Kesalahan yang ditawarkan manis bak madu
Disepuh kelembutan sutra halus  
Mengguncangkan iman dan keyakinanmu

Rintih  Ariel Saron sang pembunuh bayi dan ibu
Ditengah hidup  mati menyayat  kalbu

Raungan setan pencuri ilham terdengar
Tertancap panah-panah api malaikat
Manusia pun jatuh pingsan kasihan


 Kebenaran ditegakkan diatas pedang
 Tajam melukai sukma dibiarkan berlalu

Kebenaran pahit melebihi botrowali ditambah empedu
Dibuang sejauh akhir mata memandang


Indah kekufuran dibeliti kidung merdu
Buruk keimanan dihiasi Mukjizat Tuhan-Mu
Tertipu akal memilih  memilah
Menggugat kebenaran sejarah apa dan apakah?


created by Aris Solikhah special 4 u





Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Syekh 
Siti Jenar, apakah ia pernah menyatakan dirinya nabi ? Seperti apa yang 
dikatakan oleh Musailamah Al Kadzdzab bahwa dia adalah nabi ? Karena itu, maka 
pada akhirnya ia dibunuh , beda........Memang sangat sulit  memastikan, karena 
hanya satu aliran saja yg bisa masuk sorga diantara 73 aliran itu :)))
 
 Syekh Siti Jenar sudah mengetahui ia akan dihakimi oleh Walisongo, maka  coba 
kita baca pernyataanya dalam Asmarandana  Pupuh 10 :22-23 sbb. :
    
   Kebangkitan :
   "Mustahil saya menjadi takut. Sehelai rambut terbelah sejuta, tiada gentar 
menghadap maut. Meski jiwa raga bercampur tanah, dengan bumi menyatu, saya tak 
akan menghindar. Takdir tiada mengenal mundur. Semua ada dalam kekuasaan Yang 
Murba Wasesa, yang menguasai segala kejadian."
    
   "Orang mati tiada merasa sakit. Yang merasa sakit itu hidup yang ada di 
dalam raga. Bila tugas jiwa telah tunai, maka alam aning anung tempat 
kembalinya. Alam yang tentram dan bahagia Aman damai sejahtera. Selamanya. 
Tiada lagi ketakutan terhadap bahaya."
    
    Syekh Siti Jenar juga menghendaki suasana yang membuat orang Hatinya tenang 
serta Pikiran jernih, dengan cara Olah-Laku yaitu  suasana "ananeng,ananing, 
uininung, uninang"
    
   Ajaran Syekh Siti Jenar menekankan ajaran Kasih dan Pengampunan, karena 
Allah itu Kasih adanya,  dan tidak bersifat kejam. Membunuh ! 
                         
    
   
 
 aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
           Akibat tetera Siti Jenar di bawah, Walisongo memberinya "hadiah 
istimewa" - sama seperti apa yang dilakukan Khalifah Abu Bakar pada Musailamah 
Al Kadzdzab -
 
 Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
 Syair Yang diambil dari Pupuh III :38 dan 41 ditulis oleh Syekh Siti Jenar, 
dalam buku Makna "Kematian" oleh Achmad Chodjim hal 196 tentang PENOLAKAN 
SYARIAT.
 
 P E N O L A K A N S Y A R I A T 
 
 Sadat salat pasa tan apti,
 Seje jakat kaji mring Mekah,
 Iku wus palson kabeh,
 Nora kena ginugu,
 Sadayeku durjaning bumi,
 Ngapusi liyan titah,
 Sinung swarga besok, Wong bodho anut aliya,
 Tur nyatane pada bae durung uning,
 Seje ingsun Lemahbang.
 
 Yeka ingkang den anggep Hyang Widi,
 Seh Lemahbang darmastuteng karsa,
 Sumarah ing Hyang dhawuhe,
 Tekad jabriyah kagulung,
 Kadariyah wimbaning lahir,
 Madhep mantep tur panggah,
 Kuwat ing pangangkah,
 Kukuh kasmala nirmala,
 Ngantepi urip prapteng layu yakin,
 Tan mangeran bidi cipta.
 
 Syair Pupuh ini ada di "Serat Seh Siti Jenar"
 
 Sedikit kupasan oleh penulis Achmad Chodjim sbb. :
 "Sadat, salat, pasa tan apti" diterjemahkan "Syahadat, salat dan puasa tidak 
diinginkan"
 
 Pada Baris ketiga artinya : "Semuanya palsu belaka"
 Atau "Semuanya omong kosong".
 
 Apa yang bisa diungkap dari penerjemahan tersebut ? Siti Jenar menolah 
Syari-at, dan 
 Syariat dianggap sebagai omong kosong atau palsu belaka...............
 ........dst...dst.....
 
 Syekh Siti Jenar mengatakan : Dia menolak syariat dari Arab, mengapa? Karena 
bentuk syariat ibarat warna dan bentuk baju, warnanya tergantung selera dan 
budaya orang yg memakai. Bentuknya tergantung kondisi geografi dan iklim dari 
tumbuhnya budaya dan agama !!! Halaman 210 dalam Makna "Kematian"
 
 Bahkan Siti Jenatr mengatakan bahwa kelima rukun Islam itu sudah berubah 
maknanya dalam hidup ini. Semuanya menjadi formalitas belaka.Tak ada manfaat yg 
didapat orang Jawa dalam menjalankan syariat yg lima itu. Semunya tidak bisa 
dituruti dan dipegangi.....
 .......................Akhirnya syariat menjadi tanpa makna.
 
 Dikatakan dalam Q.S> al-Ma-un (107) :4-7 ditafsirkan bahwa : Pelaksanaan salat 
bukanlah sebuah tujuan dalam hidup ini. Salat merupakan etika dalam kehidupan 
beragama. Makna dan tujuan di balik pelaksanaan salat itu yg tidak boleh 
diabaikan. Justru salat merupakan hal yg mencelakakan manusia bila hanya 
dikerjakan sebagai pemenuhan formalitas, tak memberikan manfaat bagi orang2 yg 
menderita.
 ....................bacalah sendiri seru, menarik, tegang dan penuh kata2 
"Mencengangkan" 
 
 Contoh hukuman syariat, Klik saja..................Turn on your speaker !
 Islamic Cutting of Hands and Feet 
 <http://apostatesofislam.com/media/video/handcutting_video_islam_200kbps.wmv>
 Right-click here!
 
 Islamic Stoning to Death 
 <http://apostatesofislam.com/media/video/stoning_video_100kbps.wmv> Right-click
 Here!
 
 Wass Wr Wb
 
 Rudy Prabowo
 
 ---------------------------------
 Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu
 Pena lebih tajam dari pedang
 Tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid
 
 pustaka tani 
 nuraulia
 
 ---------------------------------
 Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 ---------------------------------
 Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                       


Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu
Pena lebih tajam dari pedang
Tinta seorang  berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid


  pustaka tani 
  nuraulia

 
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke