Komodo Perawan Bunting Tanpa Pejantan
   
  CHESTER, Jumat - Dalam suatu peristiwa yang bisa disebut sebagai keajaiban 
evolusi, seekor komodo betina bernama Flora, saat ini tengah bunting secara 
swasembada, alias tanpa pasangan jantan. Di tubuhnya kini ada tujuh anak komodo 
dalam telur yang siap dikeluarkan.
   
  "Kami sangat terkejut ketika mengetahui apa yang terjadi padanya," kata Kevin 
Buley, ahli reptil di Kebun Binatang Chester, di Inggris.
 
Sesungguhnya sudah lazim diketahui bahwa beberapa jenis reptil bisa 
bereproduksi secara aseksual dalam proses yang dikenal sebagai parthenogenesis. 
Namun mengingat bahwa Flora masih "perawan" alias selama ini belum pernah 
didekati pejantan manapun, maka peristiwa ini tetaplah menjadi sesuatu yang 
istimewa.
   
  Parthenogenesis adalah proses dimana telur berubah menjadi embrio tanpa 
dibuahi. Keunikan ini ditemukan pada sekitar 70 spesies hewan, termasuk 
beberapa ular dan kadal. Para peneliti sendiri tidak yakin apakah kemampuan ini 
dimiliki komodo sejak dahulu atau merupakan perkembangan evolusi naga-naga dari 
Indonesia itu.
   
  Pada usia 8 tahun, Flora sudah matang secara seksual. Namun karena dibesarkan 
dalam kandang, ia tidak pernah bertemu dengan komodo jantan. Ia hanya hidup 
bersama saudara betinanya, Nessie. Hal itulah yang membuat heran penjaga Flora 
semenjak Mei lalu komodo ini menelurkan 25 butir telur.
   
  Bukan hal aneh ketika komodo betina bertelur tanpa kawin, meski telur-telur 
tersebut tidak terbuahi. Namun sebagai tindakan jaga-jaga, para penjaga 
memasukkan telur Flora ke dalam inkubator. Separuh telur tersebut tampak 
seperti telur asli, sangat putih dan memiliki kulit yang liat.
   
  Lebih jauh, para perawat Flora terperangah saat melihat urat-urat nadi dan 
embrio mungil di dalam telur tadi. "Kami segera menyadari bahwa Flora telah 
membuahi telurnya sendiri," kata Buley.
   
  Untuk meyakinkan siapa yang "bertanggungjawab" atas pembuahan itu, mereka 
segera mengirim telur Flora beserta contoh jaringan tubuh Flora, Nessie, dan 
seekor komodo jantan ke laboratorium. Hasilnya menunjukkan bahwa meski embrio 
tersebut bukan kembaran Flora, namun DNA-nya tidak mungkin berasal dari komodo 
lain. 
   
  "Dari bukti ini, kami tahu bahwa komodo sepertinya mampu mengubah cara 
reproduksi mereka dalam kondisi sulit mencari pasangan," kata Dr. Rick Shine, 
seorang profesor biologi evolusioner di University of Sydney, Australia. 
"Kemampuan tersebut memberi komodo kemampuan bertahan lebih baik."
   
  Saat ini ada sekitar 4.000 komodo tersisa di alam, di mana 1.000 di antaranya 
betina. Kekhawatiran mengenai penurunan populasi komodo mungkin sedikit bisa 
ditepis berkat kemampuan pembuahan ini.
   
  "Bila komodo betina bisa menghasilkan keturunan tanpa pejantan, maka akan 
lebih banyak kesempatan untuk berkembang biak," kata Trooper Walsh, seorang 
peneliti komodo asal AS. "Komodo adalah hewan yang tangguh, dan ini adalah 
salah satu cara bagaimana hewan tersebut bisa menyesuaikan diri dengan 
lingkungannya."
  

Sumber: AP
Penulis: wsn
   
  http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0612/22/102102.htm

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke