Kisah Penunggang Khimar
  Oleh : Mochammad Moealliem
   
  Pernahkah anda punya keinginan untuk menunggang khimar? Mungkin itulah 
kendaraan paling aman untuk Indonesia saat ini, sebab jika naik pesawat bisa 
hilang dan susah ditemukan, naik kapal laut tenggelam, naik kereta api 
tabrakan,  naik haji pun sampai kelaparan, huch repotnya jadi orang Indonesia 
yang sedang naik daun. Pembahasan kali ini tidak akan membahas tentang cara 
naik daun, tapi akan membahas sikap penunggang khimar, namun sebelum itu kita 
harus tahu dulu apa itu khimar.
   
  Jika kita pernah ke Arab terlebih Mesir, kita akan dengan mudah mendapati 
khimar, bahkan dijalan raya ibukotanya, kita akan dibuat tersenyum bahkan 
tertawa ketika mobil sedan dan sejenisnya rela berhenti demi khimar yang sedang 
menyeberang jalan bersama gerobak yang ditariknya dan orang yang mengendalikan 
arah jalannya, yang terkadang memukulnya dengan tidak ber-peri-kehewanan. 
Adalah keledai (khimar), hewan yang memiliki suara yang kurang bagus diantara 
para binatang di Bumi, hingga orang arab akan marah ketika kita menyebut 
binatang ini didepan wajah mereka, hampir mirip dengan orang Indonesia yang 
tersinggung ketika ada seseorang mengabsen penduduk kebun binatang sambil 
mengahadap wajahnya.
   
  Allah berfirman : "Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah 
suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."QS: 
Luqman(31):19.
   
  Akan menarik jika kita membaca penjelasan para mufassir tentang ayat ini, 
tentang tata krama berjalan dan berbicara, orang Islam dianjurkan untuk 
berjalan yang baik, tidak seperti jalannya orang-orang yang sombong dengan 
membusungkan dadanya kedepan seperti jalannya anjing dalam kartun Tom and 
Jerry, tetapi berjalanlah sewajarnya, juga dalam berbicara agar tidak 
berteriak-teriak, sebab gaya bicara seperti itu diibaratkan suara khimar yang 
buruk dan tidak punya sopan santun. coba anda perhatikan suara khimar adalah 
suara yang tidak layak bagi makhluk hidup, suaranya seperti suara yang keluar 
ketika seorang kampung yang sedang memompa sepedanya dengan pompa manual, yach 
kalau anda bisa membayangkan dan menirukan yach persis dengan suara khimar he 
he he.
   
  Namun sejelek apapun suara itu, khimar turut mencetak sejarah dunia, dalam Al 
Qur'an saja khimar disebut kurang-lebih dalam 5 ayat, sebagai perumpamaan, 
sebagai bukti, juga sebagai sejarah kendaraan, kalau dalam pembahasan fiqh akan 
terbagi dua jenis khimar, pertama adalah khimar sebagai pembantu rumah tangga, 
(baik sebagai kendaraan, traktor, atau kuli angkut) adalah haram disembelih dan 
dimakan dagingnya, yang kedua adalah khimar liar dan itu halal dan boleh 
dimakan.
   
  Pernahkah anda membaca kisah tentang luqman hakim?, seorang bijak dari 
beberapa orang bijak, bahkan diabadikan menjadi nama satu surat dalam Al 
Qur'an, dan Allah memberikan beberapa hikmah padanya : "Dan sesungguhnya telah 
Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu:"Bersyukurlah kepada Allah.Dan 
barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk 
dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah 
Maha Kaya lagi Maha Terpuji".QS: Luqman(31):12.
   
  Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa : pada suatu hari luqman bersama anaknya 
pergi ke pasar, dia berdua dengan anaknya mengendarai seekor khimar, namanya 
juga jalan menuju pasar tentunya ramai dan sering ketemu orang-orang baik yang 
berangkat maupun pergi ke pasar, anda tentunya tahu kalau khimar itu kecil 
daripada kuda, dan agak menghawatirkan jika dinaiki dua orang, seandainya anda 
bisa kembali kezaman luqman mungkin anda akan setuju dengan orang-orang yang 
saat itu bertemu dengan lukman dan anaknya yang mengendarai satu khimar, mereka 
bilang " weh-weh-weh orang ini nggak punya perasaan terhadap hewan, khimar kok 
dinaiki dua orang".
   
  Mendengar celoteh orang yang dijumpai dalam perjalanannya, akhirnya luqman 
turun dari khimarnya dan membiarkan anaknya duduk diatas khimar sementara sang 
ayah memegang kendali sambil berjalan kaki,  menurut anda, jika anda bertemu 
dengan hal semacam ini, apakah anda akan membenarkan ataukah anda akan bersikap 
seperti orang-orang yang menemui luqman dan anaknya pada kali keduanya, mereka 
berkata : "waduh-waduh, benar-benar tidak sopan anak ini, dia naik khimar 
santai sedangkan ayahnya menuntun sambil berjalan kaki".
   
  Luqman juga manusia, mendengar kata seperti itu tentunya, perasaannya 
tergugah untuk bersikap yang benar terhadap kendaraan yang satu itu, kemudian 
luqman naik khimar dan anaknya yang memegang kendali sambil berjalan kaki, 
dangan harapan orang tidak lagi menganggap anaknya tidak punya sopan santun 
terhadap orang tuanya. Setujukah anda dengan sikap luqman yang ketiga ini? 
Ataukah anda akan mendukung orang-orang yang bertemu mereka kali ketiga dan 
berkata : "Loh-loh-loh, kok ada orang tua yang naik khimar dan anaknya disuruh 
menuntun khimar, dimana pikirannya".
   
  Serentak luqman meloncat turun dan memutuskan untuk sama-sama berjalan kaki 
bersama anaknya dan membiarkan khimar tidak dinaiki siapa-siapa, sebab setiap 
ketemu orang selalu saja salah dalam mengambil keputusan, akhirnya mereka 
berdua berjalan kaki dan menuntun khimarnya, kira-kira apakah anda mendukung 
keputusan yang diambil luqman tersebut? Sebab jika dua orang naik satu khimar 
orang akan bilang tidak punya rasa terhadap hewan, jika anaknya yang menaiki 
dan ayahnya menuntun khimar, orang akan menganggap anak tak punya akhlaq, jika 
sang ayah yang menaiki dan anaknya menuntun khimar, orang akan bilang ayah tak 
sayang anak, bagaimana apakah anda setuju dengan keputusan tersebut?
   
  Penulis tidak begitu membutuhkan persetujuan anda dalam hal ini, sebab luqman 
akhirnya ketemu dengan orang-orang pada kali keempat, sambil berkata : "ha ha 
ha, orang ini bagaimana? Ada kendaraan(khimar) kok nggak dinaiki malahan milih 
jalan kaki, dan khimarnya dituntun". Mendengar hal tersebut kemudian luqman dan 
anaknya berhenti dan mengambil keputusan terakhir, bahwa apapun yang kita 
putuskan akan mengandung resiko, bahkan ketika kita diam disini pun nanti orang 
akan bilang "ngapain dua orang dan seekor khimar diam disini".
   
  Sekarang sudah jelas, bahwa lakukanlah apa yang kau putuskan dan semua itu 
punya resiko, jangan terlalu takut dengan kritikan orang, sebab apapun yang 
anda putuskan tetap saja orang lain akan mengkriik bahkan anda diam pun akan di 
kritik, lakukanlah yang terbaik dengan resiko yang paling kecil, mari menulis 
sebaik yang kita bisa, biar orang-orang itu tidak berkata : "dasar khimar! 
Bisanya cuman diam saja".
   
   
  Alliem,
  Ahad, 07 Januari 2007
  Berusaha menjadi diri sendiri 


              Kunjungi
  http://www.muallim.tk
  Kritikmu harapanku
   
  Pingin jadi kawanku, silahkan gabung di
  http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/ 
  Bersama menuju bahagia








 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke