dear all...

dalam laut dapat diukur, dalamnya hati siapa tahu...
ikhlas atau tidaknya teh nini, apakah dapat dilihat dari raut muka dan
senyuman? kalau teh nini "dipaksa" tersenyum bagaimana? karena konon
katanya, teh nini sempat semaput tiga kali dan dirawat di RS Muhammadiyah
Bandung...
apakah karena ikhlas dan ridho, menyebabkan teh ninih semaput dan
"nggeblak"?

salam,
ananto


On 12/4/06, Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Selamat datang kembali cak! Saya juga merenung, tapi renungan saya
> semacam ini:
>
> Kenapa orang pada repot, teh Nini nya aja gak repot!. Buat saya,
> kalau istri pertamanya ikhlas (semoga teh Nini mendapatkan
> surgaNya), kenapa yang lain repot. Saya akan repot dan
> ikut 'menghujam' AA kalo teh Nininya didzalimi.
>
> Renungan saya juga menuju kepada peng'idola'an seseorang.
> Alhamdulillah saya tidak mengidolakan sapa-sapa termasuk AA, jadi
> gak sakit hati kalo AA berpoligami. Ya itu sakit hati saya kalo AA
> sampe mendzalimi teh Nini.
>
> Ketika pertama kali saya mendengar gossip ini, yang saya ingin tahu
> sekali adalah bagaimana teh Nininya: kalau ikhlas ya kenapa kalau
> tidak ikhlas ya kenapa. Bukan alasan AA Gymnya.
>
> Saya sempat menitikkan air mata ketika mendengar pernyataan2 teh
> Nini. Ia menginginkan suaminya bahagia dan mencari ridha Allah.
> Kalau semua dilakukan karena Allah, tidak ada yang terasa berat
> akhirnya. Rasa yang paling besar yang ada dalam diri wanita adalah
> rasa dengki. Apalagi melihat kelebihan-kelebihan madu. Ini menjadi
> latihan buat teh Nini dalam mensikapi rasa dengkinya tersebut dgn
> positif thinking dalam mencari ridhaNya. Itu sebagian kata teh Nini.
>
> Manusia dibelahan bumi ini kini tidak bisa berbagi kasih, berbagi
> kebahagiaan, Maka ketika ada yang bisa, menjadi aneh dan heboh.
> Manusia dibelahan bumi sana dahulu bisa berbagi kasih dan berbagi
> kebahagiaan (seperti jaman2 kerajaan masa lalu), maka ketika ada
> yang tidak bisa akan dikatakan egoist...:-). Ini yang dikatakan
> bagian dari kebudayaan (keumumaan atau kelayakan budaya setempat).
> Sedang agama yang universal harus mengakomidir semua keadaan dalam
> membawa kemaslahatan umat, karena kalau tidak..hilanglah sifat
> keuniversalannya. Tinggal, bagaimana dan kapan manusia memakai agama
> sebagai alasan, hanya dirinya dan Allah yang tahu.
>
> wassalam,
>
> --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "Huttaqi"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Renungan Senin 3 Des 06
> >
> > Assalamu'alaikum Wr.Wb
> >
> > Kemaren saya mendapatkan pertanyaan menarik dari salah seorang
> teman melalui sms,
> > "cak huttaqi apa mau ngikuti jejak AA Gym ?"
> >
> > Saya yang sudah lama gak ngikuti perkembangan zaman ganti
> bertanya,"Emang Ada Apa dengan AA Gym?"
> >
> > "Lho masak ndak tahu? kan dia nikah lagi ma janda beranak 3 "
> >
> > "Oooo...", gumam saya kagum (he..he..he...)
> >
> > Terus saya katakan,"Saya gak ngikut AA Gym, kamu kan tahu saya
> punya jalan sendiri"
> >
> > di balas sama temen itu,
> > "Maksudnya jalan sebagai pengikut Nabi Muhammad saw ? jadi gak
> ngikut poligaminya tapi ada kemungkinan poligami juga, ngikut Nabi ?"
> >
> > Saya jawab,"kepingin saya sih memang ngikut nabi Muhammad saw,
> tapi bagaimana lagi, saya memiliki takdir sendiri"
> >
> > Kemudian tak ada lagi balasan sms dari temen tersebut,
> >
> > Saya kemudian merenung...
> >
> > Kejadian yang di alami AA GYM bukanlah kejadian yang aneh, bukan
> pula kejadian yang luarbiasa....
> > tapi menjadi heboh karena Beliau adalah publik figur, orang yang
> senantiasa disorot media...tokoh masyarakat, seorang ulama, tokoh
> bisnis, dan seabrek kelebihan Beliau...
> >
> > Sudah terlanjur umum memang di Indonesia ini, kalau orang nikah
> lagi alias poligami, maka hebohlah, seolah yang melakukan poligami
> itu sudah melakukan dosa yang sangat besar...sementara kalau
> selingkuh masih dikategorikan setia..he..he...
> > Aneh memang budaya di Indonesia ini,
> > Poligami dirasa sebagai sebuah kesalahan,
> > sementara selingkuh seolah menjadi hal yang wajar-wajar saja...
> > atau mungkin saya salah ya ??
> >
> > Mulai zaman Adam sampai zaman sekarang ini, masalah hubungan
> antara laki dan perempuan sudah menjadi salah satu titik
> permasalahan yang akan muncul sampai zaman kapanpun...
> >
> > Adam jatuh ke dalam dosa juga persoalan ini,
> > Keluarga Ibrahim terpisah antara Hajar dan Sarah juga sebab ini...
> > Bahkan di dalam keluarga Nabi Muhammad saw pun terjadi konflik
> internal juga masalah ini..blok Aisyah dan Blok Zainab binti Jahsy,
> atau dengan Mariam al Qibtiyah....
> >
> > Meski di dalam al Quran ada dibolehkan, apakah selalu berarti
> poligami itu dibolehkan ?
> > Bagaimana seandainya dasar niatnya bukan menjalankan perintah
> Allah melainkan nafsu belaka?
> > Darimana engkau tahu itu berniat menjalankan perintah Allah atau
> sekedar pelampiasan nafsu belaka?
> >
> > Begitu samar ....Begitu halus....dan setelah itu...
> > siapa yang tahu kenyataan kebenarannya ?
> > Who Knows ???
> >
> > Ada yang poligami terus terang dengan mengatakan dia didorong oleh
> nafsunya...
> > Ada juga poligami yang ditutupi dengan mengatakan menjalankan
> perintah Allah...
> > Sudahkah perintah itu turun kepadamu ?!?!?!
> > ataukah sekedar nafsu tersembunyi yang samar dan menggoda ??
> >
> > hmm..hmmm..
> > Jangankah seorang ulama, bahkan seorang Nabipun mendapat cap dan
> stempel hanya memenuhi nafsu syahwat saja ketika poligami
> dilakukan...
> >
> > Saya jadi teringat pertemuan mula antara KH Agus Salim dengan Bung
> Karno,
> > Ketika itu Bung Karno ngotot bahwa idealnya sebuah keluarga ya
> berpasang-pasangan, satu dengan satu, satu suami dengan satu istri.
> tanpa Poligami...
> >
> > Sementara KH Agus Salim mengatakan, bahwa menurut syariat agama,
> poligami itu dibolehkan...
> >
> > Perdebatan dan dialog ini tak berkesudahan...
> > Sampai beberapa tahun kemudian, terjadi lagi pertemuan antara Bung
> karno dengan KH Agus salim..
> > KH Agus Salim masih tetap beristri satu, meski dia mengatakan
> poligami dibolehkan oleh syariat agama,
> > dan Bung Karno sudah beristri lebih dari satu, meski awalnya
> bersikukuh pasangan itu hanya satu dan satu...
> >
> > tapi benarkan berpasangan itu berarti satu dan satu ?
> >
> > .....
> > huttaqi berhenti merenung masalah ini..
> > Masih banyak masalah besar yang harus diselesaikan
> >
> > Awal Desember 06
> > ..........................
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke