Gak begitu pengertiannya dalam Islam, mang Ucup.
Tapi, besok aja deh..insyaallah. Lagi gak ada waktu neh.
Ini sepertinya bicara soal 'takdir', dan sudah pernah dibicarakan 
deh kayaknya.

see u.
--- In [email protected], "MANGUCUP" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hampir semua agama sebenarnya secara langsung atau tidak langsung 
telah
> mengakui, bahwa orang masuk sorga itu bukannya berdasarkan pahala, 
kelakuan
> baik atau apapun namanya melainkan hanya berdasarkan "Hokie" ato 
dalam
> bahasa Londonya "Pure Luck". 
> 
> Masalahnya sebelum kita dilahirkan, setiap manusia sudah 
ditentukan terlebih
> dahulu apakah ia akan jadi pemeran Wong Ireng ato Wong Putih, 
apakah ia akan
> menjadi WN Sorga ataukah WN Neraka ! Kalho hokie loe gede, 
otomatis terpilih
> jadi calon WN Surgawi.
> 
> Kita manusia dilahirkan sebenarnya mirip seperti pemain sandiwara. 
Kita
> boleh akting di panggung selama beberapa puluh tahun setelah itu 
kudu masuk
> kotak lagi baca Liang Lahat. Sedangkan story board ato jalan 
ceritanya udah
> ditulis sebelumnya oleh Sang Dalang Agung seperti film sinetron 
begitu. 
> 
> Di pelem manapun juga selalu ada pemeran wong jahat dan wong baik. 
Untuk
> mengetahui peran apa yang kudu loe mainkan ? Ini bisa dilihat 
sendiri dari
> jalan hidup loe dimasa lampau sampai sekarang. Dalam bahasa kaum 
agamis
> story board kita ini disebut suratan hidup atau Takdir. 
> 
> Anda langsung lari terbirit-birit apabila mendengar bunyi Azan. 
Tidak pernah
> lupa berdoa, berkali-kali sehari, bahkan iklhas menderita sebulan 
penuh pada
> saat bln puasa, tetapi tanyalah sama diri sendiri untuk apa 
semuanya ini ???
> Toh nasib hidup anda telah ditentukan sebelumnya. Ayat tersebut 
dibawah ini
> membuktikan, bahwa jalan hidup anda dari awal s/d akhir telah 
dipateri di
> dalam kitab kehidupan (story board) yang telah ditulis oleh Sang 
Dalang
> Agung ! Kalho nasib loe baik ato banyak hokie; pasti masuk sorga, 
tapi kalho
> lhoe apes; ya wis n'rimo azah untuk dipanggang jadi sate di api 
neraka. Dan
> jangan harap loe bisa merobahnya entah itu melalui doa maupun 
melalui puasa.
> 
> 
> Maklum Allah itu tidak mengenal Tip-ex maupun karet penghapus. 
Lagi pula
> Allah itu benar adanya; jadi Ia tidak pernah membuat kesalahan, 
sehingga apa
> yang telah ditetapkan oleh-Nya kekal adanya dan berlaku terus, 
tanpa ada
> satu manusia pun yang akan bisa mengoreksinya ataupun menambahkan 
dengan
> titik ataupun koma lagi. Amin
> 
> Dia (Allah) telah menciptakan segala sesuatu dan sungguh telah
> menetapkannya" [Al-Furqaan : 2] Sesungguhnya itu semua telah ada 
dalam
> kitab, sesungguhnya itu sangat mudah bagi Allah" [Al-Hajj : 70] 
Allah
> menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat" [As-Safat : 96]
> 
> Apakah umat Kristen beda ? Tidak, mereka juga percaya akan adanya 
takdir
> dalam bahasa Latin disebut "Praedestinatio" dalam bahasa Indonesia 
disebut
> Predestinasi. Pre = sebelumnya Destinasi = tujuan. Jadi tujuan 
hidup loe itu
> telah ditentukan sebelumnya apakah ke arah Sorga ato ke Neraka ! 
> 
> Ajaran atau kepercayaan ini telah dikenal dan diketahui ratusan 
tahun
> sebelumnya oleh Santo Agustinus dari Hipo (354 – 430). Kepercayaan 
ini bukan
> hanya sekedar dianut oleh umat Katolik saja melainkan juga oleh 
mbahnya umat
> Protestan; Yohannes Calvin. Ajaran Calvin ini lebih dikenal dengan 
ajaran
> predestinasi ganda, sebab hanya ada dua pilihan saja Black Or 
White seperti
> juga lagunya si Mikel Jekson. Dan yang menentukan semuanya ini 
adalah Sang
> Dalang Agung jadi bukannya loe. 
> 
> Loe boleh dicuci dan di bilas (dipermandikan) ratusan kali, kalho 
kulit loe
> udah dari sononya ireng tetap azah ireng. Begitu juga dengan 
takdir kalho
> udah ditakdirkan Go To Hell jangan harap loe bisa jadi putih lagi. 
Di dunia
> kita kenal dengan sistem aturan pemutihan tetapi di sorga itu ora 
ono Mas !
> 
> Ah moso sih, manusia sudah ditakdirkan sebelumnya masuk neraka ? 
Kagak
> percaya lihat tuh si Yudas, ratusan tahun sebelumnya ia dilahirkan 
ia telah
> ditakdirkan (predestinasi), bakalan dipilih jadi lurahnya di 
Neraka. Dari
> awal mula ia telah diberikan peran sebagai sang penghianat, ia 
memainkan
> perannya sedemikian hebatnya; sampai Mell Gibson azah mencoba ingin
> mengulangnya lagi dalam filmnya The Passion. 
> 
> Itu adalah salah satu contoh pemeran takdir terbaik sepanjang masa 
yang bisa
> dijadikan panutan bagi semua umat Kristen. Ialah nerimo azah peran 
yang
> telah diberikan oleh Sang Dalang kepada kita. 
> 
> Kagak percaya buka tuh Alkitab: Yoh 17:12 .dia yang telah 
ditentukan
> (ditakdirkan) untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam 
Kitab Suci.
> 
> Tuhan Yesus sendiri mengetahui peran yang harus dimainkan oleh 
Yudas,
> sehingga Ia tidak menghalanginya, bahkan menganjurkannya: "Apa 
yang hendak
> kauperbuat, perbuatlah dengan segera!" (Yoh 13:27)
> 
> Maka dari itu kalho loe udah disuru memainkan peran sebagai 
koruptor,
> lakukanlah terus, sebab percuma azah loe tobat juga, udah kepalang 
basah dan
> kotor. Maklum udah dari sononya loe ditakdirkan jadi koruptor. 
> 
> Begitu juga dengan mang Ucup yang sudah dari sononya ditakdirkan 
jadi
> jai-hwa-cat atau sipemetik daun muda, percuma robah juga. Lebih 
baik
> nikmatilah hidup ini sesuai dengan takdir yang telah ditentukan. 
Lupakan
> segala macam ajaran agama, rumah ibadah maupun segala macam 
pantangan. Minum
> dan maboklah setiap hari, makanlah makanan haram seabreg-abgreg, 
sebab
> daging babi itu enak lho, kagak percaya try it !
> 
> Sedangkan kebalikannya mereka yang termasuk wong hokie sudah 
tercantum dalam
> Alkitab: "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka 
juga
> ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran 
Anak-Nya,
> supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak 
saudara. (Roma
> 8:29)
> 
> Terjemahan dalam bahasa Londonya: "For whom He foreknew, He also 
predestined
> [to be] conformed to the image of His Son, that He might be the 
firstborn
> among many brethren. (Roma 8:29 NKJV)
> 
> Sedangkan dalam agama Buddha, takdir ini disebut "Kamma" atau 
Karma, kalho
> karma loe udah buruk jangan harap loe bisa rubah lagi di dalam 
kehidupan
> sekarang ini. Sedangkan orang Tionghoa menyebut predestinasi atau 
takdir ini
> dengan kata "Yuanfen". 
> 
> Jadi tidaklah salah apa yang man Ucup tulis dibawah ini: 
> "Loe bisa masuk sorga bukannya - By Grace but By Hokie !"
> 
> Mang Ucup – The Drunken Priest
> Email: [EMAIL PROTECTED]
> Homepage: www.mangucup.net
> 
> -- 
> Internal Virus Database is out-of-date.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.15.24/592 - Release Date: 
18-12-2006
> 13:45
>


Kirim email ke