RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR "Luapan lumpur Lapindo yang semakin menjadi-jadi hingga terjadinya ledakan pipa gas dianggap serius oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menyatakan rangkaian kejadian tersebut sebagai bencana."
"Yah ini jadi sudah *disaster*. Jadi negara harus mulai ikut memikirkan ini," kata Menteri ESDM Poernomo Yosgiantoro mengutip ucapan SBY, usai sidang kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/11/2006). Komentar: ======== Astaganagaaaa . . . !!! Jadi selama ini Kasus Lumpur Lapindo ini oleh Pemerintah RI dianggap apa, yah ???!!! Meski Lumpur Lapindo sudah menelan beberapa (?) desa-desa ???!!! - - - Dan yang lebih hebat lagi adalah ungkapan yang di- ucapkan oleh Menteri ESDM Poernomo Yosgiantoro (tentusaja setelah mengutip ucapan Presiden SBY . . .), yang katanya "ini sudah jadi disaster (moga-moga Pak Menteri tahu apa artinya "disaster" itu . . .). Lantas ===> dikatakan bahwa ". . .negara harus mulai ikut memikirkan ini . . ." - - - Jadi, selama ini "negara" mikirin apa saja, sih ???!!! Ya, ampuuuuunnnn !!! . . . kasihan banget Rakyat Indonesia ini !!! RedTOLERANSI*RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR Presiden SBY: Kasus Lumpur Lapindo adalah Bencana Luhur Hertanto - detikcom *Jakarta* - Luapan lumpur Lapindo yang semakin menjadi-jadi hingga terjadinya ledakan pipa gas dianggap serius oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menyatakan rangkaian kejadian tersebut sebagai bencana. "Yah ini jadi sudah *disaster*. Jadi negara harus mulai ikut memikirkan ini," kata Menteri ESDM Poernomo Yosgiantoro mengutip ucapan SBY, usai sidang kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/11/2006). Pernyataannya tersebut merupakan keputusan hasil rapat kabinet terbatas yang membahas situasi terakhir di Porong, Sidoarjo. Rapat diikuti oleh Wapres Jusuf Kalla, Menneg Lingkungan Hidup (Menneg LH) Rachmat Witoelar, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Ketua Timnas Lumpur Sidoarjo Basuki Hadimuljono, Gubernur Jatim Imam Utomo, Pangdam Brawijawa Syamsul Mappareppa dan Kapolda Jatim Herman. Tidak jelas benar maksud dari penepatan sebagai 'bencana' dan 'pelibatan negara' di atas. Apakah itu berarti Pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab penanggulangan dan penanganan dampak semburan lumpur dari PT Lapindo layaknya musibah yang statusnya bencana nasional. Purnomo tidak memberikan jawaban yang konkrit saat dikonfirmasi mengenai hal itu. "Kita jabarkan nanti. Akan kita bicarakan dengan Bakornas sebagai tindak lanjut dari petunjuk Presiden. Lapindo masuk tim kita dan sudah bersama-sama ikut dalam rapat," ujarnya.*(lh/fjr)* *Baca juga:* - Presiden SBY: Kasus Lumpur Lapindo adalah Bencana<http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/23/time/212113/idnews/712051/idkanal/10> - Komnas HAM Nilai Hak Warga Korban Lumpur Lapindo Terabaikan <http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/22/time/111903/idnews/711227/idkanal/10> - Lumpur Meluap, Tol Porong-Gempol Ditutup<http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/18/time/094054/idnews/709578/idkanal/10> - Tol Porong Kembali Dibuka<http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/11/time/100137/idnews/706828/idkanal/10> -- **************************************************** "Ada dua hal yang tidak terbatas, yaitu: Alam Semesta ini dan Kebodohan Manusia; namun mengenai Alam Semesta tersebut masih saya ragukan . . ." (Albert Einstein) **************************************************** [Non-text portions of this message have been removed]

