Saya sangat khawatir topiknya bergeser pada 'tiket murah-mahal sama saja'.. Sementara soal PELAYANAN PUBLIK YANG HARUSNYA LEBIH LAYAK malah terkubur.. DISENGAJA/TIDAK.. :-(
Satu hal yang tidak bisa disangkal, ini merupakan tamparan keras bagi regulator (Pemerintah) sekaligus juga bagi operator (kali ini yang kebagian 'arisan' adalah Garuda), bahwa pelayanan publik harus dilakukan dengan sungguh".. dan bukan ala kadarnya.. :-((((( Jadi, bukan berarti kalau operator yang tiketnya mahal dan (saat ini) kena celaka, menjadi pembenaran bagi operator yang tiketnya murah untuk asal"an dalam melayani publik/konsumen.. Mungkinkah ada yang lebih paham kondisi 'alam' saat itu di Jogja/Yogya? Apakah hal ini ada hubungan dengan gempa yang terjadi di Sumbar? Mis: ada pergeseran 'energi' dalam perut bumi yang'kebetulan' pada saat itu tepat berada di Jogja/Yogya.. Bukankah tahun lalu pernah terjadi gempa 'besar' juga di sana.. Hal ini dikarenakan menurut kabar dari milis lain, pesawat tersebut kabarnya baik" saja - laik terbang(?).. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K ".. Pilot oke, pesawat (perawatan dan usia) oke, cuaca oke, lah ko' jatuh juga ...??? Jika menterinya diganti dan musibah juga tetap terjadi apa perlu ganti menteri lagi atau presiden aja?? Sabotase ....??? sebaiknya SBY hati - hati, terlebih pernyataan ini sangat sensitif menyangkut sistim keamanan atau beliau memang menginginkan adanya tim intelijen asing. "GA 200 Laik Terbang, Kok" Rabu, 07 Maret 2007, 13:07:44 WIB Laporan: Bisman Pasaribu Jakarta, Rakyat Merdeka. Pihak manajemen Garuda Indonesia membantah bahwa kondisi pesawat GA 200 yang membawa penumpang 133 orang dan tujuh awak kabin tersebut tidak layak terbang. "Tidak benar. Kami klarifikasi, pesawat dengan GA 200 register PK GZC dari Jakarta ke Jogjakarta tersebut dalam kondisi layak terbang. Tidak ada masalah teknis sebelum terbang," demikian dikatakan Kepala Komunikasi Garuda Indonesia Pudjobroto dalam keterangan pers yang digelar di kantor pusat Garuda Indonesia di Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu siang (6/3). Pudjo menambahkan, sebelum terbang ke Jogja, pesawat jenis Boeing 737-400 tersebut dipastikan dalam kondisi yang normal. Tidak ada masalah teknis. Hanya saja, pada saat pendaratan di Bandara Adi Sutjipto, GA 200 diduga mengalami pecan ban sehingga menyebabkan tergelincir hingga keluarga landasan. "Namun, penyidikan selanjutnya nanti menunggu dari tim KNKT. Kami belum mau menyimpulkan," tukasnya. Dijelaskan kembali oleh Pudjobroto, api yang melalap pesawat Garuda Indonesia yang naas tersebut saat ini sudah padam. iga .." On 3/8/07, IGAM Muliarsa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dukung Tiket Murah.... > kan slogan "TIKET MURAH NYAWA MURAH" dah gak berlaku lagi :-D > [Non-text portions of this message have been removed]

