*http://www.tniad.mil.id/news.php?id=887
PERINGATAN "PEACEKEEPERS DAY" DI LEBANON (Nakura, 29/5)** Kontingen Indonesia* bersama pasukan negara lain yang tergabung dalam Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) memperingari hari Penjaga Perdamaian. Peringatan hari tersebut (Peacekeepers day) dilaksanakan secara bersama diseluruh dunia. Dalam amanatnya, Sekjen PBB Ban Ki Moon mengungkapkan, penghormatan dan rasa bangga atas dedikasi dan pengabdian kepada seluruh Pemelihara Perdamaian, di seluruh misi yang ada di dunia. Terutama bagi mereka yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk terciptanya perdamaian secara universal. Peace keeping operation saat ini semakin rumit dan komplek sehingga dibutuhkan dedikasi dan keberanian yang tinggi bagi setiap peacekeeper untuk bertugas. Kesadaran masyarakat internasional untuk selalu memberikan kontribusinya bagi perdamaian karena masalah perdamaian dan keamanan adalah masalah bersama umat manusia. Demikian beberapa inti dari amanat Ban Ki Moon yang dibacakan oleh Brigjen J.P Nehra, Wakil Panglima Unifil. Misi pemeliharaan perdamaian pertama kali digelar adalah pada saat pecah perang Arab Israel, yaitu tanggal 29 Mei 1948. UNTSO (United Nations Truce Supervision Organisation) adalah misi yang pertama dan hingga saat ini masih beroperasi. Sehingga tanggal 29 Mei di deklarasikan sebagai "Peacekeepers day". Saat ini terdapat 31 negara dengan kekuatan personel 13.000 orang bertugas di Lebanon Selatan dibawah bendera Unifil. Indonesia termasuk dalam jumlah yang terbilang cukup besar, 856 orang. 850 orang sebagai pasukan (UN troops), sedangkan 6 orang adalah staf di markas Unifil Nakura. Sejak dibentuk 29 tahun lalu, Unifil hingga tahun 2007, sejumlah 253 orang telah mengkorbankan jiwanya. Berdasarkan catatan, sebagaian besar adalah karena dampak konflik di Lebanon. Sedangkan sedikit yang meninggal akibat kecelakaan ataupun sakit selama bertugas di Lebanon. Peringatan yang berlangsung dengan mengheningkan cipta selama 2 menit untuk mendoakan para Peacekeepers yang mengorbankan jiwanya dipenugasan. Selanjutnya peletakkan karangan bunga oleh Brigjen JP Nehra dan Brigjen Shomut dari tentara Lebanon. Sejumlah tamu undangan yang hadir berasal dari seluruh perwakilan diplomatik negara yang ada dan pejabat pemerintah Lebanon. Selesai upacara dilanjutkan pameran photo. Tema photo yang digelar merupakan gambaran tentang aktifitas dari masing-masing kontingen. Bentuk pigura yang didesain dengan bentuk ukiran daerah Jepara, sehingga papan milik Indonesia menarik perhatian negara lain. Sebuah photo, yang menangkap moment prajurit Indonesia saat bekerja dengan penduduk Lebanon, terpilih menjadi salah satu photo hak cipta Unifil. (Satgas Konga XXIII-A/Dispenad) [Non-text portions of this message have been removed]

