Semalam kepalaku cenut-cenut mikirin negara. Taelaaaah. Gara-gara nonton Metroteve. Entah apa nama acaranya, pokoke sebelum acara Save Our Nation. Mereka bicara soal Kenaikan Tunjangan DPRD, yang PPnya sudah disetujui SBY.
Pasalnya ada daerah yang telah menggunakan dana penanggulangan bencana untuk memberikan kenaikan tunjangan tsb. Berlakunya surut pula. Duilaaaah. Trus nonton Save Our Nation, soal jemaah haji yang kelaparan. Ya Allah..negara ini bener2 gak punya malu. Trus di SCTV nonton si Sri Bintang Pamungkas & PDI vs Anas Urbaningrum dan sapa itu ya yang ex PRD. Jadi kubu SBY lawan Oposisisinya. Intinya Sri Bintang mau revolusi aja deh soale keadaan sekarang ini lebih buruk dari jamane Soeharto. Serta merta Anas membantah hal tersebut. Udah gerah denger yang begini..eh suami pulang pake ngoceh pula kalo Indonesia ini sudah gak dipandang sebelah mata ama negara lain karena gak ada hukum yang bisa dihormati. Untuk bisnis semacam Pizza Hut aja, itu yang kontrol dari Singapore. Belum lagi pesawat2 tua yang dimiliki penerbangan Indonesia. Terus terang kalo dah begini emang aku gak peduli bentuk negara ini apa: demokrasi, khalifah, kerajaan, yang penting gak ada yang mati kelaparan, gak ada yang makan nasi aking, masuk sekolah gampang., kerja gampang. Sambil nerusin nyetrika (nonton teve sambil nyetrika), aku ngoceh sendiri "dah deh privatisasiin aja negara ini daripada revolusi ye?" Dah ah...mo nyabarin diri. wassalam, **************** Bu Lina, Keadaan Indonesia sekarang, carut marutnya tercermin secara baik di milis ini, kebanyakan yang terbaca hanya noise saja Kayaknya sampai kapanpun diskusinya ga maju-maju, mungkin sudah saatnya kita bergabung saja dengan komunitas homogen sesuai dengan aspirasi masing-masing kita, seperti yang dilakukan oleh mbak Aris Dengan demikian lebih banyak yang kita bisa sumbangkan bagi republik ini Ataukah kita terus-terusan berdiang, mengobrol ngalor ngidul di depan api ungun kehancuran bangsa ini ? Wassaalam juga, Samudjo [Non-text portions of this message have been removed]

