Nimbrung nih,

Problim paganisme atau kemusyrikan dan kekafiran adalah problematika 
ketidaktahuan manusia atas mulabuka kehadiran lingkungannya dan dirinya 
sendiri. 

Problim utama manusia yang perlu dipecahkan adalah anjuran firman Allah swt 
agar manusia mempergunakan akal dan fikirannya dalam meemahami kehadiran 
dirinya dan alam lingkungannya. Mau atau tidak mau mempergunakan akal 
fikirannya guna mengerti dan memahami dirinya dan alam lingkungannya. Dalam hal 
ini ada kebebasan yang ditawarkan, tidak dipaksa, sebab hukum Allah swt sudah 
ditetapkan semenjak proses penciptaan alam semesta dimulai. Seluruh alam 
semesta tunduk patuh sukarela atau terpaksa kepada hukum tersebut (ber-Islam). 
Sebagian besar manusia masih membantah dan menolak adanya hukum tersebut dan 
membuat tandingan hukum sendiri yang berupa paganisme dan isme-isme lainnya. 
Benar dan tidaknya isme-isme ini masih terus diuji oleh hukum-hukum yang sudah 
dibakukan di dalam proses penciptaan yang hingga kini masih berlangsung dan 
mengalir ke masa datang (al-ahirat) dan Socrates bilang "Pantharhe".

Jika ingin tinggal di "jannah" maka kuasai ilmu pengetahuan dan seluruh 
aplikasinya dalam kehidupan dan pergunakan untuk mengenal "wajah" Allah swt. 
Itulah sebabnya wahyu pertama kepada Muhammad adalah "Bacalah!!!"

Wassalam,
A.M 
  ----- Original Message ----- 
  From: imuchtarom 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, April 27, 2007 5:04 AM
  Subject: [ppiindia] Re: soal mencari "fosil tulang gajah" di (sekitar) Mekkah




  pak DH,

  Setidak-2 nya hal semacam itu kan engga 
  terjadi di Mesir; Padahal ini negeri
  kelahiran gerakan Ihwanul Muslimin.

  Juga, padahal monumen-2 kuno di Mesir
  itu -literally- monumen-2 buatan
  dinastinya Fir'aun, simbol 'Pagan'isme
  - yang secara simbolik telah dicoba
  di'runtuh'kan oleh gerakan dakwahnya
  nabi Musa (Moses).

  Keyakinan saya, di masa ini, kekhawatiran
  bahwa patung-2 atau monumen-2 kuno akan
  menyebabkan kaum Muslim menjadi "musyrik"
  saya rasa tidak pada tempatnya lagi. Karena
  di jaman modern ini - dan sebetulnya juga
  sejak dulu - yang lebih banyak mendominasi
  diri manusia - sehingga "menyaingi" Tuhan
  yang sebenarnya adalah object-2 dunia materi:

  (1) harta
  (2) tahta/karir/harga-diri/gengsi
  (3) "wanita" / anggota keluarga

  jenis berhala modern yang lebih mudah
  melenakan manusia, sehingga lupa dari
  Tuhan yang seharusnya.

  Jenis "berhala" yang ini lebih susah
  dihancurkan, karena memang umumnya
  tidak berbentuk benda yang "gampang"
  dan "nyaman" untuk dihancurkan; dan
  umumnya sudah "menyatu/embedded" 
  dalam kehidupan kita.

  ***

  Kabarnya patung Budha itu mau dicoba di
  restorasi lagi:

  http://www.endex.com/gf/buildings/liberty/worldstatues/.%5CBamiyan%
  5Cbamiyan.htm

  ----( IM )--------------------------------

  --- In "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > --- In "imuchtarom" <imuchtarom@> wrote:
  > >
  > > 
  > > 
  > > mas Radityo,
  > > 
  > > pertanyaan mengenai ada/tidaknya bukti sisa-2 tulang
  > > atau "fosil" gajah-gajah yang menurut kisah "the year
  > > of the elephants" mati sewaktu hendak digunakan untuk
  > > menyerbu Mekah ( sekitar 570 M ) memang sudah lama
  > > beredar di internet.
  > > 
  > 
  > Untung hanya sisa sisa gajah,mas. Bukan bangunan tua seperti candi 
  > atau patung dewa, salah salah di ledakkan seperti nasib patung 
  > Buddha yang ratusan tahun di Afganistan..
  > 
  > Salam
  > 
  > DH
  >



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.5.10/774 - Release Date: 4/23/2007 
5:26 PM


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke