RUANG BUDAYA WEBSITE ACEH INSTITUTE 31 May 2007 klik http://www.acehinstitute.org
Cerpen Yang Dibalut Lumut Azhari sekalipun mengandung warna lokal, tapi tidak bisa menjadi penunjuk identitas. Cerpen-cerpen Alimuddin, sudah menggarap hal ini, tapi tidak tuntas. Alimuddin terjebak kepada pemuatan nama-nama semata, dengan mengabaikan banyak unsur lain dalam kawasan Aceh. Hal yang sama dilakukan Herman RN, salah satunya dalam buku anak Indahnya Nikmat Tuhan. Mereka sangat berlebihan dalam melakukan eksplorasi nama keacehan, tapi seperti mengabaikan unsur lainnya. Banyak unsur lokal tidak digarap dalam beberapa buku sastra, seperti Nyala Panyot tak Terpadamkan dan Doa untuk dari Sebuah Negeri. Novel Arafat Nur Percikan Darah di Bunga juga demikian. (Namun saya belum membaca Novel Ayi Jufridar Aloen Buluek yang baru-baru ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda). Lengkapnya ada di: Bisakah Sastra Menjadi Penunjuk Identitas Aceh? Oleh: Sulaiman Tripa | Koordinator FDT Budaya Aceh Institute klik http://www.acehinstitute.org ____________________________________________________________________________________Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7

