Ramai awal tahun 2007 dengan berita-berita maraknya investasi di bidang 
biofuel. Baik investor asing maupun lokal berlomba-lomba mendaftarkan diri 
untuk membantu proyek besar pemerintah dalam bidang industri energi nabati ini. 
Sebut saja group sinar mas, sungai budi, dll berlomba supaya tahun2010 
Indonesia menjadi negara pengekspor biofuel. Yang lokal mengandeng patner 
asing, yang asing mengandeng patner lokal.
   
  Ada yang menarik jika kita telusuri lebih jauh beberapa investor yang disebut 
namanya diberbagai mass media, misalnya patner lokal kita yang digandeng 
investor asing katanya. Yaitu PT Elitech Datacom yang diklaim memiliki kebun 
sawit sekian ribu hektar. Jika kita kritis, kok punya kebun sawit namanya Tech 
Data Com. Bukan nya perusahaan bergerak di bidang teknologi atau komputer jika 
namanya seperti itu? Untuk meyakinkan diri, tinggal kita googling saja nama 
tersebut. Benar dugaan bahwa nama tersebut, menurut situs indonetwork.co.id, 
dinyatakan sebagai pedagang handphone. Namun bisa aja kan perusahaan pedagang 
handphone punya kebun sawit ribuan hektar? Ya iya, bisa aja lah. Punya kapal 
tanker juga bisa. Apalagi kalau pihak BKPM sudah bilang ok dan sudah di 
Publish, ya mau apa berarti benar bahwa PT Elitech Datacom punya kebun sawit 
ribuan hektar. Sudah lolos verifikasi istilahnya. 
(http://indonetwork.co.id/ELITECHDATACOM/profile)
   
  Berikutnya adalah perusahaan besar lokal mengaet patner asing dari singapura 
yg katanya akan melakukan investasi US$ 3 Milyar dengan nama Genting Bio-fuel 
Pte Ltd. Penasaran apa iya perusahaan singapura beneran mau masuk Indonesia 
dengan bawa duit US$ 3 Milyar. Karena mereka terkenal pelit kalau mau bantu 
indonesia. Dari hasil download salinan akta pendirian Genting tsb diketahui 
hanya bermodal Sing$ 2(http://www.box.net/public/8ic99ggvj7 klik aja kalau mau 
lihat salinan aktanya). Apa iya sih perusahaan 2 dollar an bisa investasi US$ 3 
Milyar? Berdirinya juga baru akhir 2006. Lagi-lagi, karena sudah disetujui oleh 
BKPM dan sudah dipublis oleh media massa maka dianggap sudah lolos uji 
kelayakan. Sudah sah. 
   
  Kita juga ngerti lah kalo BKPM perlu prestasi dan juga perlu alasan bagi 
eksekutif kalau pengganguran per 17 Agstus 2007 nanti dibacakan disaat 
peringatan proklamasi sudah turun akibat tingginya investasi baik lokal maupun 
interlokal.
   
  Tinggal kita nih masyarakat yang ngak punya wewenang dan kuasa apa-apa serta 
tidak ada yg ngelindungin, berdoa supaya jangan terulanga lagi krisis akibat 
kredit macet yang disalurkan bank-bank nasional kita ke proyek biofuel, yang 
nilainya rencananya mencapai Rp 200 Trilyun ke pengusaha yg antara lain 
pengusaha pedagang handphone dan investor 2 dollaran. Yuks siap-siap ternak 
ikan krismon dan numpuk nasi aking, spy waktu krismon nanti gak berebutan antri 
makanan. Kan malu-maluin, nasi aking aja berebutan....
   
  wasalam, 
  http://offshorefinancialcentre.blogspot.com/
   
  catatan: untuk perusahaan singapura jika mau lihat salinan akta dan tanggal 
berdirinya bisa ke www.ACRA.gov.sg murah kok cuma kena biaya Sing$ 5.. only... 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke