Pernyataan Dubes AS itu menunjukkan adanya perubahan politik luar negeri AS, bukan mau cuci tangan.
Sebab, sebelum Partai Republik (partainya Bush) kalah (dalam pemilu mid-term kemarin), politik luar negeri AS itu tidak perduli apa pun kata negara lain di forum internasional. (Bush boleh jadi belajar banyak dalam cara-cara ini dari Israel, terutama yang berkaitan dengan Timur Tengah!) Artinya, kalau pun jumlah negara yang tidak setuju kepada suatu cara penyelesaian yang ditawarkan oleh Bush terhadap suatu masalah internasional, Bush tidak jalan terus, terutama sekali dalam urusan penggunaan kekerasan senjata, Bush itu prinsipnya kira-kira "hantam dulu, urusan belakangan!" Termasuk tidak perduli kepada suara partai lain (baca: Demokrat) terhadap masalah tersebut. Itu artinya, persoalan Irak misalnya, itu diambil alih seluruhnya oleh AS dan bukan "urusan internasional." Menteri LN AS Powell pun digantikan oleh Rice, bukan? Karena Powell berbeda pandangan dengan Bush. Nah, sekarang yang berkuasa di Senat dan House itu bukanlah lagi Republik, melainkan Denokrat. Dan Demokrat lebih setuju kepada Powell. Akibat kekalahan Republik di AS itu, maka Tony Blair pun cepat-cepat berobah haluan dalam politik luar negerinya, bukan? Kalau tidak, dia yang selama ini sudah dicap kakitangannya Bush, bisa saja digulingkan oleh Parlemen Inggeris. Tapi Blair memang lihai, Blair malah bersuara lantang menghendaki agar Iran dan Siria dilibatkan dalam mencari jalan keluar dari masalah Iraq dll di Timur Tengah. Apakah AS akan menyetujui usulan Tony Blair itu? Tampaknya Bush tidak akan mau, sebab sudah kadung terlanjur mencap kedua negara itu negara teroris, bukan? Nah, itulah sebabnya (mungkin) dia mencari negara lain maka bertemulah dia dengan SBY di Bogor. Apakah kunjungan SBY ke Jepang, dan mungkin perjalanan ke luar negeri lainnya nanti, ada hubungannya dengan misi yang diperoleh dari Bush dalam pertemuan di Bogor? Entahlah! Ikra.- --- In [email protected], Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > From: Riza Sihbudi [EMAIL PROTECTED] > > Berita yg dimuat Kompas di bawah ini, benar-benar membuat kita harus garuk2 kepala Pernyataan dubes Pascoe bener2 ngawur berat !!! Bush yg memporak-porandakan Irak, lalu masyarakat internasional yg harus ikut bertanggung jawab . Kata orang Betawi, enak di lu kagak enak di gue . > > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- ---- ----- --------- --------- ----- > > Kamis, 23 November 2006 > > Amerika serikat > Masalah Irak Adalah Masalah Internasional > > jakarta, kompas - Krisis politik dan segala kekacauan yang kini tengah terjadi di Irak adalah juga masalah dunia, bukan hanya masalah Pemerintah AS. Karena itulah AS menilai komunitas internasional harus turut serta terlibat aktif dalam menangani konflik Irak dan konflik kawasan Timur Tengah lain seperti di Israel , Palestina, atau Lebanon . Seperti yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia dalam membantu menangani konflik di Lebanon. > "Ini bukan semata-mata untuk membantu kami atau orang lain, tetapi memang begitu cara dalam menyelesaikan masalah dunia seperti yang memang seharusnya dilakukan negara-negara besar seperti Indonesia . Itu biasa," kata Duta Besar AS untuk Indonesia Lynn Pascoe, Rabu (22/11), ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. > Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, dalam jumpa pers Yudhoyono menyatakan, masalah Irak bukan hanya persoalan AS. Indonesia percaya dengan bekerja sama dan bertukar ide maka akan bisa melahirkan solusi jangka panjang yang baik untuk Irak. Pernyataan dari Yudhoyono ini menimbulkan banyak pertanyaan dari ebrbagai kalangan, mengingat sejak awal posisi Indonesia sudah jelas, yakni mengecam invasi Irak. > Namun, Pascoe justru memandang pernyataan Yudhoyono sebagai bentuk keseriusan dan komitmen nyata dari Indonesia untuk mengambil peran lebih besar di komunitas internasional. Apalagi mengingat Indonesia saat ini telah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dan akan efektif bekerja tahun 2007. "Ini kesempatan tepat bagi Indonesia yang menyatakan ingin ikut berperan dan menjadi pemain yang serius. Kami yakin Indonesia bisa memainkan peran yang kuat dan positif," kata Pascoe. > Pernyataan Yudhoyono itu dinilai sesuai dengan upaya AS yang sejak dua-tiga tahun terakhir berusaha keras mencari dukungan dari sebanyak mungkin negara untuk membantu menangani krisis di Irak. > Jika memang tidak ada yang bersedia memberikan saran atau bantuan untuk menyelesaikan krisis Irak, kata Pascoe, juga tidak masalah. Hanya saja, lanjutnya, yang terjadi saat ini di Irak adalah gejolak kekerasan sektarian. > "Sebagian besar mereka menyerang dan membunuh sesama Irak dan bukan ke arah AS," ujarnya. > Jika memang ada negara yang bersedia memberikan saran atau ikut membantu mencarikan jalan keluar masalah Irak, kata Pascoe , AS selalu bersedia mendengarkan. Hingga kini AS masih berusaha mencari jalan keluar untuk menyelesaikan krisis dan meraih stabilitas di Irak agar Irak bisa segera maju. > "Tidak ada satu pun negara yang bisa menangani masalah dunia yang kompleks dan rumit sendirian. Perlu kerja sama. Kebetulan kini AS negara yang punya kekuatan terbesar di dunia. Karena itu kami punya tanggung jawab lebih besar dalam meraih stabilitas dunia tetapi negara lain juga punya tanggung jawab yang sama," kata Pascoe. > Hasil nyata > Pertemuan bilateral antara Bush dan Yudhoyono dinilai sangat strategis dan bermanfaat bagi kedua belah pihak. Secara konkret, kata Pascoe, kedua presiden telah menandatangani beberapa kesepakatan salah satunya kerja sama pengembangan sistem peringatan tsunami. Bentuk kerja sama ini berbentuk kerja sama ilmiah dan teknologis untuk mendeteksi bencana alam tsunami. > Di dalam perjanjian itu AS berjanji memberi paket bantuan seperti riset gabungan untuk mengadopsi teknologi mendeteksi tsunami dan dikoordinasikan dengan Sistem Peringatan Tsunami Samudra India sebesar 16,6 juta dollar AS. Kesepakatan itu menjadi landasan bagi kerangka kerja sama bencana alam lain seperti banjir, tanah longsor, dan letusan gunung berapi. > Ada pula bantuan sebesar 55 juta dollar AS selama dua tahun dari Millennium Challenge Corporation (MMC). Bantuan ini diberikan untuk program imunisasi dan program menumpas tindak korupsi dengan cara reformasi di berbagai institusi. > Dalam pertemuan bilateral itu juga dibicarakan iklim investasi Indonesia . > "Investasi akan masuk ke tempat yang iklim investasinya mendukung. Jika tidak, investor akan lari ke tempat lain. Negara lain menciptakan kondisi yang positif sehingga investor tertarik masuk. Di Indonesia, ada upaya menarik uang dalam setiap tahapan proses atau ada aturan tertentu yang memakan waktu hingga satu dua tahun sebelum akhirnya investor bisa masuk. Kami ingin Indonesia bisa ikut kompetisi perdagangan dunia tapi harus bisa diciptakan iklim investasi yang positif," kata Pascoe. (LUK) > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com > > > > > _____________________________________________________________________ _______________ > Do you Yahoo!? > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. > http://new.mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] >

