*Keragaman Bahasa Uni Eropa

Oleh: Christoph Heinzle dari Hamburg*

Semua warga Uni Eropa memiliki hak mengajukan masalah ke institusi, parlemen
dan pengadilan Eropa dalam bahasa ibunya. Itu adalah keputusan Uni Eropa 50
tahun lalu, dimana anggotanya masih 6 negara dengan 4 bahasa. Sekarang
dengan masuknya Rumania dan Bulgaria sejak awal tahun ini Uni Eropa memiliki
27 negara anggota, 23 bahasa resmi dan 1500 penerjemah. Bukan tugas yang
mudah bagi para penerjemah.

Keragaman bahasa memiliki arti penting bagi Uni Eropa. Demikian pula
konferensi pers komisaris Eropa untuk keragaman bahasa Leonard Orban
diterjemahkan ke dalam 21 bahasa, seperti lazimnya pidato para komisaris
Eropa lainnya. Seluruhnya 1 setengah juta halaman dokumen yang diterjemahkan
di Uni Eropa ke dalam semua bahasa mulai dari bahasa Finlandia sampai
Yunani, dan hanya Malta yang menolak versi terjemahan seluruh bahasa. Biaya
penerjemahan ini setiap tahunnya sebesar lebih dari satu milyar Euro. Tapi
Komisaris Bahasa Leonard Orban tidak setuju pemakaian satu bahasa

"Secara politis tidak dapat diterima memaksa warga Uni Eropa hanya untuk
mempergunakan satu bahasa. Apakah itu bahasa Inggris atau lainnya. Sebuah
Lingua Franca tidak akan ada."

Perancis, Jerman, Italia, Polandia dan banyak negara lainnya akan menentang
hal itu. Leonard Orban mengupayakan agar warga Uni Eropa dapat menguasai
beberapa bahasa. Tapi pendidikan untuk itu tetap menjadi tanggung jawab
masing-masing negara anggota.

"Aktivitas saya sebagai komisar adalah full time job. Tugas saya terdiri
dari dua bidang penting, misalnya peranan politik keragaman bahasa. Itu
sangat penting di sejumlah kawasan negara anggota. Terdapat banyak kaitan
dengan bidang-bidang politik lainnya seperti masalah kemampuan berkompetisi,
budaya masyarakat, hukum dan lain-lain."

Secara ekonomi merupakan keuntungan bila perusahaan menguasai bahasa
pelanggannya. Di sini perusahaan kelas menengah dan kecil masih perlu
melakukan peningkatan. Meskipun demikian Leonard Orban juga tidak menyangkal
bahwa di dunia ekonomi global Inggris adalah bahasa warga China, India tapi
juga Eropa.

Sementara ini Orban tengah berusaha menemukan penerjemah yang menguasai
beberapa bahasa. Orang Yunani yang mampu berbahasa Finlandia atau orang
Polandia yang fasih berbahasa Portugis sulit ditemukan


"Para penerjemah kebanyakan berasal dari negara anggota. Saya ingin
mendorong negara-negara lebih banyak mendidik penerjemah untuk pekerjaan
yang sangat sulit tapi juga penuh tantangan ini."

Sekitar 1500 penerjemah Uni Eropa terbagi dalam beberapa badan. Antara lain
Pusat Penerjemah Eropa di Luxemburg yang antara lain menerjemahan
dokumen-dokumen untuk badan lingkungan Uni Eropa di Kopenhagen Denmark atau
juga Badan Kepolisian Europol di Den Haag, Belanda. "Apapun yang Anda
lakukan kami bekerja untuk Anda." Demikian slogan yang bisa dibaca pada
situs internetnya.

Kantor Pusat Penerjemah bagi institusi Uni Eropa. Itulah nama resmi badan
yang memulai tugasnya pada tahun 1995. Salah seorang karyawatinya Marie-Anne
Fernandez masih ingat masa awal aktivitas badan tersebut


"Kami terdiri dari satu direktur, seorang pengurus tata buku, seorang
sekretaris, seorang karyawati yang merencanakan pembagian tugas-tugas
terjemahan, ya dan saya. Itulah tim pusat penerjemah. Dimulai 1995 dan
sebetulnya setiap orang mengerjakan semuanya."

Sekarang pusat penerjemah di Luxemburg mempekerjakan 180 orang pekerja tetap
di tiga bagian. Dan setiap tahunnya menerjemahkan setengah juta halaman.
Sekitar separuh dari tugas terjemahan diserahkan kepada penerjemah luar.
Saat ini Marie-Anne Fernandez menjadi kepala bagian penerjemah. Teks-teks
diterjemahkan ke dalam bahasa ibu para penerjemah. Larissa Gschwender sedang
bekerja di komputer

"Orang mengklik sebuah teks dan semua dokumen akan terbuka. Pada bagian atas
layar monitor terlihat Work Bench atau Bank Pekerjaan, dan orang dapat
melihat apa yang sudah tersimpan apa yang belum. Dalam hal ini terlihat
segmen yang menyala dengan warna hijau yang artinya: Sudah sesuai 100
persen, karena saya sudah mengerjakan dokumen ini sebelumnya."

Secara otomatis program komputer mengenali kembali bagian-bagian teks yang
sudah diterjemahkan. Tapi tidak hanya dalam penggunaan tapi juga dalam
pengembangan program penerjemahan paling modern Pusat Penerjemah di
Luksemburg ini menjadi panutan. Mereka menjadi pionir proyek Eropa untuk
pembentukan bank data terminology antar institusi IATE. Dengan definisi
sekitar 8 setengah juta kata bank data tersebut merupakan yang terbesar di
dunia di bidang terminologi.

Selain kuliah Sastra Inggris dan Perancis Larissa Gschwender juga mengambil
studi teknik mesin dan elektro. Pengetahuan teknik sangat membantunya.
Karena order-order terjemahan datang dari Badan harmonisasi Eropa untuk
jalinan perdagangan di Alicante Spanyol. Pemberi order terbesar kedua adalah
badan kepolisian Eropa, Europol. Seluruhnya pusat penerjemah Eropa di
Luksembur menerima terjemahan dari 30 badan Uni Eropa. Yang menerjemahkan
teks-teks di bidang teknik, kehakiman juga tema-tema seperti keamanan bahan
pangan dan rasisme. Tapi juga jadwal kegiatan sehari-hari sampai menu
makanan. Selain tema yang beragam juga kombinasi bahasa menjadi yang
istimewa. Seperti dituturkan kepala bagian penerjemah Marie-Anne Fernandez

"Saya masih ingat saat kami mendapat tugas menerjemahkan dari bahasa Denmark
ke bahasa Arab. Meskipun sudah berusaha kami tidak menemukan seorangpun,
yang menguasai kombinasi kedua bahasa tersebut."

Dalam kejadian tersebut akhirnya harus diambil bahasa perantara lainnya
untuk proses penerjemahan. Di Uni Eropa sendiri saat ini terdapat 462
kombinasi bahasa. Dan masih banyak dijumpai kesulitan menemukan penerjemah,
misalnya jika menerjemahkan daftar produk kimia dari bahasa Latvia ke bahasa
Malta. Bagi para penerjemah seperti Larissa Gschwender Eropa memang surga
keragaman bahasa dan ladang kerja para penerjemah.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke