KTT Liga Arab Berakhir
   
  Oleh : Peter Phillipp dari Berlin
   
  Prakarsa perdamaian satu-satunya jalan menuju perdamaian Timur Tengah
   
   
    Negara-negara Arab menekankan, prakarsa perdamaian Timur Tengah yang mereka 
ajukan sejak tahun  2002 adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian dan 
stabilitas abadi di kawasan tersebut. 
   
  Hanya lewat prakarsa inilah konflik puluhan tahun antara Israel dan Palestina 
bisa diakhiri. Sekjen Liga Arab Amr Mussa mendesak bersatunya negara-negara 
Arab bagi prakarsa perdamaian 2007. 
   
  Ia mengatakan, "Kami katakan sekali lagi, perdamaian yang abadi dan adil 
adalah satu-satunya pilihan bagi bangsa-bangsa Arab.  Prakarsa perdamaian Arab, 
yang berdasarkan pada resolusi interansional, adalah satu-satunya jalan untuk 
mencapai solusi damai konflik Arab-Israel."
   
  Itu berarti, penarikan mundur Israel dari perbatasan yang ditetapkan tahun 
1967, pembentukan negara Palestina merdeka dengan ibukota Yerusalem Timur dan 
hak untuk kembali bagi para pengungsi.  
   
  Presiden Palestina Mahmud Abbas menuntut dibentuknya komisi negara-negara 
Arab, diketuai Arab Saudi, yang dipercaya melangsungkan pembicaraan dengan 
Israel mengenai realisasi prakarsa tersebut. 
   
  Presiden Mesir Husni Mubarak, salah satu juru runding utama bagi perdamaian 
di Timur Tengah, menekankan, senjata atom dan senjata pemusnah massal lainnya 
akan membuat stabilitas di kawasan itu menjadi tak seimbang. Yang dimaksud 
adalah program atom Iran dan gudang senjata atom Israel. 
   
  Mubarak mengatakan, "Timur Tengah butuh perdamaian dan stabilitas dan bukan 
senjata pemusnah massal. Jika dunia internasional tidak bertindak jujur dan 
penuh tanggungjawab, kawasan ini akan menjadi saksi perlombaan senjata yang 
tidak mereka butuhkan. "
   
  Sekjen PBB Ban Ki Moon yang juga hadir di Riyadh menekankan makna pertemuan 
puncak ke-19 Liga Arab.  Ia menjamin dukungannya bagi negara-negara Arab dalam 
mengupayakan stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah dan sekitarnya.
   
  Ban Ki Moon mengatakan, "Kunjungan ini membuktikan pada saya bahwa pertemuan 
puncak ini merupakan yang terpenting sejak bertahun-tahun. Situasi di Timur 
Tengah lebih kompleks, lebih rentan, dan lebih berbahaya daripada sebelumnya. 
Instabilitas di negara-negara Arab punya makna penting bagi perdamaian dan 
keamanan internasional. Saya menawarkan dukungan PBB bagi perdamaian, keadilan 
dan kesejahteraan bagi rakyat Anda." 
   
  Selain prakarsa perdamaian, pertemuan puncak negara-negara Arab di Riyadh 
juga membahas situasi di Irak, Libanon dan Darfur, Sudan. 
   
  Menyangkut soal Darfur, digelar konsultasi khusus antara Presiden Sudan dan 
Sekjen PBB. Ban KI Moon berupaya meyakinkan Omar al-Bashir bahwa tentara PBB 
harus ditempatkan di Darfur untuk ikut menyelesaikan konflik di Sudan. Tentu 
tentara PBB yang benar-benar beritikad baik.


 
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke