-----Original Message----- From: Sent: To: Subject: Cinta tlah Cukup untuk Cinta [4]
Sequel 4. Padang Arofah, atau Padang pertemuan atau padang Perkenalan, Yang sering dihadiri orang ramai seluruh dunia jika musim haji, untuk berwuquf di Arofah, Tetapi, bila tidak musim haji seperti ini, kadang di salah satu sudutnya, sering sekali dipakai untuk acara-acara exhibition..seperti rencananya sekarang ini. Padang Arofah cukup dekat jaraknya dari Mekkah, kurang lebih perjalanan kendaraan membutuhkan waktu 1,5 jam. Melalui jalanan aspal yang mulus, dengan pemandangan padang pasir yang kering, puing-puing bangunan yang sudah tidak ditinggali lagi, dan beberapa tanaman padang pasir yang berdaun coklat. Kadang ditemukan juga kadal padang pasir yang hidup dan lewat kesana kemari menyeberang jalan. Khan mendapat khabar dari salah seorang saudara sang putri via e-mail, bahwa sang putri ada rencana datang ke acara tersebut, malahan 1 minggu mungkin akan tinggal di Arofah sana. Beritanya, sang puteri akan mengelola stand-stand milik Abahnya yang ikut dalam acara Ehibition ini. Kebetulan perusahaan tempat Khan bekerja juga membuka satu stand tersendiri di exhibition tersebut. Sungguh kebetulan yang menyenangkan bagi Khan. Hari Pembukaan exhibition tiba, Khan mewakili perusahaannya datang menghadiri acara pembukaan yang dibuka langsung oleh sang Raja sendiri. hampir seluruh pejabat teras datang. Asykar-asykar yang memakai baju hijau lumut dengan sorbannya bersiap di kanan kiri pintu masuk acara. "inilah Satu Wujud hasil Karya yang ke 12 dari warga Jazirah Arab", kata ketua panitia ketika memberikan sambutan. Setelah di buka oleh sang Raja, maka seluruh rombongan melihat-lihat ke seluruh stand yang terbagi di dua lokasi tapi berdekatan. Wuih..berjejalan manusia yang datang melihat sampai-sampai rasanya sesak dada ini untuk bernafas. Khan tahu dimana stand sang putri berada, tetapi keinginan untuk masuk melihat stand sang putri ditangguhkan oleh Khan ketika ribuan manusia berjejal ada di dalam stand-stand yang memang berukuran besar.... Khan keluar menghirup udara lebih banyak lagi, Pandangan Khan terpesona oleh sebuah bangunan di sebelah lapangan tempat acara exhibition diadakan. Sepertinya sebuah Mesjid, tapi masih dalam penyelesaian pembangunan..... Sebuah bangunan seperti di kisah 1001 malam, dengan dominan warna kuning, pilar-pilar dilapisi warna hitam, dengan menara yang menjulang tinggi, seolah menjulang menunjuk ke atas langit. Ada tiga lantai, yang satu lantai terendam air, dibawah permukaan tanah rata-rata dan memang dibuat seperti itu, lantai yang kedua ada sejajar dengan tanah, dan lantai yang ketiga ada di atas. Dengan pagar dari kuningan yang sekilas ketika tertimpa sinar matahari memancar seolah terbuat dari emas. Sungguh bangunan yang megah dan mengagumkan. Dengar-dengar arsitek yang membangun mendapatkan petunjuk langsung dari sang raja. Suasana sudah agak sepi tidak seperti sebelumnya di dalam lokasi pameran, sebab sang Raja sudah kembali ke tempat beliau, Khan melangkahkan kaki menuju stand sang putri dan menemukan sang putri sedang asyik bersenda gurau dengan saudara-saudaranya yang memang banyak. Ada salah satu saudara sang putri yang bernama Mona, yang mulai awal agak sering menggoda sang putri .... Melihat kehadiran Khan, Mona mulai berakting... "Sister..please go with Mr Khan, I think mr Khan haven't seen the photo's", katanya pada sang putri, "What kind a of photos ?", tanya Khan pada si Mona.. "The photos when we were in Ship last month", jawabnya. " Oh i see..". Sang putri kemudian beranjak dari duduknya setelah beberapa kali di desak oleh si Mona. Jadilah Khan berjalan berdua dengan sang putri menuju hotel tempat menginapnya yang memang tidak jauh dari situ. "How are you to day Eta ?", kata Khan membuka pembicaraan sambil berjalan. "i'm fine Mr. Khan", jawabnya Eta lembut. "Don't call me Mr. just call me Khan, only Khan.Ok..." kata Khan sambil tersenyum. Etapun mengangguk sambil tersenyum... Sebentar saja mereka sudah sampai di depan hotel tempat Eta menginap, "wait a minute Khan, I'll put the photos", katanya sembari sedikit berlari menuju lift hotel. Khan mengangguk dan duduk menunggu di Loby hotel, ada perasaan senang mengaduk di dada Khan. ia bertemu dengan sang Putri yang dirindukan, dan sekarang ia sedang berdua dengan sang putri. Beberapa menit berlalu, lift terbuka, Eta keluar dari lift sambil membawa sebuah tas berjalan melangkah ke loby tempat Khan sedang duduk. "itu photonya ?", tanya Khan. Eta mengangguk. Ada 6 bundle photo yang jadi. Khan memandang satu persatu photo itu, saat berjumpa dengan photo yang ada sang putri, Khan memandangi photo itu agak lama. Eta juga asyik melihat photo-photo itu. "Lihat ini, gaya si kakak Abdul Hamid", Khan tertawa juga ketika ditunjukkan photo saudara laki-lakinya Eta yang bergaya disengaja seperti gaya perempuan. Kemudian gantian Khan yang menemukan foto si Abdul Hamid bergaya lucu, "Look at this, Eta", kata Khan sambil menunjukkan foto itu ke Eta, Eta tertawa cekikan. Khan merasa kegembiraan masuk dalam dadanya melihat ketawa Eta. Setelah cukup lama melihat photo-photo itu, Khan dan Eta berjalan menyusuri jalan menuju kembali ke lapangan tempat diadakannya Exhibition. "Are you hungry ?", tanya Khan pada Eta, "no thanks", jawab Eta. "Ok, kalau begitu temani saja aku makan di resto situ, ada nasi kebuli yang enak sekali dan mungkin kamu mau roti mariam yang besar itu ?",tanya Khan. Eta menggelengkan kepala,"kutemani saja ya..". Khan mengangguk. Pikir Khan yang penting bisa makan berduaan saja dengan sang putri. Tapi perkiraan Khan meleset. sang puteri mencari saudara-saudaranya yang wanita untuk menemaninya di resto. Khan tersenyum dan mengangguk memaklumi. Sambil menunggu makanan datang, si Mona cerita tentang sang putri. Sang putri hanya senyam senyum saja... Sementara Khan mendengarkan dengan penuh perhatian. Seharian itu bagi Khan sungguh berarti, rasa senang dan bahagia yang belum pernah dialaminya terjadi disini. Khan bertemu dengan Eta sang putri dambaan, dan bahkan sempat berjalan-jalan berdua dan sempat makan bersama nasi kebuli...... Malam itu, Khan harus kembali ke Mekkah al Mukarommah. Sebelum ia tidur, ia kirimkan sms ke Eta, "Good night, thx 4 the times that u given me. Tomorrow pls join w/ me again, lunch nasi kebuli. i'm sorry if i make a mistake when we talk in lunch. pls forgive me" Besoknya HP Khan bergetar dan dilihatnya balasan sms dari Eta, "What kind of talking? (See how fast I forget some thing). I'm the one who owe sorry to you. it's nothing about talking, just joke. See yaa !!!" Khan mereply sms itu, "I just try to be careful with your heart. pls forgive me". Khan berharap mendapatkan reply dari sang putri, tapi seharian tidak diperolehnya sms dari Eta. Esok harinya, tugas kantor, Khan kembali ke tempat Exhibition, tetapi rencananya hanya sebentar saja karena Khan harus melanjutkan perjalanan menuju kota Medinah untuk menemui salah satu Customer di sana. Khan berharap bisa bertemu dengan sang putri meski cuman sebentar saja. Lewat toko buah-buahan, Khan menyempatkan diri untuk membeli Apel Amerika kesukaan sang putri. Tapi rencananya, akan dititipkan Khan lewat si Mona, adik sang putri. Bener terjadi, Khan bertemu hanya sebentar dengan sang putri, sekilas saja, bahkan untuk berjabat tangan saja ndak sempat. Khan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Medinah, mampir dulu di kota Mina sebentar untuk menjemput seseorang. HP Khan berdering, dilihatnya sms dari Eta, dengan dada berdebar kencang, dibukanya sms tersebut dan dibaca, "Hi! Why do u in a hurry?. you said you want lunch Nasi kebuli again ?. thx for apple". Dasar Khan sudah diliputi perasaan aneh.... kerinduan pada sang putri mulai menguasai pikirannya. Khan membaca sms itu begini, "Hi, I hope we can meet in a long time, you said want to lunch with me". Rasa senang menyelimuti Khan.... Khan memiliki harapan... Mungkin saja..mungkin saja...mungkin saja, sang putri-pun memiliki rasa ke Khan yang sama dengan Khan. May be... Tak mengenal capek badannya, Khan merencanakan besok siang kembali ke lokasi Exhibition. Sebab si Mona berkata, "My Sister will be singing in this event, tomorrow, so please coming to exhibition again. ok" Ada Seminar juga esok hari yang bisa dipakai untuk alasan bertemu dengan sang putri. dan ada alasan pula untuk melihat sang putri lagi nyanyi.... "Besok siang, aku akan berangkat lagi ke Arofah, sekarang aku mau pulang dulu ke Mekkah", gumam Khan dalam hati..... ......................... bersambung....

