Bung imuchtarom,
Informasi ini saya dapatkan dari rekan Abd Moqsith Ghazali, jadi masih lumayn
baru-lah
18 Desember 2006 yg lalu. Thanks atas masukannya .
Harmoni Islam dan Kristen Oleh ABD. MOQSITH GHAZALI 18/12/2006 Betapa
sikap saling menghargai dan menoleransi, bahkan dalam soal pelaksanaan ritual
peribadatan pun, telah dikukuhkan oleh Nabi semenjak awal kehadiran Islam.
Nabi Muhammad SAW dan Isa al-Masih atau Yesus Kristus adalah dua tokoh yang
terlahir dari asal-usul orang tua yang sama, Nabi Ibrahim, walau dari ibu yang
berbeda. Jika Isa al-Masih atau Yesus bersambung kepada isteri pertama Ibrahim,
Sarah, maka Muhammad SAW memiliki silsilah ke isteri kedua, Hajar. Itu
sebabnya, Nabi Muhammad sangat menghargai saudara sepupunya itu. Nabi bersabda,
tidak ada orang yang paling dekat dengan Yesus selain aku. Hadits Bukhari
menyebutkan, orang Islam yang mengimani Yesus Kristus dan Nabi Muhammad secara
sekaligus akan mendapatkan dua pahala [Lihat Shahih al-Bukhary, hadits ke
3446].
Alkisah, ketika Nabi Muhammad memasuki Mekah dengan penuh kemenangan dalam
Fathu Makkah dan menyuruh menghancurkan semua patung dan berhala, termasuk yang
bernama Hubal, dia menemukan gambar Bunda Maria (Sang Perawan) dan Isa al-Masih
(Sang Anak) di dalam Kakbah. Ia kemudian menyelamatkan dua gambar itu dengan
memasukkannya ke dalam jubahnya (Lihat al-Arzaqi, Akhbar Makkah, hlm. 165-169).
Patung Maryam yang terletak di salah satu tiang Kakbah dan patung Yesus Kristus
di Hijirnya yang dipenuhi berbagai hiasan, dibiarkan berdiri tegak (Kardi Ali,
al-Islam wa al-Hadlarah, Juz I, hlm. 123). Tindakan ini diceritakan berbagai
sumber sebagai bentuk penghargaan Muhammad terhadap Yesus dan ibundanya.
Bahkan, penghargaan itu bukan hanya terhadap pribadi Yesus, melainkan juga
pada para pengikuttnya. Dikisahkan bahwa Nabi pernah menerima kunjungan para
tokoh Kristen Najran yang berjumlah 60 orang. Rombongan itu dipimpin Abdul
Masih, al-Ayham, dan Abu Haritsah bin Alqama. Abu Haritsah adalah seorang tokoh
yang disegani karena kedalaman ilmu, dan konon, juga kerena beberapa karomah
yang dimilikinya. Menunut Muhammad ibn Ja'far ibn al-Zubair, ketika rombongan
itu sampai di Madinah, mereka langsung menuju masjid. Saat itu, Nabi sedang
melaksanakan salat ashar bersama para sahabatnya. Mereka datang dengan memakai
jubah dan surban, pakaian yang juga lazim dikenakan Nabi Muhammad SAW dan para
sahabatnya. Ketika waktu kebaktian tiba, mereka pun tak harus mencari gereja.
Nabi memperkenankan mereka untuk melakukan sembahyang di dalam masjid [Baca
Ibnu Hisyam, al-Siyrah al-Nabawiyah, Juz II, hlm. 426-428].
Sikap yang sama juga ditunjukkan kalangan Kristen. Ketika umat Islam
dikejar-kejar orang-orang kafir Quraisy Mekah, yang memberikan perlindungan
adalah Najasyi, raja Abesinia yang Kristen. Ratusan sahabat Nabi termasuk
Utsman bin Affan dan istrinya (Ruqayah, puteri Nabi), Abu Hudzaifah bin 'Utbah,
Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin 'Auf, Ja'far bin Abi Thalib, secara
bergelombang hijrah ke Abesinia untuk menghindari ancaman pembunuhan kafir
Quraisy. Di saat orang-orang kafir Quraisy memaksa sang raja untuk
mengembalikan umat Islam itu ke Mekah, ia tetap pada pendirian bahwa pengikut
Muhammad haruslah dilindungi dan diberikan hak-haknya, termasuk hak memeluk
suatu agama.
Dalam konteks itulah, menurut al-Qurthubiy dalam al-Jami' li Ahkam al-Qur`an
(Juz III, hlm. 597-598) dan Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Qur`an al-Hakim (Juz
VIII, hlm. 3), surat al-Maidah ayat 82 diturunkan. Ayat itu berbunyi,
"Sesungguhnya kamu akan jumpai yang paling dekat persahabatannya dengan
orang-orang beriman adalah orang-orang yang berkata: sesungguhnya kami ini
orang-orang Nashrani." Waktu raja Najasyi meninggal dunia, Nabi Muhammad SAW
pun melaksanakan salat jenazah dan memohonkan ampun atasnya (Ibnu Hisyam,
al-Siyrah al-Nabawiyah, Juz I, hlm. 338).
Penggalan-penggalan cerita di atas sengaja saya kemukakan untuk menunjukkan
kemesraan hubungan Islam dan Kristen, yang dilakonkan oleh Nabi Muhammad
bersama umat kristiani di masanya. Betapa sikap saling menghargai dan
menoleransi, bahkan dalam soal pelaksanaan ritual peribadatan pun, telah
dikukuhkan oleh Nabi semenjak awal kehadiran Islam. Sejarah harmoni ini, bagi
saya, mestinya menjadi modal berharga dan inspirasi bagi pembentukan kehidupan
damai antara Islam dan Kristen di Indonesia yang kini kerap dilanda konflik dan
ketegangan. []
imuchtarom <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
yth. bung Rudy,
ini sebetulnya merupakan informasi "lama", tetapi
dicoba diberi "kemasan" yang baru :),
cuma dari segi bahasa, istilah "sepupu" itu saya
kira ya kurang tepat. Kerena istilah sepupu (casen,
cousant) itu artinya anak dari paman/bibi atau saudara
kandungnya ayah/ibu.
pada level II/generasi II, hubungan silsilah antara
anak kita dan anak dari sudara sepupu kita, kalau di
jawa disebut sebagai *-misan-*, mungkin masih ada
hubungannya dg merk mobil misan patrol kali ya,
... :)
----( IM )----------------------------
--- In Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Nabi Muhammad SAW dan Isa al-Masih konon adalah dua
> tokoh yang terlahir dari asal-usul orang tua yang sama,
> Nabi Ibrahim, walau dari ibu yang berbeda. Jika Isa
> al-Masih bersambung kepada isteri pertama Ibrahim,
> Sarah, maka Muhammad SAW memiliki silsilah ke isteri
> kedua atu gundik/budaknya, Hajar. Itu sebabnya, Nabi
> Muhammad sangat menghargai saudara sepupunya itu.
>
> Nabi bersabda, tidak ada orang yang paling dekat
> dengan Nabi Isa Almasih kecuali aku. Hadits Bukhari
> menyebutkan, orang Islam yang mengimani Nabi Isa Almasih
> dan Nabi Muhammad secara sekaligus akan mendapatkan dua
> pahala [Lihat Shahih al-Bukhary, hadits ke 3446].
>
>
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
---------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
[Non-text portions of this message have been removed]