*http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006114363*<http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006114363>
**
*SEKJEN DEPHAN SPANYOL KUNJUNGI POS 8-33
*
*PUSPEN TNI (25/5)* - Delegasi Departemen Pertahanan Spanyol, yang dipimpin
oleh Sekjennya, Mr Cuesta Luis tiba dipos 8-33 dengan pengawalan dari
batalyon Spanyol. Kunjungan yang sering diterima di pos 8-33 kali ini,
berlangsung
selama kurang lebih satu jam. Agenda dari pemerintah Spanyol yang mengirim
delegasinya untuk melihat pasukan yang tergabung dalam Unifil.
Kunjungan tanggl 24 Mei, terbilang unik. Rombongan Dephan Spanyol
langsung menuju pos Sheik Abad, dimana kompi D Konga XXIII-A menetap.
Berdasarkan daftar perjalanan yang diterima kontingen Indonesia dari
Komandan Sektor Timur Brigjen Martin Amrozio, menyebutkan bahwa perjalanan
delegasi negaranya dari Beirut langsung ke pos pasukan Indonesia. Mr
Cuesta Luis menerima paparan dari Chief of Staf Sektor Timur, Letkol
Francisco Rosaleny di pos Abad. Paparan secara ringkas menggunakan bahasa
Spanyol, tentang situasi di Sektor Timur secara umum. Selanjutnya Dansatgas
juga menyampaikan briefing singkat tentang keadaan dari pos 8-33.
Saat dikonfirmasi tentang kunjungan delegasi ini, salah satu
anggota rombongan Depertemen Spanyol, Brigjen Javier Monuz mengungkapkan,
bahwa situasi yang berkembang saat ini, membuat pemerintah Spanyol
berhati-hati. Terjadinya kekerasan di utara Lebanon membuat pemerintahnya
berusaha untuk "melindungi keberadaan pasukannya", melalui
kunjungan-kunjungan resmi dan bernegosiasi dengan pihak Lebanon. Disamping
itu donasi yang dikeluarkan oleh pemerintahnya terbilang besar, ujar
jenderal berperawakan kecil tersebut.
Disela-sela perbincangan, sesaat sebelum meninggalkan makam Sheik
Abad, Brigjen Juan Carlos juga anggota delegasi, menyampaikan secara pribadi
kepada Kolonel Surawahadi tentang kunjungan tersebut. Keberadaan pasukan
Indonesia telah diakui kemampuan profesionalismenya, dapat bekerjasama
dengan kontingen lain secara baik. Hal ini membuat delegasi Departemen
Pertahanan Spanyol ingin melihat langsung keberadaan kontingen TNI. "Dan
kami menyaksikan hal tersebut", ujarnya.
Rombongan delegasi tersebut terdiri dari 12 personel, termasuk
dari kementerian luar negrinya diketuai oleh Sekjen Kerjasama
internasional Spanyol. Brigjen Martin yang juga menemani kunjungan resmi
tersebut mengucapkan terimakasih terhadap pasukan Indonesia. Dengan dikawal
oleh patroli LAF yang sudah menunggu di pos 8-33, delegasi menuju Sektor
Timur di kota Marjayoun.
Pos 8-33, dari lokasinya yang berada diketinggian dan dapat
memandang secara langsung keareal sekitar, membuat pos ini memiliki nilai
strategis, baik oleh Israel maupun PBB. Pos Israel diberi kode E-440,
terlihat kokoh dan megah, dimana dibawahnya terdapat bunker. Informasi
mengenai bunker ini didapat dari personel Unifil yang pernah mengunjungi pos
Israel tersebut. Ada beberapa pos yang dapat menjadi pemicu konflik antar
Israel dan Lebanon. Sebhaa Farms dan Ghajar, kedua daerah pertaniaan ini
dulunya adalah milik Lebanon. Namun karena perang yang meletus mulai tahun
1978, hingga saat ini lahan pertanian tersebut tetap diduduki Israel.
[Non-text portions of this message have been removed]