mBak, Pernah dengar kan, yang namanya "Dead Sea Scrolls (DSS)"? Itu lho, catatan orang dulu yang disimpan di tempayan2 yang ditemukan di Qumran. Sebagian catatan itu adalah kumpulan Kitab2 Perjanjian Lama (PL) yang kita kenal sekarang (lumayan lengkap) di samping buku2 lainnya. Mohon dicatat, cerita tentang Abraham versi Kristen (dan Yahudi) ada di PL.
Nah, sesuai dengan saran mBak mengenai menyelidiki sumber2 tertua Bibel, mari kita mulai dengan DSS itu. DSS diangap sebagai dokumen PL tertulis tertua yang diketemukan, dan datingnya kira2 (percaya aja deh) abad ke 2 BC ke 1 AD. Ada 200an manuskrip yang berhubungan dengan bibel dan 670an yang non biblikal. Salah satunya (4Q Jubilee manuskrip - ini nggak ada di PL ditemukan di gua Qumran no 4) malah memuat penjelasan kenapa Tuhan menyuruh Abraham mengurbankan anak tunggalnya Isaac. Kalau kita percaya manuskrip Qumran itu ada :), maka minimum di tahun 250an BC (minus 250tahun dari tahun nol), para jagoan di kitab2 Semit mulai tertulis. Tentunya yang versi PL (di share oleh Yahudi dan Kristen). Sebelum itu, belum ketemu bukti langsungnya. Saya perhatikan, mBak ini sangat bersemangat dengan issue Bibel dan historisitasnya (ingat soal Nicea/Konstatin? Juga soal Seven Sleepers? Udah baca Kala Jesus Jadi Tuhan ?). Saya ingin menyarankan untuk lebih hati2 dalam membicarakan historisitas buku2 suci. Versi Al Quran soal Abraham dan tokoh2 lainnya di PL baru ada 800 tahun kemudian. Dengan pendekatan historis, bisa disimpulkan siapa yang "dipengaruhi" oleh siapa. Tapi, kalau pendekatannya iman, tentu bisa lain jadinya, dan ini sepenuhnya hak peng-imannya (bener nggak ini istilah). Hanya saja harus konsisten, kecuali kalau mau disebut double standard. Kalau mBak di Indo dan mau menyelidiki DSS nggak perlu sekarang2 ini, soalnya inernet lagi lelet banget. Katanya sih 2 minggu lagi sudah lancar. Atau mau bukunya? Mungkin bisa mulai dengan "The Dead Sea Scrolls" and the Jewish Origins of Christianity Carsten Peter Thielde. Nggak tebel2 kok. Happy New Year. Siahaan --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: --- Deleted --- > Sebagai bahan renungan, Bibel ditulis jauh setelah Yesus wafat dan > saat penulisan itu sarat dengan syahwat politik para pemimpin, > sehingga banyak versi. Dengan demikian, ada kemungkinan penulisan > nama Ismael or Isaacpun (dalam Bibel)penuh dengan syahwat politik. --- Deleted jugaaa --- > > Kalau mau bukti, seharusnya kita ikut menyelidiki bagaimana sumber2 > tertua Bibel menulis ttg ayat "Ismael & Isaac" tsb dan bandingkan > dengan Bibel sekarang. Akan diketahui kapan dimulai penyisipan > nama "Isaac" dalam Bibel. Bagaimana bisa kita mengontrol? > > salam tahun baru, >

