http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=127824
   
  PLN Tandatangani Kontrak Strategis Senilai Rp.47 Triliun
   
   
  Penulis: Windy Diah Indriatari
   
  JAKARTA--MIOL: PT PLN (Persero) akan menandatangani sejumlah kontrak 
strategis kelistrikan senilai total lebih dari Rp47 triliun. Kontrak termasuk 
lima proyek pembangunan PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) program 10.000 
megawatt (Mw).
   
  Penandatangan kontrak rencananya dilakukan Direktur Utama PLN Eddie Widiono 
dengan pihak-pihak terkait, di Subang, Jawa Barat, Rabu (21/3).
   
  Selain lima proyek 10 ribu Mw senilai US$2,8 miliar, kontrak-kontrak 
strategis yang ditandatangani meliputi tiga perjanjian jual beli gas senilai 
US$1,61 miliar, dua kontrak pinjaman pembiayaan proyek kelistrikan dengan nilai 
US$44,2 juta. Kemudian, sembilan perjanjian jual beli listrik program kemitraan 
dengan nilai US$866 juta dan Rp223 miliar.
   
  "Kontrak-kontrak tersebut seluruhnya merupakan kontrak strategis, termasuk 
penunjang berupa pasokan gas sebagai bahan bakar primer pembangkit listrik," 
ujar Eddie di Jakarta, Selasa (20/3).
   
  Dijadwalkan turut menyaksikan penandatanganan, Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono yang didampingi Menteri BUMN Sugiharto, Menteri Energi dan Sumber 
Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro), serta sembilan menteri lainnya.
   
  Sebanyak delapan duta besar negara sahabat termasuk untuk proyek PLN dari 
China dan Malaysia, 11 Gubernur terkait lokasi proyek, 14 Bupati terkait lokasi 
proyek juga akan ikut hadir dalam acara tersebut.
   
  Lima proyek PLTU 10 ribu Mw yang akan ditandatangani terdiri dari PLTU Banten 
I (Suralaya Baru) 1x625 megawatt (Mw) senilai US$428,8 juta, dengan kontraktor 
konsorsium CNTIC Consortium (China National Technical Import & Export 
Corporation), China National Machinery Import & Export Corporation, Zhejiang 
Electric Power Design Institute dan PT Rekayasa Industri. Selanjutnya, PLTU 
Banten II (Labuan) 2 x 316 Mw senilai investasi US$ 492,9 juta dengan 
kontraktor konsorsium Chengda Engineering Corporation dan PT Truba Jurong 
Engineering.
   
  Kemudian, PLTU Jabar I (Indramayu) 3 x 330 Mw senilai US$ 863,2 juta dengan 
kontraktor Joint Operation of China National Machinery Industry Corporation 
(Sinomach), China National Electric Equipment Corporation (CNEEC) dan PT Penta 
Adi Samudera.
   
  Lalu, PLTU Jatim II (Paiton Baru) 1 x 660 Mw senilai US$466,3 juta yang 
dikontraktori konsorsium Harbin Power Engineering and PT Mitra Selaras Hutama 
Energy. PLTU Rembang Jateng 2 x 316 Mw senilai US$ 558 juta dengan ontraktor 
konsorsium Zeelan, PT Prianamaya dan Tronoh.
   
  Penandatanganan kontrak kelima proyek sempat beberapa kali mengalami 
pengunduran karena belum tercapainya kesepakatan isi kontrak antara PLN dengan 
pihak kontraktor. Semula, kontrak-kontrak tersebut dijadwalkan ditandatangani 
pada pertengahan Januari 2007 lalu.
   
  Menurut perhitungan PLN, kelima PLTU akan menghemat penggunaan bahan bakar 
minyak (BBM) PLN untuk pembangkit listrik hingga Rp.23,65 triliun per tahun. 
Sedangkan, dari sisi tenaga kerja, kelima proyek diperkirakan akan menyerap 
lebih dari 10 ribu tenaga kerja selama proses konstruksi berlangsung. 
(Ndy/OL-06)

 
---------------------------------
TV dinner still cooling?
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke