--- In [email protected], Ki Sapujagad Bhanwargupa 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Nabi Muhammad SAW mengatakan, Islam akan terbagi menjadi 73 
aliran, tapi hanya satu aliran saja yg  bisa masuk sorga. Yang 72 
aliran masuk neraka.
>   Apakah Islam radikal, Islam militan dan Islam Fundamentalis 
merupakan sub-aliran dari 72 aliran Islam itu ????

Lina: Sebetulnya hadist ini lengkapnya berbunyi,""Yahudi terpecah 
menjadi 71 golongan, satu golongan masuk surga dan tujuh puluh 
golongan lainnya masuk neraka, dan Nasrani terpecah menjadi 72 
golongan, tujuh puluh satu golongan masuk neraka, dan satu golongan 
masuk surga, dan Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, umatku 
sungguh akan terpecah menjadi 73 golongan, satu golongan masuk surga 
dan tujuh puluh dua golongan lainnya masuk neraka. Dikatakan kepada 
beliau: siapakah mereka (golongan yang masuk surga) itu ya 
Rosulullah? beliau menjawab : Al-Jama'ah". (HR Ibnu Majah, No:3992, 
dan disahihkan oleh Al Albani dalam kitab Silsilah As Shohihah 
No:203) dan dalam riwayat lain : "Agama yang aku dan sahabatku 
jalani". (HR Ahmad, No:11798, dan Ibnu Majah, No:3993, dan At 
Tirmizi No: 2641) 

Nah siapa itu "Al-Jama'ah", perlu baca baca lagi...:-)

Tapi kalau dari yang saya baca saya mengertinya Islam radikal, 
militan, dan fundamental itu tidak termasuk dalam firqah yang 
dimaksud, soale segala julukan militan/fun/radikal itu kan diberikan 
belakangan ini saja dalam konteks pergolakan syahwat politik yang 
besar. Sedang dalam penjelasan2 hadist tsb ttg kata 'firqah' lebih 
menitikberatkan kepada perbedaan akidah. Ini dari bacaan yang baru 
sedikit saya bacanya ya...
>    
>   Dalam kamus politik AS saat ini, Islam radikal, Islam militan, 
Islam fundamentalis, memang masuk daftar musuh Barat yang utama yang 
wajib diberantas. Dan ini memang hasil penggodokan para ilmuwan 
garis keras AS. Fawaz A Gerges, dalam bukunya America and Political 
Islam: Clash of Cultures or Clash of Interests, 1999, mengungkapkan, 
beberapa ilmuwan AS (seperti Indyk, Kirkpatrick dan Miller), membuat 
sejumlah kesimpulan tentang Islam. Diantaranya, pembentukan rezim 
otoriter adalah pilihan lebih baik dari pilihan jelek dari "dua 
setan" (the least of two evils). Karena itu AS mesti terus menyokong 
regim yang otoriter itu, meskipun mengorbankan demokrasi. "Jadi 
meskipun banyak kaum konfrontasionis merasa pemerintahan Timteng 
memperlakukan rakyatnya secara buruk, tapi regim-regim itu telah 
membantu AS untuk menetralisir Islam radikal-Islam politik — dan 
juga melindungi kepentingan AS," kata Gerges  (Sumber : Suara Muslim 
+Internet)

Lina: Kalo soal politik gini, saya mending nyebur ke laut...:-)
Cuma saja pada kesempatan ini saya ingin berpendapat bhw...
yaaa..udah waktunya pulang deh!....:-( 
> 



Kirim email ke