Apa saya salah ya? Mohon maaf, saya membaca postingan awal waktu diskusi dengan
Mas Dede, kalau tidak salah tangkap pa Ikranagara demikian. Kalau saya salah,
saya mohon maaf sekali. Wah maaf mas Ari, saya bukan pemuja HT. Saya bilang
ini pilihan. Setuju syariah dan khilafah tak harus masuk HT. Karena orang
bisa memilih mana yang ia anggap cocok untuk memperdalam agamanya.
Misalnya nih, Kata almarhum ibu, almarhum buyut milih Muahammadiyah, dan
kakek milih NU, Kakek menjabat Kepala Kantor Agama wilayah Kabupaten. Nuansa
almarhum Keluarga ibu kental agamanya, beda dengan keluarga ayah yang sangat
abangan. Kami biasa tinggal di wilayah Muhammadiyah ko (yah walau abangan
banget), ada paman juga yang sekarang menjadi Ketua Cabang Kecamatan
Muhamadiyah Ngemplak, Solo. Adek kandung baru saja diangkat jadi bendahara
Muhamadiyyah kecamatan dan sekolah di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ada
juga saudara simpatisan PKS. Eh.. ada juga paman dari almarhum Ibu bergabung
dengan LDII.
Ada satu hal yang saya pelajari ketika mereka bersentuhan keorganisasian
Islam itu moralnya jadi lebih baik, taat ibadah dan saling menghormati. Dalam
setiap pertemuan keluarga besar dari ibu, kami dicamkan, apa pun organisasinya
sing penting taat ama Allah dan saling menghormati. Soalnya yang bisa membawa
kita masuk surga itu amalan sholeh kita masing-masing bukan organisasi. CMIIW
Kayaknya mas Ari sering suka menebak pemahaman saya dengan salah. Jadi jangan
suka nebak-nebak nggih please.
poin 2, Ko saya baru dengan periwayatannya dari Habib bin Salim ya (wah saya
kuper nih), mas mengatakan Mursal atau yang terputus periwayatannya? Untuk
matan ya ndak bisa dong mas diutak-atik dengan masa sekarang. Harusnya orang
merubah dirinya sesuai ajaran agamanya, ko malah kebalik pelaksanaan ajaran
agama harus mengikuti keinginan orang. Memang sih, berubah baik itu susah.
Silakan monggo diklik di bawah, kalau misalnya dalam tulisan di situ ada
kata-kata agak kasar, mohon diabaikan:
http://syariahpublications.com/?p=107
untuk melengkapi tulisan ini akan segera saya kirimkan 2 CD film Jejak
Penerapan Syariat dan Khilafah di Indonesia plus booklet Insya Allah Senin ya,
Alhamdulillah hari ini dapat rezeki. Kemungkinan minggu ini mas bisa terima.
Masih penasaran, saya mengundang khusus mas (tapi nggak tau gratis atau ndak,
tapi nabung aja dulu buat siap-siap he he he ) untuk hadir pada tanggal tanggal
12 Agustus 2007 Insya Allah digelar Konferensi Khilafah Internasional di Istora
Senayan Jakarta pembicara berasal dari Inggris, Palestina, Jepang, Australia,
Sudan, Malaysia, Indonesia, (duh lupa negara mana lagi). Masih lama kan,
silakan siapkan pertanyaan dan semua yang mengganjal dalam diri mas bisa
didiskusikan disana.
Ini acara sangat terbuka untuk umum. Terbuka untuk diskusi....
Sudah ya mas itu saja.
Ari Condrowahono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
ada yg aneh.
1. Ikranagara bukannya Islam ? ikut HMI pulak. kalau agamanya bukan HT sih,
iya. :p mungkin agama muhammadiyah atau agama NU. :) atau pak ikra ikut dien
nya Rasta di Jamaika ? dien = pandangan hidup dan gaya hidup.
2. hadits dan tuntunan agamanya mana, yg mewajibkan bikin negara Islam ? Sudah
beberapa kali papabonbon kirimkan, kalau hadits yg selalu diusung oleh HT
berkait dgn Negara Islam adalah hadits yg periwayatannya hanya lewat habib bin
salim, dan informasi bahwa periwayat ini tercela. bahkan saking minornya hadits
ini, di sahih bukhari dan kompilasi sahih muslim tidak tercantum. hanya sempat
di sebut di musnad ahmad. hadits dengan periwayat mursal seperti ini jelas
tidak bisa dpakai sebagai acuan, apalagi diamalkan untuk tujuan ibadah. apalagi
jika secara matan [isi hadits] dan sejarah periwayatan juga bermasalah dan
bertentangan dengan dunia nyata.
salam,
Ari Condro
----- Original Message -----
From: aris solikhah
Dear Bapak Ikranagara,
1. Dengan membaca judul diatas, dan uraian tulisan Bapak dibawah yang terkesan
wah buat saya. Saya perlu waktu lama untuk memahaminya. saya surprise juga,
Bapak bisa menganalisa hal ini walau maaf Bapak tak se-agama dengan saya.
Sebagai wacana saja dan sharing.
2. Bagi seorang muslim untuk menjadi kaffah seharusnya ia berakidah Islam dan
berideologi Islam. Jadi Islam sebenarnya adalah merupakan satu-satunya agama
berideologi.
CMIIW
salam,
aris
.
[Non-text portions of this message have been removed]
Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
pustaka tani
prohumasi
nuraulia
---------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]