dalam rangka memperingati hari Kartini,
    sebuah perusahaan jamu mengadakan kontes
    pemilihan puteri indonesia. sesuai dengan
    saran dari berbagai pihak, di sini yang 
    dinilai bukan hanya penampilan, tetapi
    juga keterampilan dan pengetahuan
    umumnya.

    pada saat penilaian pengetahuan umum,
    puteri Jakarta, wakil DKI, pun di tanya
    oleh dewan juri:

    juri : 
    -----
   "mestinya anda di sekolah juga belajar sejarah kan?"

    puteri jakarta : 
    ----------------
    "ya, tentu saja belajar dong pak."

    juri :
    -----
    "nah, sekarang sebutkan, kapan pangeran
     diponegoro meninggal ..."

    puteri jkt : 
    -------------
    "apa pak? pangeran diponegoro sudah
     meninggal?? (kaget). " Lhoo, memangnya
     sakit apa sih pak?" " ... Ooh, sedihnya,
     mengapa engkau tega meninggalkan kami
     pangeran ..." ( sambil terisak-isak menangis, sedih )

    juri : 
    -------
    "sudahlah, mengapa ditangisi sekarang, kan 
     beliau meninggalnya sudah lama ... "

     puteri jkt : 
     ------------
     "lho, meninggalnya sudah lama to pak?"
      ( kelihatan kaget lagi )

    juri : 
    -------
    "lho, masak, apa anda tidak tahu bahwa beliau
     meninggal sejak *-delapan-belas-tigapuluh-* ?
     ( 1830 )

    puteri jkt : 
    ------------
    "lho, kalo begitu pangeran diponegoro
     meninggalnya habis maghrib ya pak? ... "

    juri : !????!!???
     
  
    ----( IM )--------------------


--- In "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ya mbak, dalam masalah pembelajaran ini banyak kisah sedih. Ketika 
> menengok sebuah sekolah unggulan di Tanah Air, saya sempat menayai 
> seorang siswa. Saya tanyakan "kapan perang Diponegoro berakhir?", 
> dengan cukup cepat walau harus mengernyutkan kening, dia 
> jawab: "1830 pak". lalu saya tanyakan "apakah penyebab perang ini 
> sebenarnya dari sudut pangeran Diponegoro?", dan "apakah dampak 
> perang ini, Belanda menyebut dalam pustaka sejarah "Java Orloog" 
> atau Perang Jawa, bagi tatapemerintahan dan tata militer Hindia 
> Belanda"? si siswa menatap saya ber menit menit, akhirnya berkata " 
> tak tahu, pak".
> 
> Siswa kita dibiasakan menghapal, berfikir dalam proses mengumpulkan 
> memory lalu memuntahkan kembali. Convergent. Mereka tak terbiasa 
> berfikir dalam essay, divergent, innovatif.
> 
> Diajarkan, bahwa gubernur jendral Daendels perintahkan bangun jalan 
> Anyer Panarukan, tak seorangpun yang terpikir, mengapa justru ia 
> perintahkan ini. hanya peristiwa X yang ditancapkan dibatok kepala, 
> namun tidak why dan how X happened. Sebagai perwira militer Napoleon 
> yang bertempur di medan Europa, jalan militer adalah mutlak perlu, 
> itupun yang ia lakukan ketika bertugas di Hindia Belanda...
> 
> Kritik emosional adalah kejagoan kita, namun kritik rational, masih 
> belum dipahami..
> 
> Salam
> 
> danardono
> 
>  
> 
> 
> --- In [email protected], "Listy" <listy@> wrote:
> >
> > Iya nih, tentang kurikulum di sekolah2, anakku yg di smu pernah 
> ngomong,
> > apa sih perlunya ke sekolah..? sedih aku ngedengernya, dia sering
> > terlihat enggan ke sekolah, gak bersemangat, rada-rada malas, 
> pernah aku
> > tanya, kenapa nak..? anakku pun bercerita, dia dan temen2nya 
> bingung,
> > ada salah seorang guru, setiap masuk kelas, langsung membagikan 
> soal,
> > saat murid2nya protes, dijawab, saya di sini, tugasnya memberi 
> test,
> > sampai dimana kalian berhasil mencari ilmu. Jadi ceritanya, murid2 
> ini
> > diberi tugas cari ilmu dari warnet, browsing, cari2 sendiri, trus
> > ngerjain soal sendiri, kadang2 berkelompok.. hasilnya, setiap itu 
> guru
> > masuk kelas, tugasnya memberi test.. titik.. Lagian, itu para 
> murid yg
> > diajarkan belajar dari warnet, iya, kalo bener2 mereka di warnet 
> cari
> > ilmu, nah, kalo kemudian keterusan nemu "ilmu" yang lain-lain.. 
> nantinya
> > kan jadi "pinter" yang lain-lain.. waduh.. aku kan gak boleh 
> berburuk
> > sangka.. hiks..!!
> > 
> >  
> > 
> > Apakah ini karena sistem KBK..?? kalo diperhatikan, nampaknya, 
> guru2nya
> > pun masih belum paham banget dengan sistem ini.. kalo memang mau 
> ikut2
> > seperti sekolah2 di singapura, yg merujuk pencarian ilmu kepada 
> blog
> > lewat internet, sebaiknya kan sekolah2 tsb menyediakan fasilitas
> > internet, bukannya nyuruh murid2nya kelayapan ke warnet.. hiks..!!
> > 
> >  
> > 
> > Sebenernya sistem KBK ini udah dikaji dengan benar atau belum 
> ya..??
> > 
> >  
> > 
> > Ada yang tahu..?? Mohon pencerahannya..
> > 
> >  
> > 
> > Terimakasih..
> > 
> >  
> > 
> > Wassalam,
> > 
> >  
>

Kirim email ke