enak niru arab, kawin banyak banyak, sunnah rosul pulak :D
On 12/12/06, Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "RM > Danardono HADINOTO" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "Lina > Dahlan" <linadahlan@> wrote: > > > > > > Mau berbagi pandangan. > > > Sulit bagi beberapa orang, termasuk saya, memisahkan Allah dari > diri > > dan segala kehidupan (Mungkin karena selalu berjanji dalam > sholat > > bahwa "sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku > hanya untuk > > Allah semata"). Paling banter untuk saya adalah > untuk self control, > > apakah Allah ridho? > > > > > > > > > Kalau kita mampu tak memisahkan diri kita dari Allah sedetikpun, > kita > sudah terbang keawan, lepas landas dari bumi, suci tak lagi > berbuat > dosa.. > > Berapa % dari apa yang kita lakukan se-hari hari diridhai Allah? > Kita > jawab bagi kita masing masing dalam hati... > > Lina: Mampu tak mampu bukan urusan kita. Kita hanya berusaha self > control. Tak ada yang mampu sedetikpun tak memisahkan diri dari > ALLAH, tapi itulah perjuangan hidup pribadi sebagai MANUSIA yang > harus terus diusahakan. Ada yang menyebutnya inilah jihad dalam > hidup. Jatuh bangun dan jatuh bangun. > > Betul! jawab masing2 dalam hati kita. Ini juga suatu introspeksi. > > > > > > kalau 90% dari bangsa kita mampu berbuat demikian, kita sudah > melewati > AS, Jepang, Eropa dan negara negara maju dalam > menjalankan kehidupan > negara dan bangsa, jauh dari > keamburadulan..kehidupan tertata, hukum > tertegakkan, moral > dijunjung.. > > > > Let us be autocritical.. > > Lina: Bisa jadi demikian. Namun nampaknya bangsa kita seperti bangsa > yang baru melek mata lalu melihat kemajuan kehidupan negara dan > bangsa lain, lalu langsung mau mencontoh/menjiplak kemajuan itu apa > adanya, tanpa instrospeksi diri: siapa kita ini?. Ada yang mau > mencontoh ke Timur (Tengah) sana, ada pula yang mau ke Barat sana. > Yaaa..itulah hidup..selalu ada daya tarik menarik antara dua kutub. > > > wassalam, > > > [Non-text portions of this message have been removed]

