*
http://www.antara.co.id/arc/2007/5/11/makan-sehat-bantu-pelajar-as-jadi-ramping/
*<http://www.antara.co.id/arc/2007/5/11/makan-sehat-bantu-pelajar-as-jadi-ramping/>
**
*Makan Sehat Bantu Pelajar AS Jadi Ramping*
**
*Washington (ANTARA News) *- Anak-anak mencurahkan perhatian mereka pada
makanan favorit berupa sayur-mayur, staf kafetaria sekolah yang lebih
terbiasa dengan menghangatkan makanan beku belajar cara memotong buah segar
dan restoran mengubah menu mereka.

Dan pengalaman itu membuahkan hasil. Suatu program yang menyeret seluruh
warga kota untuk membantu anak-anaknya makan lebih baik dan berolahraga
lebih banyak membantu mencegah anak-anak kelebihan berat beban terlalu
banyak, demikian laporan beberapa peneliti AS, Kamis.

Anak-anak di Somerville, Massachussetts, rata-rata menambah kurang dari
setengah kilogram dibandingkan dengan anak-anak yang tak mengikuti program
tersebut, kata para peneliti di School of Nutrition, Tufts University,
Boston.

Dan program itu membuat mereka makan kubis.

Bagi anak kecil yang masih tumbuh dengan cepat, itu adalah keberhasilan
besar, kata pemimpin studi tersebut, Christina Economos, dalam suatu
wawancara telefon.

"Semua anak bertambah gemuk karena mereka sedang tumbuh," katanya. "Kami
ingin mencegah kegemukan dan melebihi apa yang mereka perlukan untuk
pertumbuhan."

Mereka berhasil, kata Economos dan rekannya di dalam jurnal Obersity.
Anak-anak yang berbadan gemuk kehilangan berat badan, atau berhenti
bertambah gemuk, dan mereka yang kurus terus tumbuh dengan tingkat yang
sehat.

Economos berharap benih kebiasaan sehat sepanjang hidup tersebut telah
tertanam di dalam diri anak-anak itu.

Mereka membandingkan 600 anak Somerville dengan dua masyarakat lain tempat
kehidupan berjalan normal. Pengalaman mereka dikaitkan dengan waktu makan
siang di sekolah, guru, perawatan setelah jam sekolah, orangtua dan bahkan
harian setempat.

"Mereka terus diteliti sepanjang tahun. Ada buah dan sayuran favorit bulan
bersangkutan sehingga anak-anak mencicipi makanan baru," kata Economos.

Para peneliti tersebut menggunakan sumbangan dari Pusat Pencegahan dan
Pemantauan Penyakit dan kelompok lain untuk membeli pisau dan
pemrosesanmakanan untuk anak-anak sekolah itu, wadah beling untuk mendorong
mereka menyantap yogurt dan selada, dan oven baru.

"Kebanyakan dapur sekolah dilengkapi dengan makanan yang dipanaskan kembali
dan bukan dimasak," kata Economos kepada Reuters.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke