Target Privatisasi BUMN Ditambah
Jakarta
Kamis, 4 Januari 2007

PEMERINTAH akan menambah jumlah Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang menjadi target privatisasi pada
2007 dari 14 perusahaan menjadi sekitar 18 perusahaan.
Ke-18 BUMN tersebut, terdiri atas 11 perusahaan yang
mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah dan 7
perusahaan dengan saham minoritas.

Menteri Negara (Meneg) BUMN, Sugiharto mengatakan,
dalam daftar yang diberikan kepada Komite Privatisasi,
pihaknya menyiapkan 18 BUMN tambahan yang akan
diprivatisasi pada tahun ini. Dikatakannya, sebelumnya
kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kementerian BUMN
telah mengajukan 14 daftar perusahaan yang akan
diprivitasisi. "Kami menambahkan on top dari yang
sudah disampaikan ke DPR," katanya, Rabu (3/1).

Sugiharto mengungkapkan, maksud pihaknya mendorong
BUMN melakukan privatisasi tidaklah melulu untuk
mengejar setoran dividen. Namun, lebih untuk memacu
percepatan tata kelola perusahaan yang baik dan untuk
mempercepat pendanaan kapital, baik itu pinjaman atau
modal bagi perseroan yang bersangkutan.

Menurutnya, beberapa BUMN yang akan dilepas saham
kepemilikannya adalah PT Bank Negara Indonesia (BNI)
Tbk, PT Jasa Marga, PT Garuda Indonesia, dan PT
Indonesia Power. "Jika Jasa Marga untuk memperkuat
struktur modal, BNI untuk menambal defisit APBN,
Garuda untuk penyehatan perusahaan, sementara hasil
privatisasi Indonesia Power akan digunakan untuk modal
kerja," imbuhnya.

Sugiharto menambahkan, privatisasi bukan semata-mata
untuk menutupi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN). Tetapi, privatisasi mestinya harus
memberikan nilai tambah bagi BUMN dan perekonomian
secara keseluruhan.

Menurut Sugiharto, apa jadinya kinerja Bursa Efek
Jakarta (BEJ) tanpa adanya 12 BUMN yang sudah go
public. Sebab, keduabelas BUMN itu secara signifikan
turut menyumbang kapitalisasi pasar di Bursa Efek
Jakarta (BEJ). "Kapitalisasi pasar BUMN yang sudah go
public per 28 Desember 2006 mencapai Rp452,69 triliun,
atau 36,82 persen dari total kapitalisasi pasar BEJ.
Itu luar biasa tinggi, malah saham yang merupakan blue
chip di JSX adalah BUMN," ujarnya. 

Ke-12 BUMN yang sudah melantai di bursa adalah PT
Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, PT PGN Tbk, PT Bank
Mandiri Tbk, PT Bank BRI Tbk, PT BNI Tbk, PT Tambang
Batubara Bukit Asam Tbk, PT Antam Tbk, PT Adhi Karya
Tbk, PT Timah Tbk, PT Bank Bukopin Tbk, PT Kimia Farma
Tbk, PT Indofarma Tbk.

Terkait dengan keputusan pemerintah soal penyelesaian
pelunasan rekening dana investasi (RDI) dan step loan
agreement/SLA di BUMN senilai Rp50,65 triliun,
Sekretaris Menneg BUMN, M Said Didu memproyeksikan
dapat dituntaskan pada semester pertama 2007.
"Prinsipnya pemerintah ingin mempercepat pelunasan
RDI, namun harus terlebih dulu membuat aturannya untuk
menetapkan opsi apa yang akan dipilih," ujarnya.

Menurut Said, perlu landasan hukum yang jelas sehingga
pelunasan RDI dan SLA dapat cepat diselesaikan, apakah
dengan cara konversi, penjadwalan ulang
(rescheeduling), ataupun haircut. RDI dan SLA berasal
dari pinjaman lembaga-lembaga internasional seperti
Bank Dunia atau Dana Moneter Internasional yang
penggunaannya untuk kegiatan investasi di sejumlah
BUMN dan daerah yang dilakukan di masa lalu. 

Nilai utang RDI dan SLA pada akhir 2005 mencapai
Rp49,6 triliun, namun meningkat karena adanya beban
bunga, naik menjadi Rp50,65 pada akhir September 2006.


(Turyanto)

http://www.jurnalnasional.com/new2/?KR=JURNAS&NID=16035


Dan cinta (mahabbah) yang kita maksud adalah keinginan untuk memberi dan tidak 
memiliki pamrih untuk memperoleh imbalan. Cinta bukan komoditas, tetapi sebuah 
kepedulian yang sangat kuat terhadap moral dan kemanusiaan (Toto 
Tasmara)pustaka tani
  nuraulia


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke