Malaysia dpt dibangun karena banyak factor2 yg diIndonesia sayang sekali sulit
diketemukan.
Jumlah penduduk Malaysia adalah 1/10 dari Indonesia - dan meskipun sewaktu
Malaysia ingin didominasi oleh Indonesia [1960] melalui politik Sukarno -
negara dgn pemimpin2nya yg cinta negara dan bukan cinta uang achirnya dpt
dibangun. Malaysia sekarang yg mendominasi Indonesia [like it or not this is
the fact.]
1. jumlah energie alam per capita lebih dari cukup utk konsumpsi negara dan
masih dpt diexport. [energy adalah penting untuk pembangunan negara karena
korelasi dgn kemajuan]
2. perubahan produksi bahan dasar ke manufacturing utk export. Meskipun
negara ini jauh lebih kecil dari Indonesia mereka exporteur karet dan minyak
sawit dunia dan Indonesia tidak ada namanya. [Ini disebabkan mentalitet
exporteur Indonesia yg tidak mempertahankan kwalitas produkt utk pasaran dunia
- mentalitet buruk]
3. Dgn basis administrasi yg cukup kuat berdasarkan system ingeris - korupsi
dpt ditekan - dan mentalitet pegawai cipil negaranya masih cukup jujur.
[Indonesia pegawai sipil -posisinya harus dan dpt dibeli]
4 - N --Masih banyak lain2 factor yg kalian dpt pikirkan
Tetapi yg penting tetap adalah mentalitet para pemimpin negara yg stabiel dan
berpendidikan moral yg cukup tinggi. Lagi dgn system rotasi dari posisi raja
mereka perasaan bahwa ada suku yg berdominasi seperti diIndonesia - suku Jawa -
dpt dihilangkan.
Super Nasionalisme dgn sifat socialisme yg berkembang jaman Sukarno tanpa
kader2 yg cukup berpendidikan adalah salah satu factor yg merusak moral dan
ekonomie negara - dgn theory berdikari sebelum bisa berdiri.
Jikalau perasaan nasionalisme [chauvinisme] yg sekarang masih tetap berada
diantara para pemimpin2 negara dpt dihilangkan mungkin negara dpt maju. In
short Indonesia harus memperbaiki moral dan haluan negara.
Andreas
RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [email protected], Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Pagi ini saya baca berita dari negeri jiran sesama Melayu, disana
asset anak negeri tidak boleh dijual kepada asing, disana anak
negeri diberikan segala kemudahan untuk maju, pribumi malaysia harus
didorong untuk mandiri dan sukses, konstitusi Malaysia mencantumkan
dasar negara salah satu kitab suci, tapi tidak pernah terdengar ada
bom yang meledak, rumah ibadah di bakar atau manusia dipenggal
kepalanya atas nama agama. Malaysia jauh lebih beradab dari
kita...sementara kita masih berkutat pada issue primordial ...partai-
partai mengusung agama masih dianggap sebagai alternatif pembawa
kesejahteraan di dunia....padahal nyatanya hanya ilusi...
> di malaysia partai agama tidak laku dan hanya berkuasa di satu
negara bagian saja....
> sungguh beda malaysia dan kitanya...beda sekali...GNP dan GDP
kebersihan ketertiban dan jangan lupa mereka sudah banyak membeli
perusahaan Indonesia...!!!!!!
> Kasian kita ya....hidup direpublik mimpi dan republik BBM
>
> salam
> iwan
>
>
>
Satu tambahan menarik,mas: disana mayoritas tak ada yang ingin
mengubah kerajaan Malaysia yang sekular demokratis bernuansa Islam
itu dengan sebuah negara SI.. nobody. Disanapun tak ada organisasi
pembela Islam atau sejenisnya, seperti diutarakan PM Badawi..
Disana IPTEK lebih memimpin. Dan... tak ada pemilikan perusahaan
yang lebih dari 50% ditangan asing. PETRONAS yang belajar dari
Pertamina kini jauh lebih dahsyat performance-nya daripada si
Pertamina.
Salam
Danardono
[Non-text portions of this message have been removed]