betul aris.

yang membawa kebaikan itu amal soleh, bukan
organisasi.

berbuat baik kepada sesama, tak peduli suku, ras, agama
dan kepercayaannya.

dengan cara itu dunia akan menjadi lebih baik. jiwa kita
juga akan lebih baik.


At 02:53 PM 3/23/2007, you wrote:

>Apa saya salah ya? Mohon maaf, saya membaca postingan awal waktu 
>diskusi dengan Mas Dede, kalau tidak salah tangkap pa Ikranagara 
>demikian. Kalau saya salah, saya mohon maaf sekali. Wah maaf mas 
>Ari, saya bukan pemuja HT. Saya bilang ini pilihan. Setuju syariah 
>dan khilafah tak harus masuk HT. Karena orang bisa memilih mana yang 
>ia anggap cocok untuk memperdalam agamanya.
>
>Misalnya nih, Kata almarhum ibu, almarhum buyut milih Muahammadiyah, 
>dan kakek milih NU, Kakek menjabat Kepala Kantor Agama wilayah 
>Kabupaten. Nuansa almarhum Keluarga ibu kental agamanya, beda dengan 
>keluarga ayah yang sangat abangan. Kami biasa tinggal di wilayah 
>Muhammadiyah ko (yah walau abangan banget), ada paman juga yang 
>sekarang menjadi Ketua Cabang Kecamatan Muhamadiyah Ngemplak, Solo. 
>Adek kandung baru saja diangkat jadi bendahara Muhamadiyyah 
>kecamatan dan sekolah di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ada 
>juga saudara simpatisan PKS. Eh.. ada juga paman dari almarhum Ibu 
>bergabung dengan LDII.
>
>Ada satu hal yang saya pelajari ketika mereka bersentuhan 
>keorganisasian Islam itu moralnya jadi lebih baik, taat ibadah dan 
>saling menghormati. Dalam setiap pertemuan keluarga besar dari ibu, 
>kami dicamkan, apa pun organisasinya sing penting taat ama Allah dan 
>saling menghormati. Soalnya yang bisa membawa kita masuk surga itu 
>amalan sholeh kita masing-masing bukan organisasi. CMIIW
>
>Kayaknya mas Ari sering suka menebak pemahaman saya dengan salah. 
>Jadi jangan suka nebak-nebak nggih please.
>
>poin 2, Ko saya baru dengan periwayatannya dari Habib bin Salim ya 
>(wah saya kuper nih), mas mengatakan Mursal atau yang terputus 
>periwayatannya? Untuk matan ya ndak bisa dong mas diutak-atik dengan 
>masa sekarang. Harusnya orang merubah dirinya sesuai ajaran 
>agamanya, ko malah kebalik pelaksanaan ajaran agama harus mengikuti 
>keinginan orang. Memang sih, berubah baik itu susah.
>
>Silakan monggo diklik di bawah, kalau misalnya dalam tulisan di situ 
>ada kata-kata agak kasar, mohon diabaikan:
>
><http://syariahpublications.com/?p=107>http://syariahpublications.com/?p=107
>
>untuk melengkapi tulisan ini akan segera saya kirimkan 2 CD film 
>Jejak Penerapan Syariat dan Khilafah di Indonesia plus booklet Insya 
>Allah Senin ya, Alhamdulillah hari ini dapat rezeki. Kemungkinan 
>minggu ini mas bisa terima.
>
>Masih penasaran, saya mengundang khusus mas (tapi nggak tau gratis 
>atau ndak, tapi nabung aja dulu buat siap-siap he he he ) untuk 
>hadir pada tanggal tanggal 12 Agustus 2007 Insya Allah digelar 
>Konferensi Khilafah Internasional di Istora Senayan Jakarta 
>pembicara berasal dari Inggris, Palestina, Jepang, Australia, Sudan, 
>Malaysia, Indonesia, (duh lupa negara mana lagi). Masih lama kan, 
>silakan siapkan pertanyaan dan semua yang mengganjal dalam diri mas 
>bisa didiskusikan disana.
>
>Ini acara sangat terbuka untuk umum. Terbuka untuk diskusi....
>
>Sudah ya mas itu saja.
>
>Ari Condrowahono <<mailto:masarcon%40lge.com>[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>ada yg aneh.
>
>1. Ikranagara bukannya Islam ? ikut HMI pulak. kalau agamanya bukan 
>HT sih, iya. :p mungkin agama muhammadiyah atau agama NU. :) atau 
>pak ikra ikut dien nya Rasta di Jamaika ? dien = pandangan hidup dan 
>gaya hidup.
>
>2. hadits dan tuntunan agamanya mana, yg mewajibkan bikin negara 
>Islam ? Sudah beberapa kali papabonbon kirimkan, kalau hadits yg 
>selalu diusung oleh HT berkait dgn Negara Islam adalah hadits yg 
>periwayatannya hanya lewat habib bin salim, dan informasi bahwa 
>periwayat ini tercela. bahkan saking minornya hadits ini, di sahih 
>bukhari dan kompilasi sahih muslim tidak tercantum. hanya sempat di 
>sebut di musnad ahmad. hadits dengan periwayat mursal seperti ini 
>jelas tidak bisa dpakai sebagai acuan, apalagi diamalkan untuk 
>tujuan ibadah. apalagi jika secara matan [isi hadits] dan sejarah 
>periwayatan juga bermasalah dan bertentangan dengan dunia nyata.
>
>salam,
>Ari Condro
>
>----- Original Message -----
>From: aris solikhah
>
>Dear Bapak Ikranagara,
>
>1. Dengan membaca judul diatas, dan uraian tulisan Bapak dibawah 
>yang terkesan wah buat saya. Saya perlu waktu lama untuk 
>memahaminya. saya surprise juga, Bapak bisa menganalisa hal ini 
>walau maaf Bapak tak se-agama dengan saya. Sebagai wacana saja dan sharing.
>
>2. Bagi seorang muslim untuk menjadi kaffah seharusnya ia berakidah 
>Islam dan berideologi Islam. Jadi Islam sebenarnya adalah merupakan 
>satu-satunya agama berideologi.
>
>CMIIW
>
>salam,
>aris
>
>.
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa 
>mengubah pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard 
>Shaw, 1856-1950)
>pustaka tani
>prohumasi
>nuraulia
>
>---------------------------------
>Be a PS3 game guru.
>Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke