LSI Dituding Masuk Tim Kampanye
(22 Dec 2006, http://www.fajar.co.id)

MAKASSAR -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dituding sebagai lembaga
yang tidak murni lagi dalam mengungkap keinginan publik terkait
pelaksanaan pilkada di Sulsel. Malah, lembaga yang dipimpin Denny JA
ini disinyalir sudah bertindak sebagai tim kampanye calon tertentu.
Penilaian ini disampaikan Koordinator Lembaga Survei Indonesia (LSI)
Area Sulawesi, Herman Heizer kepada Fajar malam tadi. Hanya saja,
Herman tidak merinci ke pihak mana LSI versi Denny ini mengarahkan
hasil surveinya.

Sekadar diketahui, Lembaga Survei Indonesia maupun Lingkaran Survei
Indonesia, kedua-duanya dikenal sebagai pelaksana survei, khususnya
terhadap daerah yang akan melaksanakan pilkada. Dalam survei tahap
pertama yang dipesan DPP Partai Golkar, Juni dan Juli lalu, memang
menggunakan LSI versi Denny. Sedang untuk survei tahap kedua, Golkar
ternyata memesan ke Lembaga Survei Indonesia yang juga memiliki
singkatan LSI.

Menurut Herman, survei tahap kedua DPP Partai Golkar yang dipercayakan
ke Lembaga Survei, belum rampung. Saat ini, baru dalam tahap
pengolahan data. Rencananya, hasil survei tahap kedua ini baru bisa
dirampungkan akhir Desember ini.

"Itupun tidak akan kami publikasikan. Sebab, survei ini merupakan
pesanan dari DPP Partai Golkar. Itu hanya untuk kebutuhan internal
Golkar. Apalagi memang sudah tercantum dalam kontrak. lagi pula,
survei tahap kedua ini merupakan survei pasangan," ujar Herman.

Sehingga, lanjut Herman, apa yang dilakukan LSI versi Denny, tidak
lain sudah bertindak di luar dari kebiasaan lembaga-lembaga survei
independen. "Kerja-kerja Lingkaran Survei Indonesia itu tidak murni
survei. Tapi juga tim pemenangan kandidat," ungkap Herman.

Ketua Biro Pemenangan Pemilu DPD I Partai Golkar Sulsel, Armin
Mustamin Toputiri yang dihubungi terpisah juga mengakui bahwa hasil
survei yang diumumkan Lingkaran Survei Indonesia tidak terikat kontrak
dengan DPP. DPP terang Armin, dalam melakukan survei memang dilakukan
oleh dua tim.

Tim pertama, jelasnya, dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia,
pimpinan Denny JA. Hasilnya sudah dikantongi DPP. Untuk survei kedua,
lanjutnya, dilakukan LSI, untuk survei pasangan yang saat ini masih
berjalan.

"Hasil survei kedua ini belum diketahui, karena memang prosesnya belum
selesai. Apalagi, hanya untuk DPP, tidak untuk dipublikasi, " katanya.

Armin menegaskan, apa yang dilansir media, kemarin, sama sekali bukan
pesanan Golkar. Apalagi, katanya, model kerja Lingkaran Survei
Indonesia yang mengumumkan hasil kerjanya di media itu, selain survei,
juga mem-back up sebagai tim pemenangan. Golkar, ungkapnya, tidak
memakai model seperti itu.

"Oleh karena itu, hasil tersebut sama sekali di luar tanggung jawab
Golkar," tegasnya.

Ketua DPP Bappilu (Badan Pemenangan Pemilu) Partai Golkar, Andi
Mattalatta mengungkapkan, Lingkaran Survei Indonesia selain melakukan
survei juga bertindak sebagai tim sukses. Oleh karena itu, katanya,
untuk menjaga objektivitas, DPP selalu membuat dua kali survei untuk
memilih kandidat gubernur.

"Dua kali survei itu dilakukan untuk betul-betul menjaga objektivitas.
Makanya dilakukan oleh dua lembaga berbeda," tandas anggota DPR RI ini.

Terkait dengan pengumuman hasil yang dilakukan Lingkaran Survei
Indonesia, Andi Mattalatta juga menyayangkan. Menurut dia, seharusnya
tidak seperti itu. Oleh karena itu, kata dia, DPP akan mengatur
kembali pola hubungan antara DPP Partai Golkar dengan lembaga survei.
Alasannya, lembaga survei yang digunakan jasanya oleh Partai Golkar
tidak bisa terlibat sebagai tim kampanye salah satu kandidat.

"Okelah kalau dia menjadi tim sukses Partai Golkar. Tapi kalau tidak,
itu sama saja membeberkan rahasia kepada lawan," tegas Mattalatta.

Ke depan, kata Andi Mattalatta menambahkan, Partai Golkar akan lebih
fokus pada lembaga survei yang bisa menjaga objektivitas. Dalam arti,
memang menjadi lembaga survei independen dan tidak menjadi tim sukses.

* Bisa Mengejar

Sekretaris DPW PAN Sulsel, H Abustan mengatakan, dengan selisih hanya
10 persen, menunjukkan bahwa tren dukungan terhadap jagoan partainya
di pilgub 2007 terus meningkat. Hal itu, kata dia, tidak lepas dari
keinginan banyak pemilih untuk hadirnya figur muda memimpin Sulsel.

"Dengan hanya selisih 10 persen, kami yakin, bisa mengejar," kata
Abustan dengan nada yakin.

Apalagi, tambahnya dengan keunggulan Syahrul di kawasan perkotaan
menunjukkan bahwa ia memang berpotensi meraih dukungan yang lebih
besar. Sebab, masyarakat perkotaan jumlahnya lebih besar.

Sumber : (har)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke