Sutiyoso bohong atau memang bingung karena simpang siurnya berita dari
bawahannya ya?Belum berhasil dia mengelak dari gagalnya proyek busway yang
malah bikin macet jalanan Jakarta,kemarin berkilah belum selesainya Proyek
Banjir Kanal Timur karena kurang biaya sekitar "1,3
Triliun".....weleh...weleh........
Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
hmm..jadi yang ada sebetulnya "siklus hujan" dong. Berarti berapa
banyak air yang akan datang ke Jakarta, BMG dah tau. Dan seberapa
besar kemampuan Jakarta (+atributnya) mampu menampung air tsb jg dah
bisa diperhitungkan. Makanya BMG bisa meramalkan akan terjadi banjir
di Jakarta. Pemerintahpun dah tau itu.
Menurut pak Ritonga (Orang ketiga di pemda DKI yang bertanggung jwb
soal banjir), yang semalem ada diacara "Jakarta Terendam, Siapa
Peduli" di RCTI, mengatakan Pemda DKI sudah mensosialisasikan berita
tsb agar masyarakat bersiap-siap dan mengantisipasi.
Tapi anehnya persiapan Pemda DKI sendiri gak maksimal. Faktanya
banyak yang tidak mendapatkan bantuan, kurangnya aparat, kurangnya
perahu karet.
Pak Ritonga sudah menyediakan perahu karet 2500 buah, dan itu
nyatanya tidak cukup karena terlalu besarnya daerah Jakarta yang
kebanjiran. Wis ... disabet sama presenter RCTInya,"mengapa gak
dibeli lebih banyak lagi, pak? Kan dah tau mo ada banjir besar..ya
beli yang buanyak dong...kita dah belajar dari tahun 2002. Di tahun
2002 perahu karet gak terlalu bermasalah..mengapa sekarang
bermasalah, mengapa tidak betul2 dipersiapkan, apa Busway itu
menjadi prioritas utama??". Kasiannya pak Ritonga tidak bisa
menjawab dan terdiam!!!
Diujung2 acara sepertinya pak Ritonga menjadikan "budget" sbg salah
satu halangan.
Memang dibutuhkan banyak uang tuk membangun infrastruktur di
Jakarta. Makanya, lokalisasi saja perjudian itu biar penjudi2
Indonesia gak perlu lari ke Malaysia kalo cuma mau berjudi...:-).
Penjudi itu banyak membawa uang lho ke Malaysia tuk berjudi, maksute
buang2 uang ke Malaysia. Tapi kalo uang tsb kemudian dikorupsiin
lagi ama orang2 di pemda DKI, ya udah..tunggu Jakarta disapu tsunami
aja. Siap2 ibu kota negara Indonesia di pindahken..ke...
wassalam,
--- In [email protected], Aldian_Ikhsan_Hakim
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Halo, saya dari PPI malaysia, saya ikut milist ini...
>
> saya fwd berita ini ke Milist di Universitas saya...
> ada tanggapan dari
> temen saya.. bernama Andri..
>
> silahkan di baca, semoga bermanfaat.
>
> *****************************
> Hanya untuk referensi saja..di dunia civil engineering
> sebenarnya siklus
> banjir itu ada..cuma pengucapannya aja yang tidak
> tepat..jadi yang
> dihitung sebenarnya itu siklus hujannya..apakah 5
> tahunan, 10 tahunan
> ato 50 tahunan. Kalau penggunaannya di hidrologi untuk
> memperkirakan
> debit air nya, klo bangunan onshore misalnya dipakai
> untuk siklus gelombang.
>
> Dari sini didapat data2 yang dibutuhkan untuk
> membangun infrastruktur
> sipil, misal jembatan, pelabuhan, gorong2, dll..jadi
> "kasaran" nya kalo
> data hujan ada, dimensi strukturnya bisa dianalisa.
>
> Masalahnya adalah, saat bagunan itu selesai dibangun
> tidak ada
> maintenance nya, atau bangunan itu dikorupsi sehingga
> spesifikasinya
> tidak sesuai dengan desain awal. Kalo maintenance
> tidak ada, kedalaman
> saluran yang misalnya 10 meter, akibat sedimentasi
> (lumpur yg mengendap)
> tinggi saluran akan berkurang misal jd 4 meter,
> jadilah airnya meluap,
> sampah2 yang dibuang warga ke saluran air jg salah
> satu faktor penting.
> Dan yang penting apakah saluran/bangunan itu didesain
> untuk mampu
> menampung curah hujan 5 tahun an, 10 tahunan, ato 50
> tahunan. Kalo
> desain awal 50 tahunan, tp dikerjakannya untuk curah
> hujan yang 5
> tahunan saja...barulah korupsi.
>
> Diperhatikan jg, kondisi laut...apakah saat itu sedang
> pasang, soalnya
> sungai mengalirnya ke laut kan. Kalau misal tinggi
> permukaan laut lebih
> tinggi dari sungai..air sungai ga bisa keluar ke laut,
> tp dari bogor
> terus mengalir..jadilah jakarta danau.
>
> Maap ya klo kepanjangan.
>
> .
>
>
> Andri Kusbiantoro
> MSc Civil Engineering
> Universiti Teknologi Petronas
>
> *********************************
>
> Lina Dahlan wrote:
> >
> > Ada or tidak adanya "siklus banjir 5 tahunan" gak
> penting lah. Yang
> > penting adalah sudah sejauh apa pemda DKI Jakarta
> mengantisipasi
> > banjir dari tahun ketahunnya? Ada perbaikan kah atau
> malah
> > kemunduran ? Kalau kali ini banjir semakin parah,
> berarti kan ada
> > kemunduran. Ngapain aja belio???
> >
> > Bangun air mancur Thamrin sampe 17milliar (?).
> Bangun 1 buah halte
> > busway 2miliar. Itu katanya katanya sih. Saya
> sungguh gak ngerti
> > duit segitu kebanyakan ato gak buat project tsb?
> >
> > Oh ya..waktu saya nonton liputan banjir di RCTI,
> yang diliput adalah
> > daerah Kampung Melayu (yang langganan banjir). Salah
> seorang
> > pengungsi diinterview,"kok masih mau tinggal di sini
> walau tiap
> > tahun kebanjiran, kan pemerintah mau buat rusun? kok
> gak mau tinggal
> > dirusun nantinya?" Kata ibu tersebut "emang kita2
> gak mau tinggal
> > dirusun, maunya diganti uang aja".
> >
> > Dengan informasi terbatas spt itu, saya bingung
> jadinya. "Susah juga
> > ngatur penduduk yang bandel ya?"...:-)
> >
> > Seorang temen yang dari negeri sono juga terbingung2
> melihat rakyat
> > INdonesia yang nampaknya 'pasrah' dan tidak mau
> 'komplen' kpd
> > pemerintahnya. Sudah sering kejadian kayak gini, kok
> malah kayaknya
> > gembira-gembira aja ngungsi ke Mesjid,
> berenang-renang, main banjir,
> > yang lain nontonin banjir. Lampu mati karena gardu
> tenggelam, kok
> > gak minta gardunya dipindahin ke tempat lebih tinggi
> hingga gak
> > kerendem. Oleh karena rakyatnya spt ini lah,
> pemerintahnya juga
> > happy-happy aja. Mestinya mereka ngungsi ke kantor
> pemda ato kerumah
> > pejabat!!! "Kantor pemda dan rumah pejabatnya juga
> banjir,
> > sir!!!". "Para pejabat ngungsi ke hotel, sir!".
> >
> > Kita-kita aja yuk yang kritis thdp pemerintah, spy
> pemerintahan ini
> > lebih baik.
> >
> > wassalam,
> > --- In [email protected]
> <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com>,
> > "jamur_kuping" <h4nafi@> wrote:
> > >
> > > makin ketahuan, bohongnya SUTIYOSO ...
> > > Gubernur DKI yang konon mau nyalonin jadi PRESIDEN
> > >
> > >
> > > ================================================
> > > 06/02/2007 10:06 WIB
> > > BMG: Tidak Ada Istilah Siklus Banjir 5 dan 30
> Tahunan
> > > Iqbal Fadil - detikcom
> > >
> > > Jakarta - Masyarakat Jakarta kerap mengalami
> siklus banjir besar
> > setiap 5 tahun sekali. Sebagian lagi menyatakan
> musibah tahun ini
> > mengikuti siklus banjir bandang per 30 tahun. Namun
> BMG menegaskan
> > tidak ada istilah siklus banjir.
> > >
> > > "BMG tidak mengenal istilah siklus banjir. Kami
> selalu memantau
> > cuaca berdasarkan data setiap hari," tegas Kepala
> Sub Bidang
> > Informasi Meteorologi Publik BMG Pusat Achmad Zakir,
> ketika
> > dihubungi detikcom, Selasa (6/2/2007).
> > >
> > > Mengenai pengaruh bulan purnama yang mengakibatkan
> banjir di
> > Jakarta tidak surut, Zakir menyatakan kemungkinan
> itu bisa
> > saja. "Memang biasanya kalau bulan purnama air laut
> pasang. Itu
> > sebabnya banjir tidak cepat surut," imbuhnya.
> > >
> > > Namun berdasarkan penanggalan kalender yang
> menggunakan sistem
> > bulan, Zakir menyatakan saat ini masa bulan purnama
> sudah
> > lewat. "Bulan purnama sudah selesai 3 hari yang
> lalu, jadi mungkin
> > tidak berpengaruh lagi terhadap air pasang di laut,"
> tandasnya.
> > (bal/bal)
> > >
> > >
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been
> removed]
> > >
> >
> >
>
>
>
>
>
__________________________________________________________
_______________
> Bored stiff? Loosen up...
> Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
> http://games.yahoo.com/games/front
>
Wassalam,
Ahmad
---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]