Not again, lah.. :-| Eyang ini agen minyak ya, eh bukan.. salah dink.. yang 'bertugas' mengkaburkan diskusi" seputar 'ember ikan' ya? :-)
CMIIW.. Wassalam, Irwan.K On 6/19/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, Satrio > Arismunandar > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > ISMAIL YUSANTO : TERORISME ITU DICIPTAKAN > > > > Oleh : Nasrul Umam Syafi'i (Syir'ah) > > "Apakah mungkin Amerika Serikat dalangnya? "Sangat > mungkin," jawab Ismail" > > ---> Ohhh jadi para pembom Bali yang kini ditahan dan menunggu > hukuman, adalah warganegara AS, dan mungkin suruhan Bush? jangan > jangan JI juga ciptaan AS? > > Ayak ayak wae? > > > > > > Jakarta- Maraknya terjadi peledakan bom yang diduga > > dilakukan para teroris dinilai tidak ada kecocokan > > antara motivasi dan aksi. Ini menunjukkan terorisme > > memang diciptakan untuk membenarkan war of terrorism, > > perang melawan terorisme. > > > > Demikian yang diungkapkan Juru Bicara Hizbut Tahrir > > Indonesia (HTI) Ismail Yusanto, kepada Syirah, Selasa > > (12/06/07). > > > > Menurutnya semakin banyak bom meladak, berarti semakin > > aneh. Karena selama ini bom yang meledak sebenarnya > > tidak sesuai dengan motivasi pelaku, yaitu untuk > > melawan negara Amerika Serikat. > > > > "Mengapa sampai saat ini semenjak bom Bali I, tidak > > ada satupun instalasi Amerika yang kena," katanya. > > > > Bagi Ismail, keadaan ini meniscayaan adanya > > ketidakcocokan antara motivasi pelaku untuk melawan > > Amerika Serikat dengan aksi yang mereka lakukan. > > > > "Ini tidak cocok antara motivasi dengan fakta yang > > ada. Enggak cocok," jelas Ismail. > > > > Misalnya, papar Ismail, kenapa bom meledak di > > Denpasar, bukan di Jakarta yang tentunya banyak sekali > > instalansi kepentingan Amerika Serikat. Ketika yang > > menjadi sasaran adalah Kedutaan, kenapa malah Kedubes > > Australia yang dibom. Kembalinya meledak bom Bali II, > > ternyata juga banyak turis Australia yang menjadi > > korban, bukan turis asing asal Amerika Serikat. > > > > Fenomena ini, tutur Ismail, menunjukkan bahwasannya > > terorisme itu diciptakan untuk mendukung dan > > membenarkan war of terrorism yang lagi genjar > > dikampanyekan. > > > > Apakah mungkin Amerika Serikat dalangnya? "Sangat > > mungkin," jawab Ismail. > > > > "Ini ada operasi melakukan penyusupan ke dalam > > kelompok Islam yang mempunyai semangat melawan > > Amerika. Setelah masuk melakukan provokasi. Ini > > gampang sekali. Kemudian proses radikalisasi untuk > > melakukan aksi. Agar ada stigmatisasi, bahwa Indonesia > > adalah sarang teroris, berkait dengan pondok > > pesantren. Kayak gitu," lanjutnya. > > > > Ketika ditanya apa yang harus dilakukan umat Islam, > > Ismail memberikan jawaban, pertama, mewaspadai gerakan > > penciptaan teroris. Karena secara syar'i, melakukan > > pembunuhan terhadap orang dengan tanpa alasan yang > > disyaratkan syar'i hukum haram. > > > > Kedua, dengan melakukan jihad dan membentuk khilafah > > Islamiyah. > > > > "Karena hanya dengan khilafah kita bisa menghadapi > > Amerika secara sepadan. Kalau tidak, kita selamanya > > akan terus seperti ini," pungkasnya.[ ] > > > > > > > > SUMBER : http://www.syirah. com/syirah_ ol/online_ > > detail.php? id_kategori_ isi=1768 (Selasa, 12 Juni > > 2007) > > > > > > > > > > Satrio Arismunandar > > Producer - News Division, Trans TV, Floor 3 > > Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 > > Phone: 7917-7000 <javascript:void(0)>, 7918-4544 <javascript:void(0)>ext. > > 4026, Fax: > 79184558 <javascript:void(0)>, 79184627 <javascript:void(0)> > > > > http://satrioarismunandar6.blogspot.com > > http://satrioarismunandar.multiply.com > > > > "If you know how to die, you know how to live..." > [Non-text portions of this message have been removed]

