www.kompas.com
Orangutan pun Bermain Video game
ATLANTA, JUMAT - Dua ekor orangutan di Kebun Binatang Atlanta, AS kini tidak
hanya memanjat dan berayun di pohon untuk mengisi hari-harinya. Tapi, mereka
juga dapat menjajal video game dari sebuah layar sentuh yang dipasang di
dinding menyerupai pohon di sekitarnya.
Sementara orangutan Sumatera bernama Bernas dan Madu tersebut mencoba-coba
layar sentuh, para peneliti mempelajari kemampuan kognitifnya. Di lain pihak,
para pengunjung KB dapat melihatnya setiap gerak-gerik orangutan sebagai
pertunjukan tersendiri yang sangat menarik. Sebuah kamera dipasang yang
rekamannya ditampilkan di layar besar di depan kandang.
"Sungguh menarik," ujar salah satu pengunjung Jeri McCarthy kepada tiga
anak-anaknya saat Bernas membuat gambar berwarna merah, biru, dan kuning di
layar. "Ia belum bisa melakukannya dengan baik," imbuhnya. Bernas, yang masih
berusia 4 tahun, adalah anak Madu.
Dengan menggeser tangan atau bagian tubuh lainnya di atas layar, ia bisa
membuat gambar berwarna. Lukisan liar tersebut akan dicetak dan dipamerkan di
KB.
Pada salah satu sesi game yang dimainkan, orangutan tersebut menghubungkan
foto-foto yang serupa atau menghubungkan antara suara dengan foto hewan-hewan
yang berkaitan. Jika jawabannya benar, ia akan diberi makanan.
Petugas KB memang sengaja melakukan terobosan ini untuk menarik perhatian
pengunjung agar peduli terhadap kelestarian orangutan yang populasi di
habitatanya tengah terancam. Dengan mempelajari kemampuan kognitifnya, para
peneliti berharap menemukan kunci agar orangutan dapat bertahan hidup.
"Semakin banyak pemahaman kita mengenai proses kognitif prangutan, semakin
jelas apa kebutuhannya agar bertahan di alam," ungkap Tara Stoinski, manajer
kerja sama konservasi di KB tersebut. Dengan cara ini, lanjutnya, kita dapat
menunjukkan kepada publik seberapa pintar makhluk ini.
Peralatan video game sumbangan IBM ini akan menguji ingatan dan cara belajar
orangutan kemudian menampilkan hasilnya dalam data yang dikirim ke para
peneliti di Pusat Neurosains Perilaku Atlanta. Data tersebut akan digunakan
untuk mempelajari pola sosial, seperti apakah mereka meniru perilaku sesamanya
atau belajar dengan metode trial and error. Hasil penelitian ini diharapkan
membantu menyiapkan cara penyelamatan sekitar 37 ribu orangutan yang hidup di
hutan-hutan Kalimantan dan Sumatera.
"Harapannya kami dapat melakukan sesuatu agar orangutan dapat menemukan
sumber makanannya dengan mudah," kata salah satu peneliti Elliot Albers. Selain
di Atlanta, proyek serupa juga dilakukan di KB Nasional Washington dan KB Taman
Lincoln di Chicago.
Sumber: AP
Penulis: Wah
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]