Kursus Jurnalisme Sastrawi Angkatan XII
Jakarta 18 – 29 Juni 2007

Training ini mengubah mimpi saya menjadi kenyataan. … melatih pekerja NGO untuk 
menulis pengalaman lapangan menjadi dokumen yang enak dibaca. 
(Winston Rondo, perkumpulan relawan CIS Timor, Kupang, 
 Angkatan VIII Jurnalisme Sastrawi)

Kursus ini mengingatkan saya kembali pada disiplin jurnalistik (verifikasi, 
keseimbangan, faktual, kelengkapan)… melatih saya membangun cerita, 
mulai dari ide dasar sampai kerangka sehingga saya lebih mudah 
menerjemahkannya dalam perencanaan produksi televisi.
(Tomi Satryatomo, Produser Eksekutif Trans TV – Angkatan V Jurnalisme Sastrawi)


Tentang Jurnalisme Sastrawi 
Pada 1973 Tom Wolfe menerbitkan buku The New Journalism. Dunia jurnalisme 
Amerika Serikat gempar. Sebuah gerakan muncul. Ia mengawinkan disiplin yang 
paling keras dalam jurnalisme dengan daya pikat karya sastra. Ibarat novel tapi 
faktual. Ibarat novel ia mencerahkan. Suratkabar-suratkabar Amerika banyak 
memakai elemen-elemennya ketika kecepatan televisi memaksa mereka tampil dengan 
laporan-laporan yang lebih dalam. Kini gerakan itu diperkenalkan di Jakarta. 
Belajar menulis dengan dalam sekaligus memikat. 
 
Pantau memulai kursus ini pada 2001. Peserta awal 15 orang. Jumlah ini dianggap 
optimal untuk sebuah metode pelatihan yang berlangsung 2 minggu (12 sesi) dan 
tiap sesi diformat santai, semi formal dan peserta bisa berdiskusi secara 
langsung. Selanjutnya kursus ini berlangsung per semester, tiap Januari dan 
Juni. 
 
The Washington Post (Indonesia), Bisnis Indonesia, Pikiran Rakyat (Bandung), 
tabloid Wanita Indonesia, Trans TV, SCTV, Kelompok Kompas Gramedia, 
Businessweek edisi Indonesia, The Jakarta Post, Tempo, Suara Pembaruan, Sinar 
Harapan, Republika, Media Indonesia, SWA, dan beberapa media lokal lainnya 
pernah mengirimkan pesertanya untuk mengikuti kegiatan kursus ini.
 
Instruktur
Janet Steele --  Associate Profesor dari George Washington University. Mengajar 
mata kuliah narrative journalism.  Janet berminat pada masalah-masalah pers 
yang terjadi di berbagai  negara maupun di Indonesia. Menulis buku Wars Within: 
The Story of Tempo, an Independent Magazine in Soeharto’s Indonesia. Pada 
2005-2006 Janet menerima Fullbright Scholarship untuk mengajar jurnalisme di 
Indonesia. 

Andreas Harsono -- Ketua Yayasan Pantau, pernah bekerja di beberapa media 
internasional, anggota International Consortium of Investigative Journalists,  
pada 1999-2000 mengikuti Nieman Fellowship di Universitas Harvard, Amerika 
Serikat. Sekarang Andreas sedang menyelesaikan buku From Sabang to Merauke: 
Debunking the Myth of Indonesian Nationalism yang membahas kompleksitas 
hubungan antara media, kekerasan, etnik dan agama dengan nasionalisme di 
Indonesia. 


Syarat
Peserta adalah orang yang biasa menulis untuk media. Setidaknya sudah 
berpengalaman lima tahun. Kemampuan berbahasa Inggris dibutuhkan untuk membaca 
bahan-bahan bacaan. Peserta disarankan membaca materi lebih awal sebelum 
memasuki tiap sesi. Peserta juga bersedia mengerjakan tugas-tugas dari membaca, 
meliput dan menulis pekerjaan rumah, dalam kursus ini. 

Dua minggu penuh peserta diminta memberikan konsentrasi pada kursus. Sebaiknya 
peserta tak dilibatkan dalam pekerjaan sehari-hari di kantor agar mendapatkan 
waktu maksimal untuk kursus ini. Peserta maksimal 16 orang agar instruktur 
punya perhatian memadai buat semua peserta. Pekerjaan rumah dari kursus ini 
sebaiknya dibuatkan fotokopi minimal dua kali (satu untuk peserta dan satunya 
untuk instruktur). Calon peserta diharapkan mengirim biodata dan contoh 
tulisan, tujuannya  agar  instruktur mengetahui kemampuan dasar peserta lebih 
awal. 

Biaya
Peserta dikenai biaya 3 juta rupiah. Biaya tersebut sudah termasuk buku dan 
materi kursus non-buku sekitar 200 halaman serta coffebreak dan makan siang. 
Biaya pendaftaran ditransfer ke rekening Yayasan Pantau, Bank Mandiri Cabang 
Kebayoran Lama, dengan nomor rekening 128.000.4350192.

Pendaftaran Hubungi
Dyah Ayu Pratiwi
Pantau
Jalan Raya Kebayoran Lama Nomor 18 CD, Jakarta 12220
Phone. 021 – 7221031 / 722 1044 ex. 400  Fax. 021 – 7221055
Cell. 0815 41009682  Email. [EMAIL PROTECTED] 
www.pantau.or.id 

SILABUS
MINGGU PERTAMA
•    Hari I 
Bacaan untuk hari Senin : “Kegusaran Tom Wolfe” oleh Septiawan Santana Kurnia; 
“The Girl of the Year” oleh Tom Wolfe;  “Dua Jam Bersama Hasan Tiro“ oleh Arif 
Zulkifli;  “A Boy Who Was Like a Flower’’ oleh Anthony Shadid.

Sesi 1, Senin, 18 Juni 2007 pukul 10:00- 12:00--Pembukaan: membicarakan 
silabus, perkenalan, bagi tugas, dan diskusi tentang jurnalisme sastrawi, 
tentang prinsip-prinsip dasar dalam melakukan reportase, membedakan mana yang 
fakta dan mana yang fiksi, kriteria dari gerakan “literary journalism ” [ Janet 
Steele]  

Sesi  2, Senin, 18 Juni 2007 pukul 13:00-15:00--Diskusi lanjutan tentang 
definisi jurnalisme sastrawi, dari Tom Wolfe hingga Mark Kramer, dan 
pengaruhnya pada perkembangan suratkabar mainstream di Amerika Serikat. 

Tugas untuk hari Rabu : Rekamlah pembicaraan dengan seorang teman, anggota 
keluarga, atau seorang nara sumber, dengan tujuan bahan itu bisa dijadikan 
sebuah monolog. Buat transkripnya, lalu disunting sehingga enak dibaca. 
Topiknya bisa apa saja tapi yang bisa memikat pembaca untuk membaca narasi itu. 
Modelnya “Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft” oleh Chik Rini. Panjang maksimal 2 
halaman.
•    Hari II 
Bacaan untuk hari Rabu :  “Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft” oleh Chik Rini, 
dan sebagian dari buku “In Cold Blood” karya Truman Capote dan berita 
suratkabar “Wealthy Family, 3 of Family Slain,” dari The New York Times pada 
1959. 

Sesi 3, Rabu, 20 Juni 2007 pukul 10:00-12:00-- Diskusi tentang pekerjaan rumah 
yang dibuat berdasarkan “Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft” [Janet Steele] 

Sesi 4, Rabu, 20 Juni 2007 pukul 13:00-15:00--Diskusi lanjutan tentang 
immersion reporting berdasarkan karya Truman Capote “In Cold Blood” serta 
membandingkannya dengan “Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft” [Janet Steele]

Tugas untuk hari Jumat : Tulislah sebuah narasi dengan gaya orang pertama 
("saya") untuk menggambarkan sebuah adegan. Gunakan model "The Armies of the 
Night" karya Norman Mailer sebagai contoh di mana Mailer memasukkan dirinya 
dalam laporannya. Bahan ini akan dibacakan di depan kelas. Panjang maksimal 2 
halaman.

•    Hari III
Bacaan untuk hari Jumat:  “Tikungan Terakhir” (laporan kematian wartawan Rudi 
Singgih) oleh Agus Sopian; “It’s an Honor” oleh Jimmy Breslin dan ‘’The Armies 
of the Night’’ karya Norman Mailer.  

Sesi 5, Jumat, 22 Juni 2007 pukul 10:00-12:00--Diskusi tentang pekerjaan rumah 
yang dibuat berdasarkan “The Armies of the Night” serta persoalan kata “saya” 
[Janet Steele] 

Sesi  6, Jumat, 22 Juni 2007 pukul 13:00-15:00--Diskusi tentang persoalan 
struktur narasi, dan bagaimana memanfaatkan narasi dalam berita hangat 
(breaking news) dengan contoh “Tikungan Terakhir” oleh Agus Sopian dan “It’s an 
Honor” oleh Jimmy Breslin. [Janet Steele]

Tugas untuk hari Senin:
Buatlah sebuah esai pendek satu halaman tentang “saya” dan sengketa, entah 
agama, etnik atau ideologi. Bagaimana melihat “saya” melihat konflik, misalnya, 
Kristen – Islam di Maluku atau gerakan kemerdekaan Aceh dan identitas “saya” 
sendiri. 


MINGGU KEDUA
•    Hari IV 
Bacaan untuk hari Senin : “The Elements of Journalism” karya Bill Kovach dan 
Tom Rosenstiel.  “Media Bias in Covering the Tsunami in Aceh” karya Andreas 
Harsono. Buku “Sembilan Elemen Jurnalisme” terjemahan karya Kovach dan 
Rosenstiel disediakan dalam paket. 

Sesi  7, Senin, 25 Juni 2007 pukul 10:00-12:00--Diskusi buku “The Elements of 
Journalism” karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. Mencari tahu di mana letak 
jurnalisme sastrawi. Diskusi tentang persoalan etika, pengelolaan emosi pembaca 
dan sebagainya. [Andreas Harsono]
                                                          
Sesi  8, Senin, 25 Juni 2007 pukul 13:00-15:00--Diskusi lanjutan soal liputan 
sengketa agama, etnik, ideologi dan nasionalisme di Indonesia dan Timor 
Lorosa’e.  Bacaan tambahan : “The Ethnic Origins of Religious Conflict in North 
Maluku Province, 1999-2000” oleh Chris Wilson; “Indonesia’s Unknown War and the 
Lineages of Violence in West Kalimantan” oleh Jamie S. Davidson dan Douglas 
Kammen; “Patterns of Collective Violence in Indonesia (1990-2003)” oleh 
Ashutosh Varhney, Rizal Panggabean Mohammad Zulfan Tadjoeddin [Andreas Harsono]

Tugas untuk hari Rabu: Menulis berita dengan peristiwa/tempat/adegan dengan 
menggunakan banyak detail. Tuliskan dalam beberapa alinea dengan model “Hikayat 
Kebo”.

•    Hari V
Bacaan untuk hari Rabu: ‘’Hikayat Kebo’’ serta ‘’Kuda Terbang Mario Pinto’’ 
karya Linda Christanty; ‘’Kejarlah Daku Kau Kusekolahkan’’ karya Alfian Hamzah; 
‘’Kilometer Nol’’ karya Andreas Harsono; ”Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft’’ 
karya Chik Rini. 

Sesi  9, Rabu, 27 Juni 2007 pukul 10:00-12:00--Diskusi tentang liputan Aceh 
dalam gaya bertutur dengan melihat struktur karangan, membandingkan tiga 
karangan berbeda dengan isu yang sama. Diskusi tentang pekerjaan rumah yang 
dibuat berdasarkan “Hikayat Kebo” [Andreas Harsono]

Sesi 10, Rabu, 27 Juni 2007 pukul 13:00-15:00-- Membandingkan “Hikayat Kebo” 
dengan “Kuda Terbang Maria Pinto”, juga membahas pengertian fakta dan fiksi 
dalam tulisan jurnalisme dan sastra. [Andreas Harsono]  

Tugas untuk hari Jumat: Membuat outline tentang bencana alam di Aceh dengan 
model “Hiroshima” John Hersey. 

•    Hari VI
Sesi  11, Jumat, 29 Juni 2007 pukul 10:00-12:00--Mendiskusikan pekerjaan rumah 
dan peserta setidaknya membaca sebagian dari “Hiroshima” untuk mempelajari gaya 
penulisan Hersey. [Andreas Harsono]

Sesi  12, Jumat, 29 Juni 2007 pukul 13:00-selesai--Penutupan serta tanya jawab 
dan  penyerahan sertifikat oleh Andreas Harsono.


**********






       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke