Terima kasih mas aris solikhah atas masukannya. Kayaknya bagus juga ya soal amandemen UUD 1945 ini diperdebatkan di milis, soalnya konstitusi itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Saya pribadi sangat terbuka menerima masukan-masukan dari teman-teman yang berbeda pandangan. Dan saya pribadi adalah orang yang tidak setuju dan tidak perlu pemberlakuan hukum syariah Islam di negeri tercinta ini. Btw, terima kasih banyak atas masukannya. Semoga kita bisa lanjutkan perdebatan ini hehehehe
Wassalam salam mulia dan sejahtera selalu --- aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mas Eka, > Anda benar UUD 45 adalah produk manusia, dan bukan > wahyu. Bisa berubah. Kalau perubahannya itu adalah > perubahan untuk mengakomodasi kepentingan beberapa > kelompok tertentu saja karena dia punya banyak modal > bagaimana dong mas? Dan kepentingan itu banyak > merugikan orang banyak bagaimana? Menurut saya, > sentralisasi lebih baik dari desentralisasi terlepas > sesuai syariat Islam atau tidak. > > BTw bila melihat sejarah Islam dahulu (1300 thn), > sudah ada dan pernah itu terjadi di masa lalu, di > masa > Khalifah Umar Bin Abdul Aziz, HArun Al rasyid dll > warga negara Islam (baik Islam, Yahudi, nasrani) > makmur. > > Kalau sekarang tidak ada contohnya. Soalnya, negara > mana yang benar-benar menerapkan syariat Islam > secara > sempurna dalam segala askpek kehidupan seperti > dahulu? > TIDAK ADA! Beda dengan sistem pemerintahan > demokrasi. > Tidak akan pernah ada contoh negara ideal untuk > sistem > pemerintahan demokrasi. Demokrasi buatan manusia. > Syariat ISlam adalah buatan Tuhannya manusia atau > wahyu. > > Dalam sistem pemerintahan ISlam yakni kekhilafahan > dimana khalifah sebagai kepala negara, sistem yang > berlaku adalah sentralisasi. Wali atau gebernur > memang > punya wewenang mengatur wilayahnya untuk terkait > distribusi zakat, infak, sadaqah,dll penetapan hukum > pidana dilokasi setempat dan tidak memiliki wewenang > legislasi terkait pengelolaan SDA, SDM apalagi > kebijakan militer. > > (kalau saya bisa sedikit menjelaskan teori khilafah > fungsi dan strukturnya, semata-mata itu memang > faktanya ada dan sudah teruji di masa dahulu).^_^ > Ini > bukan absurd apalagi utopis. > > > Secara logika dan fitrah, ini sederhana. Bahaya bila > masing-masing wilayah mempunyai otoritas legislasi? > Pecah belah, egoisme wilayah itulah yang terjadi. > Belum lagi kontrol pemerintah pusat rendah, sehingga > infiltrasi asing lebih mudah lagi? CMIWW > > salam sukses mulia selalu, > aris > > > --- eka zulkarnain <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Ikut nimbrung juga... > > > > Perubahan adalah sebuah keniscayaan dalam hidup. > > Dalam > > hal ini UUD 1945 adalah sebuah produk manusia yang > > juga menjadi target atau sentuhan sebuah > keniscayaan > > tersebut. Apalagi kalau kita lihat, UUD 1945 era > > lama > > ternyata tidak mampu mengakomodir > > kebutuhan-kebutuhan > > publik Indonesia sebagai konstitusi negara yang > bisa > > melindungi kepentingan masyarakat Indonesia untuk > > mencapai kehidupan yang demokratis, adil, > sejahtera > > dan bebas dari penindasan. > > Saya ingin menyentuh apa yang dikatakan oleh Al > > Badruni tentang UUD yang berlandaskan pada hukum > > Islam > > atas dasar pemikiran bahwa sebagian besar penduduk > > Indonesia beragama Islam. Apakah dengan mayoritas > > agama Islam, konstitusi negara Indonesia juga > harus > > diubah ke dalam bentuk syariah Islam? > > Saya pikir tidak perlu. Buat apa? Pertama; akar > > populasi di Indonesia toh tidak disendikan pada > satu > > suku dan satu agama. Kebhinekaan adalah pondasi > > negeri > > ini. Menurut saya, tidak semua orang Islam di > > Indonesia menginginkan syariah Islam sebagai > > landasan > > konstitusi. Yang kita inginkan adalah konstitusi > > yang > > betul-betul mendukung dan menjamin masyarakat > hidup > > demokratis, adil, sejahtera dan bebas dari segala > > bentuk penindasan. > > Di Indonesia pernah bercokol kerajaan yang > > bersendikan pada satu agama (baik Budha dan Hindu) > > yang akhirnya runtuh meskipun keruntuhannya itu > > karena > > berbagai faktor. Juga pernah ada kesultanan yang > > bersendikan pada agama Islam (dan jatuhnya juga > > karena > > banyak faktor). > > Saya ingin bertanya apakah di dunia ini ada > > contoh > > negara Islam yang benar-benar demokratis, adil, > bisa > > menjamin rakyatnya sejahtera dan tidak menindas > > rakyatnya? > > > > Bersambung hehehehe... > > > > > > --- Ahmad Al-Badruuni <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > > Ikut nimbrung, > > > > > > Rupanya kita (seluruh bangsa Indonesia) lupa > > > dengan awal disahkannya UUD 1945 menjadi > > Konstitusi > > > Negara. Dahulu UUD 1945 yang diawali dengan > Piagam > > > Jakarta merupakan nilai tengah dari 3 kelompok > > yang > > > ada,kelompok Islam,kelompok Kristen,dan kelompok > > > nasionalis.Waktu itu perdebatan dikerucutkan > > kearah > > > pen-sah-an 7 kata dalam Piagam Jakarta. Waktu > itu > > > Islam punya nilai tawar yang tinggi untuk > > > benar-benar memperjuangkan syariah Islam kepada > > > pemeluk-pemeluknya,namun karena ditentang kubu > > > nasionalis dan Kristen akhirnya dibawalah Negara > > > kita kepada keadaan sekarang yang kacau,dimulai > > > sistem kabinet parlementer,presidensiil, dan > > > sekarang yang selalu pengen utak atik UUD 1945. > > > Kata Ajip Rosyidi : Pada zaman pra-Gestapu, > PKI > > > beserta antek-anteknyalah yang paling takut > kalau > > > mendengar perkataan Piagam Jakarta Tetapi > agaknya > > > ketakutan akan Piagam Jakarta, terutama ke-7 > patah > > > kata itu bukan hanya monopoli PKI dan > > antek-anteknya > > > saja. Sekatang pun setelah PKI beserta > > > antek-anteknya dinyatakan bubar, masih ada kita > > > dengar tanggapan yang aneh terhadapnya. > > > KH M Dahlan (Menteri Agama RI tahun > > > 1960-an)sendiri juga pernah bilang : Bahwa > diatas > > > segala-galanya, memang syariat Islam di > Indonesia > > > telah berabad-abad dilaksanakan secra konsekuen > > oleh > > > rakyat Indonesia, sehingga ia bukan hanya sumber > > > hukum, malahan ia telah menjadi kenyataan, di > > dalam > > > kehidupan rakyat Indonesia sehari-hari yang > telah > > > menjadi adat yang mendarah daging. Hanya > > pemerintah > > > colonial Belandalah yang tidak mau menformilkan > > > segala hukum yang berlaku di kalangan rakyat > kita > > > itu, walaupun ia telah menjadi ikatan-ikatan > hukum > > > dalam kehidupan mereka > > > sehari-hari. > > > Sekarang kubu Islam tidak benar2 mewakili umat > > > Islam secara keseluruhan,begitu juga umat Islam > > > tidak lagi menjadikan partai Islam sbg pilihan > > > suaranya.Trus sampai kapan kekacauan ini > terjadi? > > > > > > Tanyakan mengapa,kepada umat Islam???? > > > > > > > > > > > > > > > aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > mAs Irwan, > > > sebenarnya saya juga bertanya2, kurang ngeh > > banget. > > > Tapi saya kira setelah membaca gatra saya > sedikit > > > ngeh > > > maksudnya. > > > > > > http://www.gatra.com/artikel.php?id=102245 > > > > > > Kira-kira begini kali ya.... > > > > > > Kalau amandemen UUD 45 yang baru berharap DPD > > > diberikan wewenang legislasi,bayangkan yang > > terjadi. > === message truncated === Eka Zulkarnain ____________________________________________________________________________________ Sucker-punch spam with award-winning protection. Try the free Yahoo! Mail Beta. http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html

