Membaca berita saat berlangsungnya Asian Games di Doha Qatar, dimana setiap hari kita disuguhi berita kegagalan demi kegagalan para atlit Indonesia di arena Asian Games, sungguh menyesakan dada bahwa kita yang sering menepuk dada sebagai bangsa yang besar dalam jumlah namun melempem dalam kualitas manusianya, dalam urutan perolehan medali kita berada dibawah tetangga kita di asean seperti thailand, malaysia, singapura bahkan vietnam, malahan posisi kita masih dibawah Mongolia, negeri yang penduduknya masih hidup dalam sistem pertanian sederhana dan sebagian penduduknya sangat menghormati cacing tanah. untuk cabang-cabang beregu yang memerlukan kerjasama tim, seperti bola voli dan sepakbola indonesia hampir dipastikan tidak pernah berjaya bahkan pulang dengan kekalahan memalukan, coba tim sepakbola mana dari peserta asian games yang paling banyak kebobolan ? dengan lebih selusin gol ? dengan menghabiskan biaya pelatihan sebesar Rp 28 milyar. sepertinya kita menjadi terbiasa dengan kegagalan demi kegagalan sehingga kita tidak perlu lagi malu dengan kekalahan. yang saya lihat langsung dalam pertandingan2 yang diikuti para atlit Indonesia, adalah tidak adanya determinasi, dan fighting spirit yang cukup tinggi untuk menutupi kelemahan dalam fisik yang lebih kecil dari bangsa lain. salam iwan
--------------------------------- Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business. [Non-text portions of this message have been removed]

