Energi Dari Lubang Hitam
   
   
  Lubang hitam ibaratnya monster di alam semesta yang menelan apapun yang ada 
di dekatnya.

  Kini muncul gagasan, untuk memanfaatkan lubang hitam sebagai sumber energi. 
Para pakar astro fisika sejak beberapa dekade terakhir mengamati perilaku 
lubang hitam ini, dan bahkan pakar astronomi paling terkemuka saat ini, Stephen 
Hawking pada tahun 1997 lalu membuat taruhan mengenai sifat lubang hitam 
melawan John Preskill gurubesar fisika teoritis dari institut teknologi 
California atau Caltech. Ketika itu yang dipertaruhkan adalah : apakah 
informasi juga akan hilang jika ditelan lubang hitam? Tahun 2004 Hawking yang 
bertaruh bahwa informasi juga akan hilang jika ditelan lubang hitam, ternyata 
kalah taruhan. Teori baru menunjukkan, informasi tidak akan hilang jika ditelan 
lubang hitam. 
   
  Tapi apa sebetulnya lubang hitam itu, dan mengapa amat ditakuti?  Lubang 
hitam adalah fase akhir dari kehidupan sebuah bintang yang ukurannya cukup 
besar, minimal 10 kali ukuran matahari. Ketika reaksi nuklirnya kehabisan 
materi, bintang raksasa ini tidak mampu lagi menahan tarikan gaya gravitasinya 
sendiri. Bintang ini runtuh akibat tarikan gravitasinya sendiri. Tapi gaya 
gravitasi tsb amat luar biasa, sehingga menarik semua materi ke dalamnya, 
termasuk cahaya. Akibatnya sisa bintang dengan gaya gravitasi luar biasa itu, 
tidak lagi kasat mata. Pakar fisika John Wheeler pada tahun 1967 menyebut 
fenomena ini sebagai lubang hitam.
   
  Kini peneliti dari Universitas Frankfurt di Jerman, Horst Stöcker melontarkan 
gagasan yang kedengarannya juga seperti fantasi. Suatu hari nanti, kemungkinan 
kita dapat memanfaatkan lubang hitam, untuk membangkitkan energi. Demikian 
gagasan utopis tsb. Bagaimana caranya? 
   
  Gurubesar fisika teoritis dari Universitas Frankfurt, Horst Stöcker 
menjelaskan : “Satu truk penuh sampah, satu truk pasir atau satu truk air. 
Dengan itu kebutuhan energi seluruh dunia secara teoritis dapat terpenuhi.“
   
  Kedengarannya seperti cerita fiksi murahan. Tapi Horst Stöcker bukan penulis 
picisan. Ia adalah ilmuwan serius, gurubesar fisika teoritis dan sekaligus 
wakil rektor Universitas Frankfurt. Tapi apa yang memicu seorang ilmuwan 
serius, memikirkan satu truk penuh sampah dapat memecahkan masalah energi yang 
dihadapi umat manusia? Kata kuncinya adalah lubang hitam. Benda langit dengan 
gravitasi luar biasa yang bahkan dapat menelan cahaya. 
   
  Prof. Stocker menjelaskan: 
   
  “Lubang hitam menelan semuanya“ Di pusat galaksi kita Bima Sakti, para pakar 
astro fisika meyakini terdapat lubang hitam raksasa, yang volumenya jutaan kali 
matahari. Akan tetapi, tema yang dibicarakan pakar fisika teoritis dari 
Univeritas Frankfurt, prof. Horst Stocker itu bukan lubang hitam raksasa. 
Melainkan lubang hitam miniatur dalam ukuran nanometer, lebih kecil dari inti 
atom. Prinsipnya, jika kita menabrakan inti atom Hidrogen dalam instalasi 
pemercepat partikel dengan kecepatan amat tinggi, kemungkinan dapat terbentuk 
lubang hitam mikro secara terarah. 
   
  Peneliti lainnya dari Universitas Frankfurt, Marcus Bleicher menjelaskan 
lebih lanjut;  “Hal itu dapat dilakukan, jika kita tabrakan inti atom Hidrogen, 
hingga gaya gravitasinya meningkat sedemikian rupa seiring dengan kerapatan 
inti atom, dan terbentuk lubang hitam. Dan kami mengharapkan, hal itu dapat 
tercipta dan dapat diamati.“ 
   
  Konkritnya, para peneliti fisika teoritis dari Universitas Frankfurt hendak 
melakukan ujicobanya di instalasi pemercepat partikel terbesar di dunia-Large 
Hadron Collider atau LHC, yang akan beroperasi tahun ini juga di Jenewa. 
Pemercepat partikel LHC itu dibangun di bawah tanah, berbentuk cincin dengan 
diameter 27 kilometer.
   
  Pakar fisika Bleicher menjelaskan lebih lanjut : “Menurut perhitungan aktual 
kami, energi di dalam LHC mencukupi untuk tujuan itu. Sebagai orang Frankfurt 
saya bertaruh, bukan gaji saya sebulan, tapi satu peti minuman sari apel, bahwa 
percobaan akan berhasil“ 
   
  Kedengaran seperti taruhan antara Hawking dengan Preskill di tahun 1997. Tapi 
semua juga mengharapkan, agar ujicoba menciptakan lubang hitam mikro itu akan 
berhasil. Tentu sebagai orang awam kita bertanya, bukankah lubang hitam itu 
adalah monster di alam semesta, yang gravitasinya menelan semua materi ? Apakah 
tidak berbahaya, membuat ujicoba lubang hitam di Jenewa, di bawah kota dimana 
terdapat pusat perbankan dan lahan pertanian? 
   
  Mengenai hal itu pakar fisika teoritis dari Universitas Frankfurt Marcus 
Bleicher mengatakan :  “Masalah ini tentu saja menjadi perhatian kami. Dan 
berdasarkan posisi ilmu pengetahuan saat ini, kami dapat menyatakan tidak 
terdapat bahaya dari lubang hitam yang diciptakan di pemercepat partikel.“ 
   
  Alasannya, sejak milyaran tahun Bumi terus dihujani pancaran kosmis, yang 
tidak lain dari partikel yang mendekati kecepatan cahaya. Pancaran kosmis ini, 
adalah pemercepat partikel alami dengan energi jauh lebih besar ketimbang 
instalasi pemercepat partikel yang dibuat oleh para pakar fisika. 
   
  Lebih lanjut pakar fisika Bleicher menjelaskan : “Pancaran kosmis ini, jika 
perhitungan kami benar, sejauh ini sudah dapat menciptakan materi lubang hitam 
sekitar setengah kilogram. Nyatanya Bumi hingga kini masih ada. Sejauh ini kami 
meyakini, bahwa ujicoba tsb tidak berbahaya.“
   
  Sebuah lubang hitam mikro tidak akan menjadi lebih besar atau lebih tebal, 
jika menelan partikel lain yang berada di dekatnya, demikian kata Bleicher. 
Sebaliknya lubang hitam ini memancarkan kembali nyaris seluruh materi tsb, 
hingga sisa seberat sekitar lima atom unsur emas. Pancaran kembali materi 
inilah, yang memunculkan gagasan baru pada pakar fisika dari Universitas 
Frankfurt, Horst Stöcker. Kemungkinan, kita dapat membangkitkan energi, jika 
secara terarah memberi masukan pada lubang hitam tsb. 
   
  Stöcker menjelaskan : “Saya dapat memberi masukan materi normal, misalnya 
air, pasir atau apa saja. Dan berdasarkan rumus Einstein E samadengan mc 
kuadrat (E=mc2), materi normal ini akan berubah, dari massa menjadi cahaya. 
Artinya, jika kita memasukkan sebuah atom Hidrogen ke dalam lubang hitam, maka 
akan keluar antara 10 hingga 20 kuantum cahaya.“
   
  Konkretnya, para pakar fisika memutar lubang hitam itu di sepanjang instalasi 
pemercepat partikel, dan memberinya masukan berupa materi. Pancaran kuantum 
cahaya yang terbentuk dapat dipanen, dan diubah menjadi energi. Demikian 
gagasan pakar fisika Stöcker: “Dan yang paling menarik, proses ini seribu kali 
lebih efisien dari pembangkit listrik tenaga atom. Praktis 90 persen massa 
meteri diubah menjadi energi. Dan 90 persen ini amat besar. Jadi secara 
teoritis menurut perhitungan di atas kertas, dengan sedikit materi saja, saya 
dapat memenuhi kebutuhan energi seluruh dunia.
   
  Gagasan pakar fisika teoritis dari Universitas Frankfurt, Horst Stöcker dan 
Marcus Bleicher itu memang belum dibuktikan. Semua itu dapat diwujudkan, jika 
pemercepat Hadron besar-LHC benar-benar dapat menciptakan lubang hitam mikro. 
Namun demikian para pakar fisika dari Universitas Frankfurt itu, sejauh ini 
belum menjelaskan, bagaimana teknik konkritnya untuk membuat reaktor lubang 
hitam pembangkit energi. Bagaimana caranya menjinakkan lubang hitam yang 
menelan semua yang ada didekatnya, juga tidak dirinci lebih jauh. Tapi para 
pakar fisika Jerman itu sudah mengambil ancang-ancang, dengan mempatenkan 
gagasannya, menciptakan energi dengan menggunakan reaktor lubang hitam. Kapan 
gagasan ini dapat diwujudkan, tidak ada yang dapat meramalkan.

 
---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke