http://www.kompas.com/
Lemah Matematika Karena Takut
SAN FRANSISCO, RABU - Siapa bilang matematika itu sulit? Menurut seorang
psikolog anggapan seperti itulah yang justru membuat seseorang kesulitan
melakukan operasi hitung-menghitung.
Perasaaan takut dan khawatir setiap kali berhadapan dengan matematika
terbukti membuat lemah kapasitas memori kerja otak. Padahal, bagian inilah yang
berperan besar dalam proses hitung soal-soal matematika yang sulit.
"Terlihat bahwa kekhawatiran terhadap matematika menghabiskan memori kerja
seseorang," ungkap Mark Ashroft, psikolog dari Universitas Nevada, AS di depan
peserta pertemuan tahunan Asosiasi untuk Kemajuan Sains Amerika (AAAS). Ashroft
menyatakan, operasi matematika sederhana seperti penambahan dan pengurangan
hanya membutuhkan memori kerja yang kecil, namun makin kompleks operasi
matematika yang dihadapi makin besar memori kerja yang dibutuhkan.
Tapi, jangan khawatir, perasaan takut dan merasa tidak siap bisa diatasi
dengan membiasakan diri. Misalnya, mencoba menyelesaikan ujian pendahuluan (try
out) bagi mahasiswa atau pelajar agar lebih siap menghadapi ujian sebenarnya,
seperti ujian akhir nasional atau ujian masuk perguruan tinggi. Dalam hal ini,
hasil ujian bukanlah parameter satu-satunya untuk menilai kesiapan seseorang
menghadapi ujian sebenarnya.
"Mungkin tidak bijaksana menilai hasil ujian pendahuluan untuk memprediksi
siapa yang berhasil dan tidak," ujar Sian Beilock dari Universitas Chicago.
Yang pasti, meski penyebab ketakutan terhadap matematika belum diketahui, orang
yang dapat menghadapi ketakutannya terhadap matematika rata-rata dapat
menyelesaikan ujian dengan lancar.
Sumber: reuters
Penulis: Wah
function WindowOpen1(url) {
myWin1=open(url,"displayWindow","width=400,height=400,toolbar=no,menubar=no");
return false; }
-->
KIRIM KE
TEMAN
CETAK HALAMAN
---->
---------------------------------
TV dinner still cooling?
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
[Non-text portions of this message have been removed]