Sudah nonton film "Jangan panggil aku Cina" di Youtube? Film ini patut disaksikan dalam kaitannya dengan Hari Kebangkitan Nasional.
Saya kira tadinya di Youtube hanya ada trelernya saja, tapi rupanya seluruh filmnya bisa disaksikan, dalam delapan episoda. Film cultural educative ini pasti banyak penontonnya di wilayah Minangkabau, tapi karena tema percintaan memang cenderung universal (baca: lintas budaya dll) maka saya yakin film ini juga banyak penontonnya di seantero Indonesia. Bukankah film yang mnampilkan tokoh cerita Datuk Maringgih dulu juga sukses besar? Selain itu, dengan menampilkan masalah budaya, dalam hal film ini adat istiadat daerah, maka kebudayaan daerah bukan hanya sekedar menjadi latar belakang saja, melainkan menjadi persoalan yang masih hidup sampai sekarang, bukan? Dan sekali gus mau tidak mau memberikan "warna budaya" Indonesia yang bhineka tunggal ika. Artinya, tema-tema film semacam inilah yang akan punya kekuatan untuk menandingi film-film impor, terutama yang dari Holiwud, Boliwud maupun Latinowud. Sedangkan kaitannya dengan yang Tionghoa, saya sudah sempat menyaksikan sebuah film buatan Malaysia dengan judul "Sepet" (ejaan Indonesia: sipit), yang kabarnya juga digandrungi masyarakat Malaysia. Sekedar pertanyaan iseng saja: Ada yang tahu, yang memerankan tokoh Yusril dalam film itu mirip banget dengan Yusril Ihza Mahendra, meskipun tentu saja usianya jelas jauh lebih muda. Apakah pemerannya ini puteranya Yusril? Ikra.- ======

