Kelompok Radikal > >* Menhan: Demo FPI Soal Pesawat dari Israel Tidak Tepat > >* FPI Demo Dephan Soal Pembelian Pesawat dari Israel > >* Peningkatan Angka Kemiskinan Picu Gerakan Radikal > > > >-- > ><http://mimodjo.blogspot.com>http://mimodjo.blogspot.com > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu > Pena lebih tajam dari pedang > Tinta seorang yang berilmu > Lebih mulia dari darah > Seorang syahidah > ....telah hadir komunitas penulis muda baru : Alpen Prosa > (15/10/06)....... > > pustaka tani > nuraulia > > --------------------------------- > Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > --------------------------------- > Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited Try it today. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

