Lha kuwi lho bikin saya jadi bingung...
Tapi kemarin saya mbaca itu bahwa ternyata GNP naik kalau di negara maju itu
berarti gap antara si kaya dan miskin makin sempit alias sedikit... Tapi
kalau di republik pisang dan BBM, ternyata justru GNP naik ternyata gap
antara si kaya dan miskin makin menjauhhhhhhhh.... Kok bisa ya?
Nah, lucunya lagi... kalau republik BBM ini 75% merupakan buruh, tetapi
partai buruh kalah telak! Yang menang adalah partai borjuis, partai
ambtenaar, sama partai kiai pajero, kiai mercy, kiai alphard...
Opo tumon?
DG


On 5/2/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Padahal, negara BBM ini 75 % terdiri dari buruh (dalam arti se-luas
> luasnya, termasuk para karyawan kantor, pembantu rumah tangga, supir
> de el el). Lha yang majikan ala Sofyan wanandi itu berapa persen
> sih? Tapi kok ya menentukan ya? Sisane kere kabeh...
>
> DH
>
> --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "Mas Bagong"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Pernahkah membaca MI hari ini, bahwa ternyata sebagian besar
> pemimpin buruh
> > bukanlah buruh?
> > Itu mungkin jawabannya...
> > DG
> >
> >
> > On 5/2/07, Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > menyimak demo buruh kemaren serta tuntutan yang diajukan,
> hanya berlalu
> > > tanpa kesan, issue yang ditampilkan issue yang benar-benar hot
> issue dan
> > > menyentuh persoalan yang hakiki, padahal hot issue mengenai
> perburuhan di
> > > indonesia adalah soal revisi UU no 13, dimana kaum pengusaha
> berusaha
> > > menghindari pembayaran pesangon dengan membayar pesangon kepada
> karyawan
> > > yang hanya bergaji satu juta kebawah, which is berarti mungkin
> hanya office
> > > boy dan satpam, supir yang nanti kelak dapat pesangon.
> > > banyak perusahaan besar enggan menanggung beban sosial dengan
> mengangkat
> > > karyawan jadi permanent, contrac basis (KKWT) dan outsourcing
> yang penuh
> > > dengan ketidak adilan, karena masa kerja menjadi nisbi dan hak
> sosial
> > > karyawan diabaikan, UMR yang masih belum dipatuhi para pengusaha
> dengan
> > > berbagai alasan, buruh masih dianggap sebagai alat produksi
> bukan asset
> > > perusahaan, ekploitasi buruh anak-anak dengan upah buruh rendah
> dan tidak
> > > adanya jaminan sosial, pengelolaan dana jamsostek yang merupakan
> hak
> > > karyawan yang penuh dengan KKN dan mengabaikan hak-hak buruh
> sebagai
> > > stakeholder dari jamsostek, jamsostek belum mampu menyediakan
> pelayanan
> > > kesehatan yang memadai bagi para karyawan.
> > > sayang memang, buruh di indonesia termasuk saya didalamnya,
> masih harus
> > > berjuang menegakan hak-haknya bagaikan jalan panjang tak
> berujung.
> > >
> > > salam
> > > iwan
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
> > > Check outnew cars at Yahoo! Autos.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke