Kalo rekan-rekan setuju poligami, gimana kalo perempuan juga Poliandri alias bersuami banyak?
--- Robertus Budiarto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Nizami Boy, > > he.he.he. ini cuman membuktikan bahwa seorang > bergelar Doktor juga bisa guoblok... boro-boro > Doktor, la wong Profesor saja banyak yang maling di > Indonesia... > > Bisa juga si Doktor ini sukanya Orgi.. pesta sex... > he.he.he..karena menurut iklan rokok ijo... > ASYIKNYA RAME RAME.. he.he. > > Kalau mau adil sih gampang, perempuan juga harus > diijinkan untuk bersuami banyak... > > Entar kan ada yang komentar, nggak bisa kodrat > perempuan memang beda... Perempuan datang bulannya > kan cuman sebulan sekali, sedangkan Laki-Laki Datang > Spermanya tiap saat... he.he.he. dasarrrrrrrrrrrrr > la wong yang mau perempuannya kok laki-laki mau > menentukan.. pakai ayat-ayat , pakai kodrat... > weleh-weleh... Kalau mau ngomong kodrat, si cewek > juga bisa bilang, eh... cowok.. pentung lu cuman > satu, lubang gue lebih banyak.. Ha ha.ha.ha.. > > Have a nice day > Bobby B > > > > > > > ----- Original Message ---- > From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> > To: sabili <[EMAIL PROTECTED]>; lisi > <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected] > Sent: Thursday, December 14, 2006 5:41:26 PM > Subject: [ppiindia] Dr. Gina Puspita : "Anak Saya > Senang Memiliki Ibu yang Banyak" > > Assalamu'alaikum wr wb, > Ada penentang poligami yang bilang "Mana ada wanita > yang mau dimadu?", "Anak orang yang dipoligami > kasihan > jadi korban" > > Tapi ternyata Dr. Gina Puspita, Doktor Lulusan > Perancis di bidang Aeronotika, rela dimadu. Justru > dia > yang mencarikan istri-istri bagi suaminya. Dan > anaknya > justru bahagia. > > Dibanding dengan anak Yusril yang ibunya dicerai, > justru anak Dr. Gina yang dipoligami lebih bahagia > karena ayahnya tidak bercerai dengan ibunya. > > Wassalam > > http://hidayatullah .com/index. php?option= > com_content& task=view& id=3963&Itemid= 61 > > Dr. Gina Puspita : "Anak Saya Senang Memiliki Ibu > yang > Banyak" > Senin, 11 Desember 2006 > Dr. Gina Puspita, bercerita seputar pengalamannya > praktik poligami dengan sang suami, Dr. Abdurahman > Riesdam Efendi. Ini cerita pengalaman indahnya > > Sudah hampir sepekan wacana poligami secara > terus-menerus diulas di berbagai media massa. Banyak > yang setuju dan tak sedikit yang sinis. Diantara > yang > sinis, tentu saja para aktivis perempuan dan para > pengagum feminisme. Sabtu (9/12) kemarin, Koalisi > Perempuan dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat > (LSM) menolak praktik poligami. Alasannya, poligami > melanggar hak-hak perempuan serta rawan terhadap > kekerasan psikis dan fisik. Benarkah? > > Kali ini hidayatullah. com mewawancarai Dr. Gina > Puspita. Sebelum ramai-ramai berkembang wacana > poligami, istri pertama Dr. Abdurahman Riesdam > Efendi > ini boleh jadi diantara sekian Muslimah yang > merasakan > sendiri pengalaman “dimadu”. Tidak seperti umumnya > pria yang ingin menikah lagi, ia mencarikan sendiri > calon untuk pasangan suaminya itu. > > Tahun 1995, Abdurahman menikah lagi untuk yang kedua > dengan Basyiroh Cut Mutia. Enam tahun kemudian, ia > menikah yang ketiga dengan Siti Salwa asal Malaysia. > Dan yang terakhir, menikah dengan Fatimah. Praktis > ia > memiliki empat orang istri. > > Jangan keliru, semua istri mudanya ini bukan pilihan > sang suami, justru pilihan Gina alias sang istri > pertamanya. Tak seperti dugaan aktivis perempuan > selama ini, di mana poligami dianggap begitu rendah > dan rawan konflik. Mereka berempat justru sangat > rukun > dan bahagia. Bahkan bekerja di kantor yang sama dan > tinggal seatap, tanpa ada masalah. > > ''Kalau suami sedang dengan istri yang lain, kami > bertiga ngobrol-ngobrol di satu kamar,'' tutur > kepada > sebuah media Jakarta. Bila berada di luar kota, > mereka > bertukar pesan lewat SMS. Pokoknya, akrab. > ''Poligami > yang didasarkan pada Allah SWT tidak akan > menimbulkan > masalah.'' tambah mantan Kepala Departemen Structure > Optimizition Divisi Riset & Development IPTN > (Industri > Pesawat Terbang Nusantara) ini di sebuah harian di > Jawa Barat. > > Apa kabar Anda dan keluarga? > > Kami sekeluarga alhamdulillah sehat,semoga kesehatan > yg dirahmati Allah. > > Lama tak dengar kabarnya, apa kesibukan Anda > terbaru? > > Selama kurang lebih 2 tahun terkahir kami banyak > berada di Malaysia. Alhamdulillah perusahaan yangg > dipimpin oleh guru kami Abuya Ashaari (pendiri Darul > Arqam yang dilarang mantan PM Mahathir Mohammad-- > berkembang pesat di sana. Kebetulan Tuhan rizqikan > kami untuk ikut serta beraktifitas di sana selama 2 > tahun. Setelah di sana terasa manfaatnya untuk > kalangan luas, dan perusahaan terus berkembang ke > berbagai negara di Asia, Eropa, Timur Tengah, maka > mulai 2 bulan belakangan ini kami mulai menguatkan > kembali aktifitas perusahaan Rufaqa di Indonesia. > > Saya dengar Anda juga punya proyek besar di > Malaysia? > boleh tahu? > > Di malaysia bukan proyek saya tapi perusahaan yang > dipimpin oleh guru saya, Abuya Ashaari Muhammad. > Dari > tahun 1997 beliau mendirikan perusahaan Rufaqa > namanya > yang bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, > ekonomi, sosial, kesehatan, kebudayaan dll. Kalau > mau > jelas, boleh kunjungi website nya www.rufaqa.com & > www.rufaqadaily. com. > > Sepekan ini banyak orang sibuk mendiskusikan > poligami, > apa pendapat Anda? > > Segala kejadian Allah yang menentukan. Diantara > sekian > banyak hikmahnya, Allah nampaknya mau menunjukkan > keadaan masyarakat sekarang ini. Dan kita > bertanggung > jawab untuk memperbaiki keadaan. Sebenarnya ada dua > kejadian yang terjadi secara serentak. Pertama > tentang > poligami-nya Aa Gym, kedua, monogami nya anggota DPR > > RI, tapi selingkuh. Tapi yang diramaikan hanya > poligaminya. Bahkan poligami mau dilarang segala. > Hehehe > > Yang menarik, sikap masyarakat terbelah dua. Kasus > monogami selingkuh menjadi kasus cukup besar. Tapi > poligami, pernikahan secara sah justru yang > dikatakan > zalim. Padahal menurut saya, monogami selingkuh itu > jauh lebih menzalimi perempuan. Seperti wanita ini > tak > ada harganya. > > Menurut Anda, mengapa masyarakat justru seperti itu? > Saya tak menyalahkan masyarakat. Itulah keadaan > masyarakat yang kita perlu rasakan sebagai > peringatan > Allah pada kita. Mungkin kita gagal membawa kebaikan > di tengah masyarakat ini. Saya juga maklum kenapa > banyak masyarakat awam begitu membenci poligami, > kerana memang susah mau mencari poligami yang dapat > dijadikan teladan di indonesia sekarang ini. Yang > lebih menyedihkan, yang sekarang berlaku bukan > sekedar > diskusi tapi penafsiran-penafsir an terhadap > Rasulullah > yang sifatnya merendahkan beliau. Jauh sekali > daripada > mencari solusi. Lagi pula, mengapa banyak orang > sibuk > === message truncated === Eka Zulkarnain ____________________________________________________________________________________ TV dinner still cooling? Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV. http://tv.yahoo.com/

