Kesimpulan: Secara teknis telah terbukti bahwa peluru yang ditembakan ketanah, berlahan; tanah, batu, hingga tanah berlumpur, sangat mungkin memantul ke berbagai arah.
Selanjutnya adalah tugas pemeriksaan medis; laporan visum dan forensik untuk membuat pemeriksaan apakah luka maupun proyektilnya -- sudut luka, proyektil utuh atau serpihan-- berasal dari tembakan langsung atau pantulan. http://www.liputan6.com/view/2,142734,1,0,1181376164.html Hukum & Kriminal Kasus Pasuruan Marinir Menggelar Uji Tembak 09/06/2007 00:17 Hasil uji coba membuktikan senjata yang ditembakkan ke bawah terbukti bisa memantul ke berbagai arah. Peluru ditembakkan ke berbagai sasaran seperti tanah, batu, hingga tanah berlumpur. Liputan6.com, Jakarta: Komando Marinir TNI Angkatan Laut menggelar uji coba senjata yang digunakan anggotanya dalam insiden berdarah di Alas Tlogo, Pasuruan, Jawa Timur. Uji tembak berlangsung di Jakarta, Jumat (8/6). Peluru ditembakkan ke berbagai sasaran seperti tanah, batu, hingga tanah berlumpur. Hasil uji coba membuktikan senjata yang ditembakkan ke bawah terbukti bisa memantul ke berbagai arah. Dari uji tembakan yang dilakukan hingga empat kali, Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal Marinir Nono Sampono membantah tudingan warga. Namun, warga Alas Tlogo yang menjadi saksi insiden berdarah itu tetap menyatakan senjata diarahkan langsung ke warga. Begitu juga dengan para korban luka di rumah sakit. Mereka mengaku penembakan dilakukan secara brutal [baca: Marinir Melaporkan Warga]. Perbedaan keterangan ini harus diklarifikasi tim pencari fakta. Karena insiden berdarah ini telah memakan korban empat warga tak berdosa. Karena tindakan brutal dengan memakai senjata api yang dimiliki tentara semestinya tak harus mengorbankan warga sipil. (TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

