Saya pikir, kurang etis dan tidak memiliki tata krama diplomatik, bila
tentara asing menangkapi anggota parlemen negara lain. Anggota parlemen
suatu negara, mempunyai kekebalan diplomatik di negaranya sendiri. Tetapi,
yang terjadi justru tentara asing menangkapi anggota parlemen negara lain.
Agak lucu terdengarnya.


===================================================

*http://www.kompas.com/ver1/Internasional/0705/25/073603.htm*<http://www.kompas.com/ver1/Internasional/0705/25/073603.htm>

**

*Israel Tangkap 33 Pejabat Senior Hamas di Tepi Barat *

*RAMALLAH, KAMIS*- Israel menangkap 33 pajabat senior Hamas dalam penyerbuan
di seluruh Tepi Barat Sungai Jordan sebelum fajar Kamis, dan memperluas aksi
terhadap partai yang memerintah di Palestina itu dalam reaksi terhadap lebih
dari satu pekan serangan roket gencar dari Jalur Gaza.

Para pejabat tersebut meliputi Menteri Pendidikan Nasser Edding Ash-Shaer di
Nablus, tiga anggota parlemen dan enam walikota, termasuk walikota Nablus
dan Qalqilya, Adli Yaish dan Wajih Qawwas, kata beberapa saksi mata
Palestina.

Anggota parlemen yang ditangkap adalah Hamid Bitawi dan Raid Abu Sir,
keduanya dari Nablus, dan orang ketiga dari Tulkarem.

Menteri Pertahanan Israel Amir Peretz mengatakan penangkapan itu adalah
"pesan" buat Hamas bahwa Israel tak mentolerir penembakan roket.

"Saya kira kami telah memperlihatkan semua penahanan diri yang diperlukan
dan saya kira saat ini kami akan melakukan setiap tindakan yang dapat
berdampak pada pemulihan ketenangan," kata Peretz kepada Radio Tentara
Israel.

Tindakan jenis ini tak menciptakan bentrokan dan pertumpahan darah lebih
lanjut, katanya. Ia menganggap tindakan tersebut benar.

Tetapi jurubicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeinah,
dengan keras mengutuk penangkapan itu, dan menyebutnya tindakan penghukuman
dan balas dendam yang hanya akan meningkatkan ketegangan dan memiliki
konsekuensi besar.

Menteri Penerangan Moustafa Barghouti, pada suatu taklimat di Ramallah, Tepi
Barat, menyebut penangkapan tersebut sebagai serangan terhadap lembaga
Palestina yang dipilih secara demokratis, dan menyerukan "tekanan langsung
serta segera atas Israel agar menghentikannya".

Pimpinan politik Hamas di Damaskus, Suriah, juga mengeluarkan pernyataan
yang mengecam penangkapan itu, dan mengatakan Hamas takkan "mengubah
ideologinya mengenai penentangan terhadap pendudukan dengan segala cara yang
mungkin, terutama perlawanan militer".

Wakil jurubicara Departemen Luar Negeri AS Tom Casey mengatakan Amerika
Serikat telah menghubungi pejabat Israel untuk "menyampaikan keprihatinan
AS" mengenai penangkapan tersebut.

"Meskipun kami memahami dan menghormati perlunya bagi Israel untuk
mempertahankan diri, kami benar-benar berharap mereka melakukan pertimbangan
mengenai konsekuensi tindakan mereka, termasuk dampaknya terhadap kemampuan
untuk mendorong sejenis dialog yang kami harap dapat terjadi," kata Casey.

Lebih dari 40 orang dari 132 anggota parlemen Palestina saat ini berada di
dalam penjara Israel, kebanyakan dari mereka belum diajukan ke pengadilan.

Serangan di Gaza

Kamis malam, enam lagi serangan Israel dilancarkan di Jalur Gaza terhadap
sasaran Hamas dan Jihad Islam di Rafah, Khan Younis, kamp pengungsi pantai
dan Kota Gaza.

Satu serangan menghantam daerah di dekat kanot Perdana Menteri Palestina
Ismail Haniya.

Militer Israel menyatakan sasaran adalah bangunan yang digunakan oleh
organisasi Hamas, tapi para pejabat Palestina mengatakan itu adalah posi
keamanan di dekat kantor Haniya.

Satu sasaran lain, markas pasukan keamanan pimpinan Hamas di Kota Gaza,
telah dibom pada hari yang sama oleh pesawat tempur F-16 Israel.

Serangan keenam dilancarkan tak lama setelah tengah malam dan menghantam
satu bangunan tempat pertukaran mata uang asing di Kota Gaza. Menyusul
serangan sebelumnya terhadap bangunan serupa, militer Israel menyatakan
telah menyerang kantor yang menyalurkan uang buat pejuang Palestina.

Menurut pekerja medis Palestina, sedikitnya delapan orang cedera dalam
serangan tersebut. (ANT/PEP)


Sumber: Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke