pak Kartono,

    dari daftar potensi *-keuntungan-* yang
    mungkin didapat dari hubungan Indonesia
    dengan Israel yang anda tulis di bawah ini, 
    mungkin saya hanya ingin menggaris bawahi 
    satu butir saja, yaitu potensi peluang
    Indonesia dalam ikut membantu tercapainya
    penyelesaian konflik Arab-Israel.

    sedang potensi "manfaat" yang lain, saya
    tetap berpendapat bahwa itu rasanya masih
    selalu bisa dicari alternatif dari negara
    lain.

    sebagai potensi pasar ekspor bagi kita 
    misalnya, saya duga 'ukuran ekonomi' (GDP)
    dari negara Israel itu tidak begitu besar,
    mungkin kira-2 sama dengan Belanda ( I have
    not checked it on the internet ).

    Padahal masih banyak negara timur tengah
    lainnya ( atau negara-2 Maghribi: seperti
    Libia, Aljazair, Tunisia, Maroko, Mauritania )
    yang potensi pasarnya juga belum di manfaatkan
    secara all-out oleh Indonesia ...

                        ***

    di samping itu, secara *-empirik-*, kalau saya 
    lihat contoh beberapa negara Muslim yang 
    sudah lama menjalin hubungan diplomatik dengan
    Israel ( contohnya Turki ) saya kok tidak melihat
    keuntungan yang menonjol yang bisa mereka petik
    selama ini.

    Untuk Turki misalnya, kalau yang dianggap menonjol
    dari Turki adalah kekuatan militernya ( yang dianggap
    cukup 'formidable' utk. kawasan itu ), saya kira
    kekuatan tsb. tidak lah dibangun sebagai hasil
    kerjasama Turki dengan Israel, tetapi:

      (1) karena memang 'usaha internal' Turki membangun
          kekuatan militernya sejak dulu, karena pernah
          menghadapi perang dengan Yunani ( yang terakhir
          sewaktu mmemperebutkan Cyprus tahun 1970 an ).

      (2) sebagai anggota NATO, dan posisi geografisnya
          yang sanagat strategis, berbatasan langsung
          dengan wilayah (eks) Uni Soviet, saya rasa
          selama masa perang dingin, Turki banyak mendapat
          bantuan fasilita smiliter dari negara-2 blok
          barat.

                             ***

   Untuk soal Ziarah, dari segi urgensi saya lebih 
   melihatnya sebagai semacam 'Turis'me, karena
   bagi Ummat Islam, pilgrimate yang diwajibkan
   ya hanya untuk haji di Mekkah ( dan wilayah
   sekitarnya ), jadi juga tidak tinggi urgensinya.

       wassalam,

   -----( IM )-------------------------



    
  

--- In  "Kartono Mohamad" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>
> Pertanyaan serupa dapat ditujukan untuk hubungan 
> diplomatik kita dengan, katakanlah Lybia, Sri Lanka, 
> dsb. Setiap hubungan diplomatik pasti ada manfaatnya. 
>
> Dengan Israel, kita dapat membeli teknologi mereka 
> dengan harga jauh lebih murah, kita dapat berperan 
> dalam ikut menyelesaikan konflik Israel-Palestina, 
> kita dapat bertukar ilmu, ekspor/impor langsung tanpa
> melalui negara ketiga (Singapura, Mesir). 
>
> Makin mudah bagi orang Indonesia untuk berziarah 
> ke Jerusalem termasuk masjidil Aqsha, makam Ibrahim, 
> dsb. Dalam soal dagang rasanya kita akan lebih 
> banyak menjual daripada membeli dari Israel (artinya 
> kita surplus).
>
> Tanpa hubungan resmi pun Indonesia sudah lama 
> berhubungan dengan Israel.
> KM
>  
> -------Original Message-------
>  
> From: imuchtarom
> Date: 31-03-2007 2:26:10
> To: [email protected]
> Subject: [ppiindia] yes, Israel-Indonesia relations warming up!
>  
> 
> 
> jika dibuka hubungan diplomatik indonesia
> dengan israel, kira-2 apa keuntungan
> bagi kedua belah pihak?
> 
> * kalo bagi israel jelas:
> keuntungan politik/diplomatik,
> mendapat "kawan baru" sekitar
> 200 orang juta muslim di Indonesia :-)
> 
> belum keuntungan ekonomi: bisa
> mengimpor bahan-2 mentah/hasil bumi
> serta meng-ekspor produk teknologi
> mereka ke Indonesia - menjadikan
> Indonesia sebagai pasar mereka
> 
> * kalo bagi Indonesia kurang begitu
> jelas keuntungannya. kalau toh kita
> butuh transfer teknologi maju, kan
> masih banyak alternatif negara lain
> yang juga hebat teknologinya; kan tidak
> harus dari israel. 
> 
> ----( IM )------------------------------
> 
> <http://www.ynetnews.com/articles/0,7340,L-3379342,00.html>
> 
> -------------------------------------
> Israel-Indonesia relations warming up 
> -------------------------------------
> 
> Countries' UN ambassadors meet in New York 
> 
> Itamar Eichner 
> 
> Published: 03.21.07, 11:57 / Israel News 
> 
> Israeli Ambassador to the UN Dan Gillerman 
> held his first public meeting with Indonesia's 
> Ambassador Rezlan Ishar Jenie several days ago. 
> 
> The meeting, which was held in the Indonesian 
> room at the United Nations headquarters in New 
> York, was also attended by Danny Carmon, deputy 
> head of the Israeli delegation to the UN, and 
> Gilad Cohen, a counselor in the Israeli mission. 
> 
> The Israeli delegation to the UN viewed the 
> meeting as extremely important, as it was the 
> first time the two ambassadors met in public 
> and secretly. Indonesia is the largest Muslim 
> country in the world and does not have 
> diplomatic relations with Israel. 
> 
> Indonesia is now a member of the UN Security 
> Council and is involved in the United Nations 
> Interim Force In Lebanon. 
> 
> The meeting was encouraged by the foreign 
> ministers of both countries, and at its end 
> the ambassadors promised to maintain an open 
> and direct channel for a dialogue in the future. 
> 
> This was the second public meeting held between 
> Gillerman and an ambassador of an Asian Muslim 
> country which does not have diplomatic relations 
> with Israel. About a month and a half ago, Yedioth 
> Ahronoth reported, he met in public with Pakistan's 
> ambassador to the UN. 
> 
> 
> 
>  
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke