Konon katanya, jika Adat Basandi syarak-maka ketika seorang anak mau 
di kawinkan, maka jelas dipakai kalimat ijab kabul dengan menyebut 
nama bapaknya. Tetapi ketika membagi harta pusaka,ia disebut nama 
keturunann ibunya, wah ini nggak adil!Kalau ibunya bukan orang 
Minang,kemana itu harta pusaka di bagikan? 

Kalau si anak yang ibunya bukan orang Minang,nggak kebagian pusaka 
jugakah? 
Lagi pula,konon.katanya, ninik-mamak-gadang-basa-batuah.yang arif lagi 
bijaksana,mungkin karena amaaaat arifnya, lupa,si anak yang ibunya 
bukan orang Minang,bagaimana mau naik ke rumah gadang?

Kirim email ke