Iya, media massa kelas Dunia macam CNN saja bisa salah ketika
memberitakan bahwa di Iraq ada senjata pemusnah massal dan ada kaitan
Saddan Hussein dgn Al Qaeda, apalagi media kelas lokal macam Tempo...:)

Jadi tidak bisa Tempo melakukan Trial by the Press dgn menuduh Abu
Dujana sebagai teroris. Paling tidak hanya mengutip, menurut si "A", X
adalah teroris. Begitu.

AS sendiri sering salah tangkap dalam hal teroris ini. Di Kompas
disebut seorang ulama Mesir diculik dan disiksa hingga pendengarannya
rusak dengan tuduhan teroris. Ternyata bukan. Dan banyak kasus salah
tangkap lainnya.

Di Indonesia korban salah tangkap Densus 88 (Polisi anti teror) juga
melapor.

Jadi media hendaknya tidak melakukan Trial by the Press dan membodohi
pembacanya.

Isyu terorisme ini sebenarnya menghantam Islam. Karena teroris pakai
baju koko dan pakai kopiah haji, maka semua orang yang berpakaian
begitu di bandara langsung diperiksa lebih ketat dari yang lain (saya
pernah mengalami ini di Bandara Soekarno) termasuk para ulama.

Banyak ponpes dan panti asuhan tidak mendapat dana bantuan dari Timur
Tengah karena AS menyetop aliran dana dengan alasan mencegah aliran
dana teroris. Akibatnya banyak anak2 di panti asuhan yang menderita
kelaparan dan gatal2 akibat pangan dan sanitasi yang kurang karena
dana kurang.

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/29/ln/3632967.htm
Pelaku Terorisme, antara Ada dan Tiada

Maruli Tobing

Miliarder George Soros berpendapat, perang melawan terorisme merupakan
hal yang menyesatkan karena kita tidak tahu pasti sosok dan keberadaan
teroris. Jenis perang seperti ini rawan manipulasi.

Terbukti, menurut Soros, para "ekstremis" dalam pemerintahan Presiden
AS George W Bush menggunakannya sebagai alat pembenaran menginvasi
Afganistan dan Irak (George Soros, America After 9/11: Victims Turning
Perpetrators; Open Democracy, 20/5/2004).

Tidak hanya itu, agen-agen rahasia AS (CIA) malang melintang di
belahan bumi. Bekerja sama dengan aparat keamanan setempat, CIA
menculik orang yang diduga "terkait jaringan" teror internasional.

Ironisnya, tidak sedikit terjadi kasus salah culik. Seperti dialami
Osama Mustafa Hasan Nasar, ulama Mesir. Ia diculik di sebuah jalan di
Milan, Italia (17/2/2003). CIA kemudian menerbangkan Mustafa Nasar ke
Mesir, negara yang terkenal sadis dalam menyiksa tahanan.

Jaksa penuntut umum di Milan akhirnya menetapkan 26 agen CIA sebagai
tersangka in absentia. Namun, proses hukum ini tidak akan memulihkan
keadaan Nasar, yang kehilangan 70 persen pendengaran dan depresi
mental akibat penyiksaan (Associated Press, 8/6).

Berdasarkan informasi polisi Kanada, CIA menculik Maher Arar (36) saat
transit di Bandara John F Kennedy, New York, (21/9/2002). Ia
diterbangkan ke Damascus (Globe and Mail, 19/9/2006).

Arar, warga negara Kanada turunan Suriah, ternyata bukan teroris. Ia
dibebaskan setahun kemudian dalam kondisi menyedihkan. Pemerintah
Kanada membayar kompensasi 11,5 juta dollar AS kepada Arar.

Khaled el-Masri, warga negara Jerman berdarah Lebanon, diculik ketika
berlibur di Macedonia (31/12/2003). Ia disiksa selama mendekam 5 bulan
di penjara rahasia CIA di Afganistan.

Januari lalu pengadilan Munich memerintahkan penangkapan 13 anggota
CIA yang terlibat dalam kasus penculikan el-Masri (DPA, 5/1).

Laporan komisi parlemen Eropa baru-baru ini mencatat lebih dari 1.000
penerbangan ilegal CIA di wilayah Eropa sejak tahun 2001. Penerbangan
ini mengangkut tahanan ilegal dan orang-orang yang diculik.

Pernyataan aparat di Dunia Ketiga, kampanye perang melawan terorisme
yang disponsori AS berubah menjadi teror. Laporan Human Rights Center
for the Assitance of Prisoners tahun 2005 mencatat, Pemerintah Mesir
memenjarakan lebih dari 15.000 orang aktivis Islam.

Akan tetapi, seperti kata George Soros, tidak seorang pun tahu sosok
dan keberadaan teroris. Kecuali oleh pernyataan resmi aparat keamanan.

Lantas, seperti di Indonesia, banyak orang terperanjat karena
tiba-tiba saja polisi mengepung rumah tetangga. Dari media massa
mereka mengetahui, warga yang santun tersebut ternyata "teroris".

Hal yang sama dirasakan ketika aparat kepolisian menangkap tujuh
tersangka teroris di Sleman, Temanggung, dan Surabaya, akhir Maret lalu. 

--- In [email protected], "Farid Gaban" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dalam dunia hukum dan media, orang telah lama mengenal istilah "trial
> by the press".
> 
> fgaban
> 
> --- In [email protected], A Nizami <nizaminz@> wrote:
> >
> > Waduh ternyata verifikasi dari orang Tempo makin
> > membuktikan bahwa Tempo sudah lebih hebat dari
> > pengadilan.
> > 
> > Tidak perlu lagi pengadilan untuk membuktikan orang
> > bersalah / tidak. Cukup jurnalis Tempo saja....
> > 
> > Kita tidak perlu Asas Praduga Tak Bersalah lagi jika
> > sudah ada wartawan Tempo.
> > 
> > Lucu sekali...:)
> > 
> > --- scribbler scribbler <loonyscribbler@>
> > wrote:
> > 
> > > Nggak apa-apa. Gak usah marah. Namanya juga tempo.
> > > Tempo-tempo bener,
> > > tempo-tempo salah. Biasa dalan jurnalisme.
> > > 
> > > On 6/26/07, Nugroho Dewanto
> > > <ndewanto@> wrote:
> > > >
> > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >hehehe bung nizami kenapa harus membonceng email
> > > farid gaban
> > > > >(atau satrio) untuk menembak saya? kurang pede
> > > ya?
> > > > >perilaku anda sungguh menyedihkan.
> > > > >
> > > > >perlu anda ketahui, ada sejumlah wawancara dengan
> > > berbagai
> > > > >orang, membaca segepok dokumen --termasuk berita
> > > acara
> > > > >pemeriksaan (bap), dll-- yang dilakukan jurnalis
> > > tempo sebelum
> > > > >menulis berita. itu disiplin verifikasi yang kami
> > > lakukan setiap
> > > > >minggu.
> > > > >
> > > > >anda mungkin juga tak paham atau tak mau paham,
> > > media punya
> > > > >penilaian sendiri yang bisa berbeda dengan
> > > penilaian pengadilan.
> > > > >
> > > > >kalau cuma mengikuti penilaian hakim di
> > > pengadilan, seperti anda
> > > > >inginkan, mestinya kita semua juga harus akui
> > > soeharto bukan
> > > > >koruptor dan pelanggar ham. karena pengadilan tak
> > > pernah memvonis
> > > > >dia seperti itu.
> > > > >
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been
> > > removed]
> > > 
> > > 
> > 
> > 
> > ===
> > Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> > Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > 
> >  
> >
>
____________________________________________________________________________________
> > Get your own web address.  
> > Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
> > http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL
> >
>


Kirim email ke