terimakasih banyak mas Riza,
    terutama dengan berbagi narartinya
    mengenai masyarakat Indonesia di Korea.

    rasanya kita sudah sering membaca nararti
    mengenai masyarakat Indonesia di negara-2 
    industri di barat (USA, Canada, EU, Australia) 
    dan Jepang, yang tentunya juga menjadi negara
    tujuan bagi yang ingin kuliah di LN.

    Jadi gambaran komunitas muslim Indonesia
    di negara-negara seperti itu ya tentunya
    tidak jauh dengan yang di UK (sebagaimana
    kegiatan KIBAR).

    Tetapi nararti serupa untuk negara-negara
    seperti India dan Korea selama ini sangat
    jarang.

    wassalam,

     -ihsan hm-


--- In "Riza Satria" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Setuju sama Pak Ikhsan.. Saya sebagai student juga 
> kerja.. pernah jadi cleaning service, penjaga malam, 
> dari bersih2 kantor sampai kakus..
>
> hehehhe.. sekarang Alhamdulillah agak santai sedikit, 
> menjadi tutor bahasa inggris..
> 
> FYI di Korea Selatan (dimana saya melanjutkan 
> study sekarang), since jumlah Masjid sangat sedikit, 
> dan jumlah pelajar jauh lebih kecil dari pada jumlah
> TKI, disini sudah sangat lama terjalin hubungan yang 
> sangat erat.. Jangankan Pengajian, biasanya kalau 
> saya ada kesulitan, saya banyak berkonsultasi
> dengan para TKI disini yang sudah banyak makan asam 
> garam.. rata2 pengajian disini diadakan tiap minggu 
> di setiap mesjid..
> 
> Kalau di UK, ada yang namanya KIBAR (Keluarga muslim 
> Britania raya) yang terdiri dari Pelajar, TKI (kerennya 
> ekspatriat) dan Indonesian yang menikah dengan locals.. 
> KIBAR memiliki chapter2 disetiap kota yang menyelenggarakan
> pengajian dwi mingguan.. dan tiap tahunnya, menyelenggarakan
> gathering untuk seluruh keluarga kibar setidaknya 2 kali..
> gathering tidak hanya diisi pengajian, tapi juga pesantren 
> anak, workshop dan sebagainya..
> 
> Jadi sebenarnya saya pribadi belum pernah merasakan 
> ada perbedaan kelas diantara orang Indonesia di luar 
> negeri.. Semoga infonya bermanfaat..
> 
> Salam hangat,
> Riza
> Masan, KR
> 
> On 29/06/07, Mohamad Ikhsan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   Emang ada bedanya? Apa bukannya student biasanya 
> >   juga jadi TKW/I di LN?
> >
> > --- indah nuritasari <nuritasari@> wrote:
> > >
> > > Mas Muchtarom,
> > >
> > > di Philly pengajian "antar kelas" seperti ini bukan hal baru 
lagi.
> > Begitu juga di DC dan sekitarnya. Malah ada perkumpulan namanya 
Kuli
> > Dollar yang rajin membuat pengajian, dan kadang gabung dengan 
pihak
> > Konjen New York City. Memang sih ada beberapa student yang sikap 
dan
> > gayanya "agak tinggi" tapi ya kalau ketinggian kan repot sendiri.
> > Lagipula yang kuli itu bukan berarti economic statusnya lebih 
rendah
> > lho, malah sering mereka ber-dollar lebih banyak dari yang student
> > atau profesional. Tanya saja sama Bung Ikra kalau tidak percaya.
> > >
> > > salam,
> > >
> > > Indah
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke