**
*JEJAK BANGSA-BANGSA TERDAHULU*
* Harun Yahya*
**
*BAB 2 **

**KEHIDUPAN NABI IBRAHIM*
**



*Pada masa Nabi Ibrahim, agama politheisme menyebar di wilayah Mesopotamia.
Sang Dewa Bulan "Sin", merupakan salah satu berhala yang paling penting.
Orang-orang membuat patung dari tuhan-tuhan mereka dan menyembahnya. Di atas
tampak patung Sin. Bentuk bulan sabit terlihat jelas pada dada patung
tersebut.*
*"Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan
tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi menyerahkan diri (kepada Allah)
dan sekali-kali bukanlah dia dari golongan orang yang musyrik. Sesungguhnya
orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya
dan Nabi ini (Muhammad) serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad),
dan Allah adalah pelindung semua orang yang beriman."*
* (QS. Ali 'Imran, 3: 67-68) !*
**
Nabi Ibrahim (Abraham) sering disebutkan di dalam Al Quran dan mendapat
tempat yang istimewa di sisi Allah sebagai con-toh bagi manusia. Dia
menyampaikan risalah Allah kepada umatnya yang menyembah berhala, dan
mengingatkan mereka agar takut kepada Allah. Kaum Ibrahim tidak mendengarkan
peringatan itu, bahkan menentangnya. Ketika penindasan kaumnya meningkat,
Ibrahim terpaksa menyingkir bersama istrinya, Nabi Luth, dan beberapa orang
pengikut. Ibrahim adalah keturunan Nuh. Al Quran mengemukakan bahwa dia
mengikuti ajaran Nabi Nuh.

*"Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam. Sesungguh-nya
demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman. Kemudian
Kami tenggelamkan orang-orang yang lain. Dan sesungguhnya Ibrahim
benar-benar termasuk golong-annya (Nuh)." *
*(QS. Ash-Shaaffaat, 37: 79-83) !
(1)<http://www.qurancomplex.com/Quran/Targama/Targama.asp?nSora=37&l=ind&nAya=79#1>Maksudnya:
Ibrahim termasuk golongan Nuh
a.s. dalam keimanan kepada Allah dan pokok-pokok ajaran agama.*
**

Pada masa Nabi Ibrahim, banyak orang yang menghuni dataran Me-sopotamia
bagian Tengah dan Timur Anatolia menyembah langit dan bintang-bintang. Dewa
yang terpenting adalah "Sin", sang dewa bulan. Ia digambarkan sebagai
sesosok manusia berjenggot panjang, memakai pa-kaian panjang bergambar bulan
sabit. Mereka juga membuat gambar-gambar timbul dan patung-patung dari tuhan
mereka dan menyembah-nya. Inilah sistem kepercayaan yang berkembang subur di
Timur Dekat, dan keberadaannya terpelihara lama. Penduduk wilayah ini terus
me-nyembah tuhan-tuhan tersebut hingga sekitar tahun 600 M. Akibat-nya, di
daerah yang membentang dari Mesopotamia hingga ke kedalaman Anatolia, banyak
terdapat bangunan yang dikenal sebagai "zigurat", yang digunakan sebagai
pengamat bintang sekaligus kuil peribadatan, dan di sinilah beberapa tuhan,
terutama dewa bulan yang bernama "Sin"
disembah.12<http://www.harunyahya.com/indo/buku/kaumkaum004.htm#dipnot#dipnot>
Bentuk kepercayaan ini, sekarang hanya dapat ditemukan dalam penggalian
arkeologis. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran, Ibra-him menolak
penyembahan tuhan-tuhan tersebut dan menyembah Allah semata, satu-satunya
Tuhan yang sebenarnya. Dalam Al Quran, jalan hidup Ibrahim digambarkan
sebagai berikut :

*"Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar
(1)<http://www.qurancomplex.com/Quran/Targama/Targama.asp?nSora=6&l=ind&nAya=79#1>Di
antara mufassirin ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan
"Abiihi" (bapaknya) ialah "pamannya".
: "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tu-han?
Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata." *
**

*Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda ke-agungan
(Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan (Kami mem-perlihatkannya)
agar dia termasuk orang-orang yang yakin.*
*Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia
berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata:
"Saya tidak suka kepada yang tenggelam". *
**
*Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit, dia berkata: "Inilah tuhanku."
Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesung-guhnya jika Tuhanku
tidak memberikan petunjuk kepadaku pastilah aku termasuk orang-orang yang
sesat". *
**

*Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah tuhanku,
ini lebih besar", maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata:
"Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
*
*Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang mencip-takan langit
dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk
orang-orang yang memperseku-tukan Tuhan." (QS. Al An'aam, 6: 74-79) !*
**

Dalam Al Quran, tempat kelahiran Ibrahim dan tempat tinggalnya tidak
disebutkan secara detail. Tetapi diisyaratkan bahwa Nabi Ibrahim dan Nabi
Luth hidup berdekatan dan sezaman, dengan fakta bahwa malaikat yang diutus
kepada kaum Luth mendatangi Ibrahim dan mem-beri kabar gembira kepada
istrinya tentang kelahiran seorang bayi laki-laki, sebelum mereka
melanjutkan perjalanan menuju Nabi Luth.



*Zigurat, yang digunakan baik sebagai kuil atau tempat pengamatan bintang,
merupakan bangunan yang dibuat dengan teknik paling maju pada masa itu.
Bintang, bulan, dan matahari menjadi objek utama penyembahan, dan karenanya,
langit merupakan hal sangat penting. Di sebelah kiri dan bawah adalah
zigurat utama bangsa Mesopotamia.*

Hal penting tentang Nabi Ibrahim dalam Al Quran yang tidak dise-butkan dalam
Perjanjian Lama adalah tentang pembangunan Ka'bah. Dalam Al Quran, kita
diberi tahu bahwa Ka'bah dibangun oleh Ibrahim dan putranya Ismail. Sekarang
ini, satu-satunya hal yang diketahui oleh ahli sejarah tentang Ka'bah adalah
bahwa Ka'bah merupakan tempat suci sejak dahulu sekali. Adapun penempatan
berhala-berhala dalam Ka'bah semasa jahiliyah sebelum diutusnya Nabi
Muhammad merupakan akibat dari kemunduran dan penyimpangan atas agama suci
ilahi yang pernah diwahyukan kepada Nabi Ibrahim.

*Ibrahim dalam Perjanjian Lama*
**
Perjanjian Lama kemungkinan besar merupakan sumber paling deta-il tentang
Ibrahim, meskipun banyak di antaranya mungkin tidak dapat dipercaya. Menurut
penuturan Perjanjian Lama, Ibrahim lahir sekitar 1900 SM di kota Ur, salah
satu kota terpenting saat itu, yang berlokasi di tenggara dataran
Mesopotamia. Pada saat lahir, ia belum bernama "Abra-ham", tetapi "Abram".
Namanya kemudian diubah oleh Tuhan (Yahweh).

Pada suatu hari, menurut Perjanjian Lama, Tuhan menyuruh Ibrahim mengadakan
perjalanan meninggalkan negeri dan kaumnya, menuju suatu negeri yang tidak
pasti dan memulai sebuah masyarakat baru di sa-na. Abram, saat itu berusia
75 tahun, mematuhi panggilan itu dan melaku-kan perjalanan bersama istrinya
yang mandul yang bernama Sarai - kemudian dikenal sebagai "Sarah", yang
berarti putri raja - dan Luth, putra saudaranya. Dalam perjalanan menuju ke
"Tanah Terpilih" mereka singgah sebentar di Harran dan kemudian melanjutkan
perjalanan. Keti-ka sampai di tanah Kanaan yang dijanjikan Tuhan kepada
mereka, mere-ka diberi tahu bahwa tempat tersebut dipilihkan khusus dan
dianugerah-kan buat mereka. Ketika mencapai usia 99 tahun, Abram membuat
perjan-jian dengan Tuhan dan namanya diubah menjadi Abraham. Dia mening-gal
pada usia 175 tahun dan dikebumikan dalam gua Machpelah dekat kota
Hebron(Al Khalil) di Tepi Barat, yang saat ini berada di bawah
pendudukan
Israel. Tanah yang dibeli Ibrahim dengan sejumlah uang tersebut merupakan
milik pertama ia dan keluarganya di Tanah yang Dijanjikan itu.

*Tempat Kelahiran Ibrahim Menurut Perjanjian Lama*
**

Di mana Ibrahim dilahirkan senantiasa menjadi perdebatan. Semen-tara orang
Nasrani dan Yahudi menyatakan bahwa Ibrahim dilahirkan di Selatan
Mesopotamia, pemikiran yang lazim dalam dunia Islam adalah bahwa tempat
kelahirannya berada di sekitar Urfa-Harran. Beberapa penemuan baru
menunjukkan bahwa pendapat kaum Yahudi dan Nas-rani tidaklah mencerminkan
kebenaran yang seutuhnya.
Orang Yahudi dan Nasrani menyandarkan pendapat mereka pada Perjanjian Lama,
karena di dalamnya Ibrahim dikatakan telah dilahirkan di kota Ur sebelah
selatan Mesopotamia. Setelah lahir dan dibesarkan di kota ini, Ibrahim
diceritakan menempuh perjalanan menuju Mesir, dan mencapainya setelah
perjalanan panjang yang melewati wilayah Harran di Turki.

Namun, sebuah manuskrip Perjanjian Lama yang ditemukan baru-baru ini, telah
memunculkan keraguan yang serius tentang kesahihan informasi di atas. Dalam
manuskrip berbahasa Yunani dari sekitar abad ketiga SM ini, yang dianggap
sebagai salinan tertua dari Perjanjian Lama yang pernah ditemukan, "Ur"
tidak pernah disebutkan. Hari ini banyak peneliti Perjanjian Lama yang
menyatakan bahwa kata "Ur" tidak akurat atau merupakan tambahan belakangan.
Ini berarti Ibrahim tidak dilahir-kan di kota Ur dan mungkin juga tidak
pernah berada di wilayah Meso-potamia sepanjang hidupnya.

Di samping itu, nama-nama beberapa tempat, serta daerah yang
di-tunjukkannya, telah berubah karena perkembangan zaman. Saat ini, dataran
Mesopotamia umumnya merujuk kepada tepi selatan daratan Irak, di antara
sungai Eufrat dan Tigris. Namun, dua alaf silam, daerah Mesopotamia menunjuk
sebuah daerah lebih ke utara, bahkan hingga sejauh Harran, dan membentang ke
daerah Turki saat ini. Oleh karena itu, sekalipun kita menerima ungkapan
"dataran Mesopotamia" dalam Perjanjian Lama, tetap saja keliru jika
menganggap Mesopotamia dua alaf yang lalu dan Mesopotamia hari ini sebagi
tempat yang persis sama.

Bahkan jika ada keraguan serius dan ketidaksepakatan tentang kota Ur sebagai
tempat kelahiran Ibrahim, terdapat sebuah persetujuan ber-sama tentang fakta
bahwa Harran dan daerah sekitarnya merupakan tempat tinggal Nabi Ibrahim.
Lebih dari itu, penelitian singkat terhadap isi Perjanjian Lama sendiri
memunculkan beberapa informasi yang men-dukung pandangan bahwa tempat
kelahiran Nabi Ibrahim adalah Harran. Misalnya, dalam Perjanjian Lama,
daerah Harran ditunjuk seba-gai "daerah Aram" (Kejadian, 11: 31 dan 28: 10).
Disebutkan bahwa mereka yang berasal dari keluarga Ibrahim adalah "anak-anak
dari se-orang Arami" (Deutoronomi, 26: 5). Penyebutan Ibrahim sebagai
"se-orang Arami" menunjukkan bahwa ia hidup di daerah ini.

Dalam berbagai sumber Islam, terdapat bukti kuat bahwa tempat kela-hiran
Ibrahim adalah Harran dan Urfa. Di Urfa yang disebut dengan "kota para nabi"
terdapat banyak cerita dan legenda tentang Ibrahim.

*Mengapa Perjanjian Lama Diubah?*
**

Perjanjian Lama dan Al Quran tampaknya hampir-hampir meng-gambarkan dua
orang sosok nabi yang berbeda, bernama Abraham dan Ibrahim. Dalam Al Quran,
Ibrahim diutus sebagai rasul bagi suatu kaum penyembah berhala. Kaum Ibrahim
menyembah langit, bintang-bintang dan bulan, serta berbagai berhala. Dia
berjuang melawan kaumnya, men-coba membuat mereka meninggalkan
kepercayaan-kepercayaan takhyul, dan tidak terhindarkan, membangkitkan
permusuhan dari seluruh ka-umnya, termasuk ayahnya sendiri.
Ternyata, tidak ada satu pun dari hal di atas diceritakan dalam Per-janjian
Lama. Dilemparkannya Ibrahim ke dalam api, penghancuran ber-hala-berhala
kaumnya, tidak disebutkan dalam Perjanjian Lama. Secara umum Ibrahim
digambarkan sebagai nenek moyang bangsa Yahudi da-lam Perjanjian Lama.
Nyatalah bahwa pandangan dalam Perjanjian Lama ini dibuat oleh para pemimpin
bangsa Yahudi yang berusaha mengang-kat konsep "ras" ke permukaan. Bangsa
Yahudi percaya bahwa mereka adalah kaum yang dipilih Tuhan untuk selama-nya
dan diberi keunggul-an. Mereka dengan sengaja dan penuh hasrat mengubah
kitab suci me-reka dan membuat berbagai penambahan serta pengurangan
berdasar-kan keyakinan ini. Inilah sebabnya mengapa Ibrahim digambarkan
sebagai nenek moyang bangsa Yahudi belaka dalam Perjanjian Lama.

Orang Nasrani yang mempercayai Perjanjian Lama, menganggap Ibrahim sebagai
nenek moyang bangsa Yahudi, namun dengan satu per-bedaan: Menurut mereka,
Ibrahim bukanlah seorang Yahudi melainkan seorang Nasrani. Orang Nasrani
yang tidak begitu memperhatikan kon-sep ras sebagaimana Yahudi,
mempertahankan pandangan ini dan hal tersebut menjadi salah satu penyebab
perbedaan dan pertentangan di antara kedua agama ini. Allah memberi
penjelasan atas perdebatan terse-but dalam Al Quran sebagai berikut :


*"Hai ahli kitab, mengapa kamu bantah-membantah  (1)  tentang hal Ibra-him,
padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah
kamu tidak berpikir?*

*Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah-membantah tentang hal yang
kamu ketahui (2), maka kenapa kamu bantah membantah dalam hal yang tidak
kamu ketahui;(3) Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.*

*Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani akan
tetapi dia adalah seorang yang lurus (4) lagi menyerahkan diri (kepada
Allah) dan sekali-kali bukanlah dia dari golongan orang yang musyrik.*
*Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang
mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad) serta orang-orang yang beriman (kepada
Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman." *
*(QS. Ali 'Imran , 3: 65-68) !*
**
*
(1)<http://www.qurancomplex.com/Quran/Targama/Targama.asp?nSora=3&l=ind&nAya=68#1>Orang
Yahudi dan Nasrani masing-masing menganggap Ibrahim
a.s. itu dari golongannya. Lalu Allah membantah mereka dengan alasan bahwa
Ibrahim as. itu datang sebelum mereka.
(2)<http://www.qurancomplex.com/Quran/Targama/Targama.asp?nSora=3&l=ind&nAya=68#2>Yakni
tentang Nabi Musa
a.s., 'Isa a.s. dan Muhammad s.a.w.
(3)<http://www.qurancomplex.com/Quran/Targama/Targama.asp?nSora=3&l=ind&nAya=68#3>Yakni
tentang hal Ibrahim
a.s
*
**
Dalam Al Quran, sangat berbeda dengan yang ditulis dalam Per-janjian Lama,
Ibrahim adalah seseorang yang memperingatkan kaumnya agar mereka takut
kepada Allah, serta berjuang melawan mereka karena itu. Sejak masa mudanya,
ia memperingatkan kaumnya yang menyem-bah berhala-berhala, agar menghentikan
perbuatan itu. Sebagai balasan, mereka berupaya membunuh Ibrahim. Setelah
terhindar dari kejahatan kaumnya, maka Ibrahim akhirnya berimigrasi.

 *(c) Harun Yahya Internasional 2004.
Hak Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan
dengan mencantumkan sumber situs web ini
[EMAIL PROTECTED]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke