FÖRDER UND INTERESENGEMEINSCHAFT INDONESIA FIG – INDONESIA Jl. Sultan Hasanuddin No. 10, Pantai Kasih, Sabang, NAD, Indonesia Tel./Fax: xx62-652-21066. Email: [EMAIL PROTECTED] / www.FIG-Indonesia.info ____________________________________________________________________________
Press Release Nr. 6, 21 Desember 2006 Pada hari Rabu, 20 Desember 2006, FIG-Indonesia telah mengadakan Jumpa Pers yang diselenggarakan di “D’ Rodya Cafe” , di Jl.T. Daud Bereu’eh No. 153, Banda Aceh, NAD Jumpa Pers tersebut berlamgsung dari pukul 12.00 – 14.30. Hadir dalam acara tersebut: 1. Asril Zaidir, GATRA, 2. Maimun, TEMPO, 3. Mellani Eka Mahayana, RAKYAT MERDEKA, 4. Nani Afrida, THE JAKARTA POST, 5. Mahyar, S.Sos, TVRI-NAD, 6. Yudi, TVRI-NAD, 7. Heru, ANTARA, 8. Dell, METRO TV, 9. Hafli S., TV 7, 10. Teuku Haris F., RRI-BANDA ACEH, 11. Umri PM, HARIAN ACEH, 12. Didien, SEPUTAR INDONESIA, 13. Reza Munawir, 106 NIKOYA FM, 14. Zakiah, MEDIA-NAD, 15. Ani, MEDIA-NAD, 16. Riandi Armi, MEDAN BISNIS, 17. M. Fikri R., BEURAWA POST, 18. Riza, RADIO FLAMBOYANT FM, 19. Fitri Juliana, RADIO BAITURRAHMAN, 20. Zulkarnaini, KBR ANTERO, 21. Aldosty, KBR ANTERO, 22. Zamzami, PDRM, 23. John Elfi, BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI (BRR) NAD-NIAS, 24. Irwansyah Putra, BRR NAD-NIAS, 25. Mikael Onny Setiawan, BRR NAD-NIAS/SEUMANGAT 26. Oni, BRR NAD-NIAS, 27. Novi, BRR NAD-NIAS, 28. Ir. Teuku Agam Saifuddin, GITEC, 29. Zakaria A.J., ADB/ETESP 24, 30. Sri Dewi Susanty, ESETP 24 – SPEM, 31. Arief, JATI FM, 32. Aldilla Fitria, RADIO BINKARA, 33. Mhd. Arifsyah Nst., AFS, 34. Ical, JROEH, 35. Voya, SIKA PRESS, 36. Hotli Simanjuntak, Cameraman/Photographer. Dari FIG-Indonesia hadir: Yves Dantin, Presiden FIG-Indonesia, Verena Setyawati, Direktur, M. Haekal, Program Manager, Batara R. Hutagalung, Public Relations, Henny, Karyawati. FIG-Indonesia menyampaikan ‘Buku Putih Mengenai FIG-Indonesia’, yang isinya menjelaskan mengenai seluruh program bantuan yang dilakukan oleh FIG-Indonesia, baik di Sabang maupun di daerah lain di Indonesia, juga klarifikasi tuduhan yang disampaikan oleh beberapa kalangan, baik di Indonesia maupun di Jerman. Dalam buku putih tersebut, FIG-Indonesia melampirkan sejumlah dokumen/korespondesi/pernyataan, dsb., yang mendukung kebenaran penjelasan FIG-Indonesia. Dalam acara tersebut, FIG-Indonesia membantah tuduhan yang dilontarkan oleh Gerak (Gerakan Rakyat Anti Korupsi) – Aceh. Bantahan ini diperkuat dengan bukti-bukti terlampir, yaitu pernyataan, laporan dan keterangan dari berbagai institusi –a.l. BRR, UNDP, InWent/Kedutaan Besar Jerman- yang menerima laporan Gerak-Aceh dan kemudian mengirim tim investigasi atau tim teknis untuk meneliti kebenaran laporan tersebut. Pj. Walikota Sabang juga memberikan keterangan tertulis, bahwa FIG-Indonesia baru dapat memulai pekerjaan pembangunan rumah pada awal bulan Oktober 2005, karena masalah pembebasan lahan, perizinan dsb., baru selesai akhir September 2005. FIG-Indonesia sangat menyayangkan Judul berita di majalah Gatra dengan tegas menyatakan, bahwa seorang penyantun Jerman telah menilap dana bantuan untuk Tsunami. Pemberitaan yang tendensius seperti ini dapat dikategorikan sebagai fitnah dan pencemaran nama baik. Berbagai pemberitaan tersebut ternyata dipercayai oleh lembaga donor, yang kemudian menarik kembali dana sebesar sekitar 10 milyar rupiah yang sebenarnya telah diberikan kepada FIG-Indonesia untuk membantu korban Tsunami di Sabang. Dengan demikian, laporan palsu dan berbagai pemberitaan yang tidak benar, secara langsung telah sangat merugikan para korban Tsunami di Sabang, yang kehilangan dana bantuan sekitar 10 milyar rupiah. Instansi-instansi resmi baik Indonesia maupun internasional seperti BRR, UNDP, setelah melakukan sendiri penelitian di lokasi-lokasi proyek FIG-Indonesia, memberikan laporan dan pernyataan, bahwa semua hal yang dituduhkan kepada FIG-Indonesia tidak benar, bahkan sebaliknya, proyeknya nyata dan hasil kerja FIG-Indonesia sangat baik. Demikian juga dengan InWent, Kedutaan Besar Jerman, yang menyatakan tidak menemukan hal-hal yang dituduhkan kepada FIG-Indonesia. Pemerintah Kota Sabang tetap memberikan kepercayaan penuh kepada FIG-Indonesia untuk melanjutkan kegiatannya di Pulau Weh. FIG-Indonesia telah menugaskan pengacara untuk menempuh jalur hukum sehubungan dengan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh beberapa pihak terhadap FIG-Indonesia. Di bawah ini berita dari Kantor Berita Nasional ANTARA yang hadir dalam acara jumpa pers tersebut. Batara R. Hutagalung Public Relations Link mengenai masalah FIG-Indonesia dapat dilihat di: http://www.acehrecoveryforum.org/id/news/arf_news/index.php?id=146 http://batarahutagalung.blogspot.com, http://www.carookee.com/forum/Entwicklungshilfe/54/14305061#14305061 ==================================================== http://www.antara.co.id/en/seenws/?id=25003 German donor withdraws humanitarian aid for Aceh tsunami victims Banda Aceh (ANTARA News) - A German donor has withdrawn a financial assistance of 1 million Euro (about Rp10 billion) for tsunami victims of Sabang city after reports on an alleged corruption by FIG Indonesia which had been entrusted with the management of the aid, a spokesperson said. "Alleged corruption committed by FIG Indonesia has caused negative impact on tsunami survivors living in Sabang city as the fund for meant for them had been withdrawn," FIG Indonesia`s spokesman Batara R. Hutagalung said here Wednesday. The alleged corruption might have been committed by certain officials of FIG Indonesia and its local partner GeRAK, he said. Hutagalung was explaining a finding of the Anti-Corruption People Movement (GeRAK) that FIG Indonesia has made a fictitious project and set up bad quality houses for tsunami victims. GeRAK has also accused FIG Indonesia of embezzling humanitarian assistance in December 2005, one year after the tsunami hit Aceh. Hutagalung, however, said German auditors gave positive result to an audit on FIG Indonesia`s financial report. The German donor allocated 2 million Euro for Aceh tsunami victims and disbursed the loan in stages. One million Euro has already been used to build houses and to fund fishery, educational and health facility development projects. FIG Indonesia has already built 51 houses in 26 locations, Hutagalung said, adding that the agency has been building many houses. Unfortunately, the decision to withdraw the financial aid will automatically cancel the building of scores of houses, a kindergarten and a vocational school in Sabang city, he said. The tsunami hit Aceh on December 26, 2004 following an earthquake measuring 8.9 on the Richter scale. The tidal waves killed almost 200,000 people and devastated thousands of public facilities. (*) Copyright © 2006 ANTARA December 20, 2006 ============================================== http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=276336&kat_id=23 Rabu, 20 Desember 2006 16:42:00 Jerman Tarik Kembali Bantuan Rp10 Miliar untuk Sabang Banda Aceh -RoL-- Pihak donatur Jerman menarik kembali bantuan senilai 1 juta Euro (sekitar Rp10 miliar) untuk korban tsunami di Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), menyusul tuduhan penggelapan yang diduga dilakukan Forder und Interssengemeinschaft (FIG) Indonesia yang mengelola dana tersebut. "Akibat adanya konspirasi beberapa oknum di LSM GeRAK dan orang Jerman telah menyebabkan kerugian yang besar bagi masyarakat Sabang, karena bantuan yang telah diberikan ditarik kembali oleh pihak donor," kata Humas FIG Indonesia, Batara R. Hutagalung di Banda Aceh, Rabu. Pada kesempatan itu, Batara juga mengklarifkasi tuduhan dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GeRAK) Aceh yang telah menuding FIG Indonesia melaksanakan proyek fiktif dan mutu rumah yang tidak bagus. Seandainya GeRAK benar memperjuangkan kepentingan rakyat, mengapa kelompok tersebut tidak menanyakan langsung kepada masyarakat korban tsunami yang telah menerima bantuan rumah dan lainnya, katanya. Mengenai penyelewengan dana pada Desember 2005, FIG Indonesia telah menyerahkan pembukuan untuk diaudit di Jerman. Hasil audit positif, ujarnya. "Kalau memang dana satu juta Euro tidak bisa ditarik kembali, maka lembaga GeRAK yang menamakan dirinya gerakan rakyat justru menambah sengsara rakyat," katanya. Sementara itu, tokoh masyarakat Sabang, H. T. Anwar sangat menyayangkan sikap donor Jerman yang telah menarik kembali bantuan untuk rakyat Sabang, akibat masalah yang belum tentu kebenarannya. "Seharusnya pihak donor melihat permasalah tersebut secara jernih dan tidak hanya menerima laporan sepihak yang belum tentu kebenarannya," ujarnya. Berdasarkan pengamatan dirinya, rumah yang dibangun FIG Indonesia untuk masyarakat korban tsunami di Sabang sesuai dengan jadwal dan mutunya sangat layak. Puluhan dari ratusan rumah yang telah dibangun FIG Indonesia sangat layak dan mutunya bagus, ujarnya.Anwar menilai, ada masalah pribadi antara pihak FIG Indonesia dengan orang lain yang tidak mendapat proyek tersebut. Pihak donor Jerman menganggarkan dana senilai 2 juta Euro namun pemberiannya dilakukan secara bertahap. Tahap pertama disalurkan 1 juta Euro yang kini telah diberikan masyarakat korban tsunami dalam bentuk perumahan, sarana nelayan, pendidikan, dan kesehatan. Khusus perumahan FIG Indonesia telah membangunan 51 unit rumah tipe-36 yang tersebar di 26 titik lokasi, dari jumlah itu 36 unit sudah dihuni. "Kini kita masih membangun beberapa unit lagi, dan masih dalam proses penyelesaian. Batara menyatakan, dengan ditariknya bantuan tersebut, maka pembangunan puluhan rumah, satu unit sekolah Taman kanak-kanan (TK) dan sebuah Sekolah Kejuruan yang telah direncanakan akan dibangun di Sabang, bakal tidak terwujud. Sementara itu, Pemko Sabang juga menyayangkan adanya pemberitaan yang menyudutkan FIG Indonesia, bantuan untuk warga Sabang terhenti. Penjabat Walikota Sabang T. Yusuf menyatakan, FIG Indonesia adalah NGO yang pertama memberikan bantuan program rekonstruksi dan rehabilitasi pasca tsunami di Sabang meliputi perumahan, gedung sekolah dan pemulihan mata pencaharian nelayan. FIG Indonesia adalah NGO yang melaksanakan pembangunan rumah di lokasi yang memiliki faktor kesulitan tinggi dan NGO asal Jerman itu mempunyai kelebihan bersedia membangun rumah bagi korban tsunami yang memiliki lahan sendiri. "Kualitas rumah baru kami nilai standard dan mutunya lebih baik dibandingkan rata-rata kualitas rumah korban tsunami di Banda Aceh. Kami menyaksikan sendiri bahwa FIG Indonesia telah sedini mungkin memulai persiapan yang diperlukan," kata Walikota T. Yusuf. antara/mim © 2006 Hak Cipta oleh Republika Online __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

