--- In [email protected], "sedangbingung" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Terus terang bila ingat semua perjalanan cerita kita , saya sedih , > saya sudah memberikan apa yang dia mau bila ia kelak menjadi istri > saya , dan ia pun sudah bercerai dengan suaminya , ijin istri kedua > sudah saya dapatkan , namun ia tetap mau mundur bila tidak ada tanpa > tanda kita bakal menikah , dengan alasan ia ingin mempunyai anak , > dan tidak mau merusak hubungannya dengan orang tuanya . Mungkin ada > yang bisa membantu saya , apa yang harus saya lakukan , untuk > mendapatkannya tanpa harus meninggalkan keluarga , khususnya anak > anak saya . > >
Jujur saja sama anak2 Pak: sayangku, kalian pasti bahagia kalau Bapak kawin lagi... Soalnya ada wanita lain yang lebih hebat dari ibu kamu -yang sudah mulai keriput dan membosankan- dan bapak jatuh cinta mati2an sama dia... Tapi dia pengen Bapak menendang ibu kamu... Setuju ya.. ya? Karena bapak sangat mencintai kalian... *mmmuaaaahhh* (ibu hanya pabrik bikin anak) Waktu dulu nikah sama istri pertama, udah pernahkah dikasih tau ke dia: saya nanti mau poligami kamu lho.. jadi kalau kamu tidak mau, ya jangan kawin sama saya... Itu baru fair. Jangan pada saat2 susah, belum jadi apa2, istri pertama mau susah payah hidup bareng, pada saat udah "jadi" mau kawin lagi... malah udah pacaran bertahun2 ... halah... Anda punya posisi kuat buat menceraikan istri dan kawin lagi. Pernah mikir apakah istri anda dalam posisi yang sama dg anda? Sepertinya dunia Bapak cuma berpusat pada diri Bapak sendiri. Tidak perduli pada lingkungan/orang lain. sori... tp anda memang EGOSENTRIS dan CENGENG. *.... tapi ada kala pria tak berdaya... bertekuk lutut disudut kerling wanita...* (dari Ismail Marzuki)

